MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 5 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 5 Juni 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Nasional

KONFLIK EKSEKUTIF-MILITER: Risiko Israel, dan “Kota Boneka”

Pratama by Pratama
Jumat, 8 Agustus 2025
in Nasional
KONFLIK EKSEKUTIF-MILITER: Risiko Israel, dan “Kota Boneka”
19
VIEWS

Penulis: Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Jakarta, Mediaprofesi.id – NUKHBA! Unit elite Hamas, membobol “Tembok Besi” Israel senilai US$ 1,1 milyar! Sebuah ‘sintesa’ (sintesis) yang mustahil! 7 Oktober 2023, itu terjadi!

Bermula dari “tesis”-nya Israel! Dengan membangun tembok besar, mengelilingi Jalur Gaza! Tak akan ada yang bisa merubuhkan!  Sebagai jaminan keamanan Israel!

Sejalan dengan itu, Gaza dijadikan “Kota Boneka”! Tempat eksperimen senjata yang diproduksi Israel. Atau sekutunya.  Menggempur Gaza, genosida! lewat: Darat, laut, dan udara! Membayangkan rakyat Gaza!

Seperti “penjara besar” yang terkunci. “Kuncinya” dibuang ke laut! Rakyat Gaza, terbiasa “disakiti”, tahan banting, dan itu yang dikhawatirkan militer Israel!

“Janin” anti-tesis dengan 2,3 juta penghuni, adalah perlawanan! “Dipenjara” tembok beton sepanjang 65 km, dengan tinggi 6 meter! Plus, penghalang “under ground” ber-sensor! “Extraordinary”!

Dialektika, selalu punya cara!  Sebagai ‘dialektika’: tesis, sintesis, dan sintesis-nya Friedriech Hegel, tembok dilengkapi dengan satu set radar, dan kamera, serta ruang komando (kontrol).

Teori dialektika! Sebut saja hukum “sebab-akibat” (causa prima)! Sebanyak 5.600 pejuang Hamas (membongkar) tembok canggih, mengambilalih pangkalan militer, menangkap IDF, masuk ke kota Israel! “Black Oktober”!

Semua adalah “sintesis”! Peristiwa yang menewaskan 1.200 militer dan sipil Israel. Serta 1.600-an (dari 5.600 penyerbu) Hamas. Ini adalah “rally” 80 tahun, sejak 1948! Bukan akhir!

Ilan Pappe (sejarawan berpengaruh Israel). Dalam buku “Palestine, The Biggest Prison on Earth” mengingatkan!

Simpati kepada Israel, atas peristiwa 7 Oktober 2023! Hanya sebagai “Carte Blanche” (katabelece) yang bersipat kolektif. Karena “perkawanan” semu.

“Perkoncoan semu”, memberi hukuman kepada “narapidana” (tanda kutip) di “penjara besar” Gaza, atas pemberontakan mereka!

Hamas “dicap” teroris, tanpa melihat “sebab-akibat”! Siapa yang “teroris”? Sebagai anti-tesis! Berjuang demi kemerdekaan, diksi “teroris”, diksi keliru dari siapa untuk siapa?

Langkah Israel yang ingin “sporadis” (rapat 7/8). Mengambil sisa 25 persen Gaza (75 persen sudah diduduki), menyalahi logika filosofi militer (Kastaf Letjen Eyal Zamir).

Langkah tersebut! Membaca pikiran Ilan Pappe. Kedigdayaan, tidak akan menyelesaikan masalah, dan justru makin memasifkan perlawanan!

Israel bakal masuk ke kancah perang panjang, yang mungkin tidak terduga! Perlawanan akan menguras energi dan ekonomi Israel! Sebaliknya, Palestina, tak punya pilihan! Hingga darah terakhir!

Melihat Gaza, menuju bulan ke-23. Inggris mengingatkan Israel! Dubes Inggris di Tel Aviv (Israel), Simon Walters (Time of Israel, 7/8) mengatakan: “Akan menjadi kesalahan besar bagi Israel menduduki Gaza sepenuhnya”.

Walters Simon menukilkan: “Jika ingin mengalahkan Hamas! Israel tidak dapat melakukannya hanya dengan militer. Israel mesti memberi warga Gaza alternatif selain Hamas, pasca-perang”.

Pengakuan PM Inggris Keir Starmer (bulan lalu) atas eksistensi negara Palestina (September). Bukanlah hadiah bagi Hamas! Justru pengakuan ini, demi keamanan Israel. “Pengakuan ini, justru untuk mengisolasi Hamas,”.

