Penulis: Martha Margaretha – Analis Market
Jakarta, Mediaprofesi.id – Harga emas telah mencatatkan rekor tertinggi baru-baru ini, dipicu oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve AS (The Fed) dan meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok.
Pada 14 Oktober 2025, harga emas spot mencapai $4.179,48 per ounce, sementara kontrak berjangka AS untuk Desember diperdagangkan di sekitar $4.187,50. Lonjakan ini sebagian besar didorong oleh permintaan aset safe-haven di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi, termasuk penutupan pemerintah AS dan pernyataan dovish dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell.
Dengan pasar tenaga kerja yang masih lesu dan inflasi di atas target, investor memperkirakan dua pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun.
Selain itu, harga perak juga mencatatkan rekor tertinggi, mencapai $53,60 per ounce pada 14 Oktober 2025, sebelum sedikit turun. Kenaikan ini dipicu oleh kombinasi ketegangan geopolitik, kekurangan pasokan, dan meningkatnya permintaan sebagai aset safe-haven.
Analis dari Bank of America dan Société Générale memproyeksikan harga emas dapat mencapai $5.000 per ounce pada tahun 2026, didorong oleh faktor-faktor seperti pembelian bank sentral, ketegangan geopolitik, de-dolarisasi, dan aliran dana ke ETF emas.
Prospek Pertemuan Trump dan Xi Jinping
Presiden AS Donald Trump tetap berencana untuk bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan pada akhir Oktober 2025. Meskipun ketegangan perdagangan meningkat, termasuk ancaman tarif 100% dari AS dan pembatasan ekspor mineral langka oleh Tiongkok, kedua negara telah melakukan pembicaraan tingkat kerja dan menunjukkan kesediaan untuk meredakan ketegangan.
Namun, Tiongkok menanggapi keras tuduhan AS bahwa mereka sengaja merugikan ekonomi global, dengan bersumpah untuk “berjuang sampai akhir” dalam negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung.
- Arah Emas dan Dampaknya
- Dampak pada Pasar Emas
Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh ketegangan perdagangan ini telah mendorong investor untuk beralih ke aset yang dianggap lebih aman, seperti emas. Harga emas mencapai rekor tertinggi baru-baru ini, dengan harga spot mencapai $4.186,68 per ounce pada 15 Oktober 2025, dan kontrak berjangka AS untuk Desember diperdagangkan di sekitar $4.192,90.
Lonjakan ini sebagian besar didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve AS dan ketegangan perdagangan AS-Tiongkok yang meningkat.
Selain itu, perak juga mencatatkan rekor tertinggi baru, mencapai $53,55 per ounce pada 14 Oktober 2025, sebelum sedikit turun. Kenaikan ini dipicu oleh kombinasi ketegangan geopolitik, kekurangan pasokan, dan meningkatnya permintaan sebagai aset safe-haven.
Jika pertemuan Trump-Xi menghasilkan kesepakatan atau setidaknya meredakan ketegangan, harga emas mungkin mengalami koreksi. Namun, jika negosiasi gagal dan tarif baru diberlakukan, harga emas dapat terus meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan akan aset safe-haven.
Analis dari Bank of America dan Société Générale memproyeksikan harga emas dapat mencapai $5.000 per ounce pada tahun 2026, didorong oleh faktor-faktor seperti pembelian bank sentral, ketegangan geopolitik, de-dolarisasi, dan aliran dana ke ETF emas.
Secara keseluruhan, meskipun ada harapan untuk de-eskalasi melalui pertemuan yang akan datang, ketidakpastian yang terus berlanjut kemungkinan akan terus mendukung harga emas dalam waktu dekat.
#Disclaimer On
(Syam/Wah) – Foto: Istimewa





