MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 11 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 11 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Populix Ungkap Generasi Milenial & Laki-Laki Cenderung Lebih Gercep Perihal Kuliner Kekinian

Wahyu by Wahyu
Minggu, 17 Agustus 2025
in Gaya Hidup
Populix Ungkap Generasi Milenial & Laki-Laki Cenderung Lebih Gercep Perihal Kuliner Kekinian
32
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Populix, perusahaan riset asal Indonesia, mengungkap bahwa generasi milenial & laki-laki cenderung lebih reaktif untuk mencoba tren baru makanan dan minuman kekinian.

Tak hanya itu, Populix juga mengungkap tujuh faktor utama yang menarik anak muda untuk mencoba makanan atau minuman baru.

Hal ini diungkap dalam laporan “Millennials & Gen Z Report: Exploring the Hip F&B Phenomenon”, yang mengupas preferensi, persepsi, dan kebiasaan generasi milenial dan Z, sebagai target industri kuliner kekinian.

Penelitian dilakukan melalui sebuah survei kepada 1.100 generasi milenial dan Z di seluruh Indonesia pada Februari 2025. Dengan jumlah responden laki-laki dan perempuan, juga komposisi status lajang dan menikah yang seimbang. Mayoritas responden adalah pekerja dengan status ekonomi menengah ke atas, dan tinggal di Pulau Jawa.

Indah Tanip, VP of Research Populix, mengungkapkan, “Kerap kali dinilai lebih cuek, ternyata menurut penelitian terbaru Populix kaum laki-laki cenderung lebih gercep dalam urusan mencoba tren kuliner kekinian. Sebanyak 14% responden laki-laki mengaku akan mencoba setiap kali ada tren baru, dan 29% mengaku akan mengeksplorasi rasa baru setidaknya sebulan sekali. Berbeda dengan perempuan yang cenderung lebih FOMO (fear of missing out/takut ketinggalan) karena dipengaruhi oleh tren media sosial.”

FOMO adalah singkatan dari fear of missing out atau takut ketinggalan, yaitu perasaan khawatir atau cemas ketika merasa tertinggal dari pengalaman, tren, atau informasi yang sedang terjadi di sekitarnya, khususnya yang banyak dibicarakan atau terlihat di media sosial. Perilaku ini terlihat pada sekitar 30% responden perempuan yang mengaku mencoba kuliner baru saat tertarik dengan tren di media sosial.

Indah kemudian menjelaskan bahwa apabila dilihat dari sisi generasi, milenial cenderung lebih tertarik mencoba makanan dan minuman kekinian baru. Berbeda dengan gen Z yang ternyata lebih kalem dalam menyikapinya, bahkan cenderung akan mengeksplorasi tren baru sekali saja dalam kurun waktu beberapa bulan.

Harga Tetap jadi Faktor Kunci

Penelitian Populix juga mempelajari faktor-faktor utama yang mendorong muda-mudi ini untuk mencoba kuliner baru. Mayoritas responden yang didominasi oleh milenial mengaku harga terjangkau menjadi faktor pertama yang menarik mereka.

Sedangkan generasi Z cenderung lebih tertarik pada kemasan atau tampilan makanan yang menarik. Dua faktor lainnya adalah bahan dan rasa yang unik (28%) juga viral di media sosial (27%). Tak lupa ketersediaan di aplikasi pesan antar yang turut jadi pertimbangan 10% responden.

“Meskipun rekomendasi influencer maupun food blogger cukup berpengaruh, generasi muda jauh lebih memercayai rekomendasi orang terdekat, seperti teman atau keluarga mereka. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun dorongan eksternal menyumbang pengaruh, pada akhirnya pengalaman pelanggan yang menjadi faktor utama langgengnya sebuah usaha kuliner. Harapannya temuan-temuan di atas dapat mendukung pengembangan usaha-usaha kuliner di Indonesia.,” akhir Indah Tanip. * (Syam/Wah)

Post Views309 Views
Tags: Makanan kekinianMilenialPopulixSurvei

Related Posts

“Yesss” dan “In This Economy” Makin Sering Dipakai, Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Bahasa Kita?
Gaya Hidup

“Yesss” dan “In This Economy” Makin Sering Dipakai, Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Bahasa Kita?

by Pratama
Senin, 14 September 2026
48
Temuan Terbaru Cloudera, Sekitar 80% Perusahaan Menyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data
Teknologi

Temuan Terbaru Cloudera, Sekitar 80% Perusahaan Menyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

by Syamhudi
Rabu, 22 April 2026
14

RECOMMENDED

Pertamina Gaspol Bawa Ratusan Bikers ke MotoGP Mandalika! Tempuh 1.400 Km, Intip Kilang hingga Pabrik Pelumas

Pertamina Gaspol Bawa Ratusan Bikers ke MotoGP Mandalika! Tempuh 1.400 Km, Intip Kilang hingga Pabrik Pelumas

11 Oktober 2026
3
Cedera Mengintai Penggemar Olahraga! Physiorehab Buka Klinik ke-13, Bidik Pasar Rehabilitasi di Jakarta Barat

Cedera Mengintai Penggemar Olahraga! Physiorehab Buka Klinik ke-13, Bidik Pasar Rehabilitasi di Jakarta Barat

11 Oktober 2026
5

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    606 shares
    Share 242 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    407 shares
    Share 163 Tweet 102
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    400 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    367 shares
    Share 147 Tweet 92
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM