Jakarta, Mediaprofesi.id – Dukungan pendanaan bagi eksportir nasional semakin diperkuat. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank bersama PT Bank Maybank Indonesia Tbk meningkatkan plafon fasilitas pembiayaan menjadi Rp1,5 triliun. Langkah ini membuka ruang pendanaan lebih besar bagi pelaku usaha untuk mendorong ekspor sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
Penguatan kemitraan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama fasilitas pembiayaan di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Kolaborasi LPEI dan Maybank Indonesia sebenarnya telah terjalin sejak 17 Juni 2025 melalui pemberian fasilitas kredit atau pembiayaan revolving dengan skema multicurrency, yakni rupiah dan dolar AS.
Kemitraan ini kemudian berkembang ketika Maybank Group berpartisipasi sebagai Mandated Lead Arranger and Bookrunner (MLAB) dalam Sindikasi Valas LPEI 2025.
Kini, peningkatan plafon menjadi Rp1,5 triliun semakin memperkuat kapasitas kedua institusi dalam menyediakan alternatif pendanaan bagi kegiatan ekspor nasional.
Menariknya, fasilitas tersebut menggunakan struktur interchangeable yang memungkinkan pemanfaatan pembiayaan konvensional maupun syariah dalam satu plafon. Di dalamnya juga terdapat sublimit Sustainability Loan untuk mendukung pembiayaan yang berorientasi pada prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG).
Direktur Pelaksana Bidang Keuangan, Operasional, dan Teknologi Informasi LPEI, Anwar Harsono, mengatakan peningkatan fasilitas ini mencerminkan semakin kuatnya sinergi antara Indonesia Eximbank dan industri perbankan dalam mendukung Pembiayaan Ekspor Nasional (PEN).
Menurutnya, kolaborasi dengan Maybank Indonesia memperkuat peran LPEI sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan RI dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha berorientasi ekspor.
“Penguatan kerja sama dengan Maybank Indonesia mendukung peran Indonesia Eximbank sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan RI bermitra dengan perbankan dalam mendukung ekspor nasional. Melalui kolaborasi ini, kami memperluas akses pembiayaan dan mampu menawarkan skema yang fleksibel bagi pelaku usaha, termasuk komitmen Lembaga untuk mendorong pembiayaan berkelanjutan yang mendukung daya saing eksportir Indonesia,” ujar Anwar.
Dari sisi Maybank Indonesia, penguatan kerja sama ini juga menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas dukungan terhadap sektor ekspor, termasuk melalui solusi pembiayaan syariah dan berkelanjutan.
Direktur Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia, Romy Buchari, mengatakan kemitraan tersebut sejalan dengan semangat Humanising Financial Services yang menjadi landasan Maybank Group dalam menghadirkan layanan keuangan.
“Kami mengapresiasi kepercayaan LPEI kepada Maybank Indonesia dalam memperluas kerja sama pembiayaan dengan total plafon Rp1,5 triliun. Kemitraan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekspor nasional sekaligus mengembangkan solusi pembiayaan syariah dan berkelanjutan,” kata Romy.
Ia menambahkan, kepercayaan LPEI kepada Maybank Group, termasuk melalui keterlibatan dalam sindikasi sebelumnya, menjadi fondasi penting untuk melanjutkan kolaborasi kedua institusi.
Dengan peningkatan plafon tersebut, LPEI dan Maybank Indonesia mempertegas komitmen memperluas akses pendanaan sekaligus mendukung pertumbuhan eksportir nasional melalui pilihan pembiayaan yang lebih fleksibel dan berkelanjutan. * (Syam)