 Logika Walter Simon, Mengutip Kastaf Letjen Eyal Zamir (‘Channel 12). Menduduki Gaza, akan menyeret Israel ke dalam lubang hitam, mengambil tanggung jawab dua juta rakyat Gaza.

Israel bisa tercebur! Seperti terperosoknya AS dalam “Neraka” model Vietnam. Perang gerilya yang memakan waktu bertahun-tahun dan kalah. “Mahal”, dengan hasil 56.000 militer AS (2.000 hilang) tewas, dalam “Vietnam War”, Israel bisa saja mengalaminya di Gaza!

Pertikaian antara elite IDF dengan elite IAF (Israel Air Force)! Serta IDF (Kastaf) dengan Netanyahu. Memperlihatkan adanya ‘sintesa’  (keraguan) masuk sepenuhnya ke dalam Gaza!

“Yedioth Ahronoth” (7/8). Media “mainstream” Israel menggambarkan, adanya perselisihan Kepala AU (IAF) Mayjen Tomer Bar. Dengan komandan infanteri Selatan (IDF), Mayjen Yaniv Asor!

Pertikaian Bar dan Asor (dua jenderal Israel) sengit! Asor meminta Bar untuk melanjutkan, dan jangan membatalkan keputusannya membom Gaza! Meningkatnya korban sipil di Gaza, membuat Tomer Bar mulai bimbang!

Tesis Netanyahu dan Yaniv Asor. Mendorong pemikiran ‘kritis’ Eyal Zamir-Tomer Bar, sebagai satu ‘anti-tesis’. Zamir-Bar mempertanyakan urgensi dan asumsi menduduki Gaza, dari sisi untung-rugi (berbagai sudut)!

Konteks perang Israel-Hamas, mestinya mengacu pada ‘dialektika’ sebab (tesis)-akibat (anti-tesis)! Dengan  ‘solusi’, sebagai ‘sintesis’nya!

Apa yang dikatakan Dubes Inggris untuk Israel (Walters Simon) di atas, mestinya jadi landasan ideal bagi Israel. Mengakui Palestina! Menjadikan Hamas tersingkir alamiah! Solusi dua negara.

‘Simbiosa’, dari sidang Kabinet Israel (hingga tengah malam, (7/8), lebih bernada “euphemisme”! PM Benyamin Netanyahu, tak lagi kukuh ingin menduduki (permanen) Gaza.

Hanya, setelah menyingkirkan Hamas, Netanyahu berencana menyerahkan wilayah sepanjang 26 mil (Gaza) kepada pasukan persatuan Arab.

“Israel tak akan membentuk pemerintahan sipil! Tidak juga Otoritas Palestina (PA/Mahmoud Abbas),” demikian Netanyahu dalam wawancara dengan “Fox News”.

Israel sebagai episentrum, di tengah pusaran konflik Timur Tengah! Bisa diumpamakan pada dua sistem politik: demokrasi dan “kediktatoran”!

Dua tipe etika yang saling bertentangan. Sesungguhnya bisa diselesaikan, bila sistem “patron-client” mau mengacu pada ‘pranata’ (tatanan) hukum internasional!

Sayangnya, atas pola “patron-client” AS-Israel, Israel berani “menabrak” semua tatanan dunia. Dialektika pun menjadi tak berguna!

Kita tunggu! Apa yang akan terjadi di Gaza! * (Syam/Pra) – Foto: Istimewa

Post Views94 Views
Tags: GazaHamasInggrisPerang Israel Palestina

Related Posts

KENDALA PERDAMAIAN: “Gulma”, dan Perang Baru Israel-Hamas
Nasional

KENDALA PERDAMAIAN: “Gulma”, dan Perang Baru Israel-Hamas

by Syamhudi
Sabtu, 18 Oktober 2025
31
ELEKTIKOS HAMAS: Peradilan Netanyahu, “Pasca” Perang
Nasional

ELEKTIKOS HAMAS: Peradilan Netanyahu, “Pasca” Perang

by Wahyu
Minggu, 12 Oktober 2025
64

RECOMMENDED

99% Buatan Indonesia, Penjualan Daihatsu Melesat 25% di Tengah Persaingan Ketat

99% Buatan Indonesia, Penjualan Daihatsu Melesat 25% di Tengah Persaingan Ketat

5 Juni 2026
9
Rahasia di Balik Susu Anak: Ternyata Proses Produksi Ikut Menentukan Kualitas Gizi

Rahasia di Balik Susu Anak: Ternyata Proses Produksi Ikut Menentukan Kualitas Gizi

4 Juni 2026
13

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    572 shares
    Share 229 Tweet 143
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    368 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    362 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    328 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    328 shares
    Share 131 Tweet 82
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM