MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 24 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 24 Juni 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Nasional

BENCANA GAZA: “Nekropolitik” dan “De-Humanisasi”

Syamhudi by Syamhudi
Senin, 2 Juni 2025
in Nasional
BENCANA GAZA: “Nekropolitik” dan “De-Humanisasi”
9
VIEWS

Penulis: Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Jakarta, Mediaprofesi.id – PERNAH dengar kata “Nekropolitik”? Atau, sudah melihat Gaza hari ini? “Nekropolitik”! Satu teori tentang “mayat hidup”, yang dipaksa tetap tergantung antara hidup dan mati.

Memaksa kehidupan kontemporer (kekinian), menghadapi kematian yang sebenarnya tidak dia kehendaki! Israel dan Hamas telah menoreh tinta “darah”. Tinta “berlumur” merah rakyat sipil.

Apa yang terjadi di Gaza hari ini. Tak akan pernah kembali. Baik bagi Israel, maupun bangsa Palestina. Khusus Israel, telah menempuh jalan yang jarang dilalui manusia. De-humanisasi! Genosida!

Saatnya berhenti berperang! Tak perlu lagi saling menyalahkan! Mantan PM Israel, Ehud Olmert mengingatkan PM Benyamin Netanyahu (The Guardian/30 Mei).

“Berhenti! Sebelum kita semua (bangsa Israel) diusir dari pergaulan bangsa-bangsa. Lalu dipanggil ke pengadilan pidana internasional. Atas kejahatan perang, tanpa pembelaan yang baik. Sudah cukup”!

Ada baiknya Netanyahu mendengarkan suara Olmert (PM 2006-2009)! Sang perdana menteri (PM sekarang) tak mungkin menempuh dua jalan “bercabang” sekaligus: menghabisi rakyat Gaza (Hamas), sekaligus mempertahankan posisinya sebagai PM.

“Semak belukar”, atau jalan yang diinginkan dua sekutu kuatnya di pemerintah: Bezalel Smotrich, dan Ittamar Ben-Gvir, merupakan harga “mahal” yang harus dibayar Netanyahu. Stempel penjahat perang telah ter-internalis”. Melekat padanya.

Pilih genosida! Atau pilih bertahan sebagai PM! Bukan tudingan “ansich” genosida. Namun, cara “random sampling” IDF (infanteri) dan IAF (bom), dengan memburu Hamas tanpa selektif. Telah melahirkan “genosida”.

“Nekropolitik” yang dijalankan PM Netanyahu, dalam “ranah politik”, bisa dipahami. Andai mantan Dubes Israel untuk AS itu berkompromi tanpa “menghabisi” Hamas. Bisa dipastikan, Ketua Partai Likud ini akan “habis”. Jatuh! Dijatuhkan koalisinya.

Belum sampai di situ! Yang paling dicemaskan Netanyahu adalah tuduhan penyelidikan korupsi terhadapnya. Tudingan itu telah berlangsung lama, dan aman. Karena, setiap kali Netanyahu membuat kesepakatan dengan Hamas, isu ini akan bergulir.

Netanyahu, sebagaimana “perangkap politik” di mana pun. Tidak berkutik oleh ancaman koalisi “Sayap Kanan” di dalam pemerintahan (hasil pemilu Knesset/Parlemen 2022).

Parlemen Israel (Knesset) ke-25 yang beranggotakan 120 kursi, saat ini dikuasai mayoritas kabinet Netanyahu (64 kursi).

Sementara kelompok “Oposisi”, dengan 56 kursi. Seandainya, dua politisi sayap kanan (radikal) dari Partai Ha Tzionut HaDatit pimpinan Bezalel Smotrich (7 kursi) dan Otzma Yehudit pimpinan Ittamar Ben-Gvir (6 kursi)  bergabung dengan oposisi.

Dipastikan, PM Israel Benyamin Netanyahu akan terjungkal. Sebanyak 13 kursi Ben-Gvir dan Smotrich, bila bergabung dengan oposisi pimpinan Yair Lapid (Partai Yesh Atid) di Knesset.  Maka komposisinya menjadi: 51 kursi (Koalisi Netanyahu), dan 69 (Koalisi Lapid).

Dengan begitu, Netanyahu ada kemungkinan akan diganti oleh PM baru, Yair Lapid. Karena itu, sekalipun “angin” negosiasi gencatan senjata terbaru. Tengah bergulir antara Hamas-Israel, untuk menghentikan peperangan selama 60 hari. Saya pesimistis!

Imbalan, pembebasan 28 sandera Israel (10 hidup, 18 meninggal), serta 125 tahanan Palestina. Sulit disetujui Hamas! Bila Hamas setuju, itu indikator posisi Hamas tengah sulit dan lemah!

“Bargaining Hamas” lemah dalam draf yang telah ditandatangani pihak Israel itu. Tak ada kepastian penghentian perang permanen.

“Nekropolitik”! Teori “mayat hidup” akan terus menggelinding! Rasanya, harapan tinggal berpulang pada rasa malu manusia.

Menonton Gaza sambil menangis! * (Syam) – Foto: Istimewa

Post Views102 Views
Tags: GazaHamasIsrael

Related Posts

KENDALA PERDAMAIAN: “Gulma”, dan Perang Baru Israel-Hamas
Nasional

KENDALA PERDAMAIAN: “Gulma”, dan Perang Baru Israel-Hamas

by Syamhudi
Sabtu, 18 Oktober 2025
32
ELEKTIKOS HAMAS: Peradilan Netanyahu, “Pasca” Perang
Nasional

ELEKTIKOS HAMAS: Peradilan Netanyahu, “Pasca” Perang

by Wahyu
Minggu, 12 Oktober 2025
64

RECOMMENDED

Tak Perlu Terbang ke Amsterdam, Ribuan Karya Seni Dunia Kini Hadir di Samsung TV

Tak Perlu Terbang ke Amsterdam, Ribuan Karya Seni Dunia Kini Hadir di Samsung TV

24 Juni 2026
15
Kolaborasi UT-UGM Makin Erat, Buka Peluang Lebih Besar bagi Generasi Muda Indonesia

Kolaborasi UT-UGM Makin Erat, Buka Peluang Lebih Besar bagi Generasi Muda Indonesia

24 Juni 2026
15

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    576 shares
    Share 230 Tweet 144
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    373 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    368 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    335 shares
    Share 134 Tweet 84
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    334 shares
    Share 134 Tweet 84
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM