MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 23 April 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 23 April 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Indonesia Sumber Serangan Spam dan Malware Terbesar

Wahyu by Wahyu
Rabu, 11 Februari 2026
in Teknologi
Indonesia Sumber Serangan Spam dan Malware Terbesar
12
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – AwanPintar.id®, platform intelligence ancaman siber nasional dari PT Prosperita Sistem Indonesia, hari ini merilis laporan Indonesia Waspada: Ancaman Digital di Indonesia Semester 2 Tahun 2025.

Laporan ini menemukan serangan siber yang berasal dari dalam negeri meningkat signifikan, menempatkan Indonesia sebagai sumber serangan spam dan malware terbesar di sepanjang tahun 2025. Temuan ini mengindikasikan banyak infrastruktur IT di dalam negeri, seperti server perusahaan, PC, hingga perangkat Internet of Things (IoT), sudah terkompromi dan rentan terhadap eksploitasi.

Laporan AwanPintar.id® mendapati tren serangan siber di Indonesia berada pada level kewaspadaan tinggi dengan jumlah total 234.528.187 serangan di sepanjang semester 2 tahun 2025, atau telah terjadi rata-rata 15 serangan siber per detik.

Serangan ini meningkat signifikan hingga 75,76% dibandingkan semester 1 tahun 2025. Khusus pada bulan Desember 2025, jumlah serangan menyentuh angka 90.590.833, yang kemungkinan dipicu oleh tingginya aktivitas serangan Distributed Denial of Service (DDoS) serta eksploitasi terhadap lalu lintas transaksi ekonomi digital selama periode liburan akhir tahun.

“Laporan AwanPintar.id® menemukan upaya sistematis untuk melumpuhkan kepercayaan publik terhadap ekosistem digital nasional. Pelaku serangan siber dalam negeri tidak lagi hanya bergerak secara individu, melainkan mulai menunjukkan pola kerja sama yang terorganisir untuk menargetkan layanan publik dan platform ekonomi,” ucap Yudhi Kukuh, founder AwanPintar.id®.

Menurut Yudhi, kondisi ini mencerminkan adanya kebutuhan mendesak untuk memperkuat edukasi literasi keamanan di seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terjebak dalam skema manipulasi yang dibuat oleh pelaku local.

Makin Agresifnya Upaya Melumpuhkan Infrastruktur Penting

Salah satu serangan yang melonjak signifikan adalah Attempted Administrator Privilege Gain, yaitu upaya untuk mencuri hak akses admin pada sistem Windows, yang naik 57,74% dibandingkan semester 1 2025. Hal ini menunjukkan pelaku serangan siber jauh lebih agresif dalam mengeksploitasi keretanan pada OS yang belum ditambal (patched) dan menggunakan serangan yang lebih canggih seperti DDoS untuk melumpuhkan infrastruktur yang penting.

Bertahannya botnet Mirai terindikasi memberikan sumbangsih yang besar pada kenaikan serangan ini. Botnet Mirai adalah ancaman siber yang terdeteksi aktif kembali sejak semester 1 2025. Botnet yang pertama kali terdeteksi pada 2016 ini muncul kembali dalam wajah yang lebih canggih dan lebih agresif. Botnet berbasis Linux ini aktif menginfeksi berbagai perangkat IoT lalu dijadikan jaringan botnet untuk melancarkan serangan DDoS dalam skala besar.

Penjahat siber juga terdeteksi fokus memanfaatkan pintu belakang (backdoor) untuk merebut hak akses admin tanpa terdeteksi lalu mengeksekusi ransomware atau melakukan pencurian data. Dominasi backdoor DoublePulsar yang mencapai hampir 100 persen menunjukkan bahwa infrastruktur digital di Indonesia masih sangat rentan terhadap eksploitasi dan menjadi peringatan keras bagi pengelola IT untuk segera melakukan audit keamanan pada OS yang usang dan menutup celah kerentanan. Serangan yang memanfaatkan DoublePulsar terkenal sangat tersembunyi dan tidak disadari.

Indonesia Pengirim Spam dan Malware Terbesar

Sementara itu, serangan spam dan malware di Indonesia di sepanjang tahun 2025 menunjukkan pola yang dinamis. Setelah cukup aktif di kuartal pertama, serangan spam melonjak pada bulan Juli (mencapai 36,34%, dari sebelumnya pada kisaran 19-24% pada semester 1 2025) yang menunjukkan adanya kampanye spam masif yang menargetkan Indonesia. Spam email masih menjadi instrumen utama yang dipakai oleh penyerang karena biayanya murah dan memiliki daya hancur tinggi melalui skema phishing.

Indonesia menjadi negara pengirim spam terbesar (melonjak jadi 56,29% dari 21,45% pada semester 1 2025) yang menunjukkan banyak IP publik, server, hingga perangkat IoT di Indonesia yang telah dikompromi dan dipakai oleh penjahat siber sebagai mesin pengirim spam massal.

Sementara intensitas serangan malware menunjukkan pola yang lebih fluktuatif. Setelah meledak pada awal tahun 2025, serangan malware sempat melandai sebelum melonjak lagi pada bulan Juni, tepat sebelum ledakan spam di bulan Juli. Hal ini mengindikasikan bahwa distribusi malware dilakukan lebih awal untuk mempersiapkan infrastruktur botnet sebelum serangan massal spam dijalankan. Memasuki semester kedua, aktivitas malware menurun drastis bahkan menyentuh angka 0,30% di bulan Desember 2025.

Indonesia lagi-lagi menjadi pengirim serangan malware terbanyak (61,32%). Hal ini menunjukkan bahwa banyak infrastruktur di dalam negeri, seperti server perusahaan, PC, hingga perangkat IoT, telah terinfeksi dan dijadikan ‘zombie’ untuk menyebarkan malware.

Peningkatan Tajam Eksploitasi Celah Keamanan Siber

Laporan AwanPintar.id® menemukan pergeseran dalam upaya eksploitasi terhadap celah keamanan siber atau Common Vulnerabilities & Exposures (CVE). Penyerang mulai beralih dari kerentanan lama dan mencoba mengeksploitasi kerentanan pada protokol jaringan dan infrastruktur yang penting. Bahkan produk yang banyak digunakan oleh UKM dan konsumen tak luput dari incaran mereka, karena dianggap memiliki pengawasan yang lemah.

Salah satunya adalah lonjakan eksploitasi pada CVE-2020-11900 (kerentanan pada tumpukan TCP/IP Treck), yang meroket dari 1,39% menjadi 22,97% (naik 21,58%), dan ancaman terhadap CVE-2018-13379 yang menargetkan infrastruktur VPN (Fortinet), yang mencapai 20,12%. Penyerang juga terdeteksi mengeksploitasi CVE yang terkait React Server Components untuk pengembangan web modern.

Selain itu, ada tren baru yang menunjukkan kecepatan para aktor dalam merespons celah keamanan yang baru dipublikasikan. Dari pantauan terhadap CVE yang baru dirilis pada tahun 2025, makin banyak CVE yang langsung dieksploitasi di bulan yang sama, terutama CVE yang berkaitan dengan perangkat IoT dan sistem komunikasi. Hal ini menunjukkan makin agresifnya para penyerang untuk melumpuhkan atau menyusup ke jaringan internal, serta mulai membidik infrastruktur aplikasi modern alih-alih sekadar menyerang aplikasi lama.

AwanPintar.id® merekomendasikan perusahaan untuk melakukan update pada firmware perangkat jaringan dan melakukan audit terhadap akses VPN untuk memitigasi risiko pencurian kredensial yang sedang marak. Organisasi juga disarankan untuk memprioritaskan patching pada layanan yang terbuka ke publik.

“Ketahanan siber nasional saat ini berada pada titik yang krusial di mana pertahanan pasif saja tidak lagi mencukupi. Industri dan perusahaan perlu mengadopsi budaya keamanan digital yang lebih proaktif dengan menerapkan manajemen kerentanan yang ketat,” ucap Yudhi Kukuh, memungkas. * (Syam/Wah)

Post Views114 Views
Tags: Ancaman DigitalAwanPintarInternet of Things (IoT)Malwareplatform intelligence ancaman siberPT Prosperita Sistem Indonesiaserangan siberserangan spam

Related Posts

Samsung Innovation Campus Batch 7 Umumkan Dua Tim Terbaik Pengembang Solusi AI dan IoT untuk Talenta Digital Indonesia
Sosialita

Samsung Innovation Campus Batch 7 Umumkan Dua Tim Terbaik Pengembang Solusi AI dan IoT untuk Talenta Digital Indonesia

by Pratama
Minggu, 22 Februari 2026
16
Awan Pintar Optimalkan AI dan Machine Learning untuk Mengurai Masifnya Serangan Siber di Indonesia
Teknologi

Awan Pintar Optimalkan AI dan Machine Learning untuk Mengurai Masifnya Serangan Siber di Indonesia

by Pratama
Jumat, 28 November 2025
16

RECOMMENDED

Kia EV9 GT Raih Peringkat Pertama Uji Komparatif Auto Bild Jerman

Kia EV9 GT Raih Peringkat Pertama Uji Komparatif Auto Bild Jerman

23 April 2026
4
50 Tahun Volkswagen Golf GTI Melesat Tanpa Henti

50 Tahun Volkswagen Golf GTI Melesat Tanpa Henti

23 April 2026
11

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    569 shares
    Share 228 Tweet 142
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    359 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM