MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 10 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 10 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Mirae Asset Sebut Rupiah Jadi Kunci Arah IHSG

Wahyu by Wahyu
Jumat, 8 Mei 2026
in Ekonomi
Mirae Asset Sebut Rupiah Jadi Kunci Arah IHSG
24
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan domestik masih cenderung berhati-hati meskipun data makroekonomi terbaru menunjukkan kinerja yang lebih baik dari ekspektasi.

Hal ini tercermin dari pergerakan pasar yang belum sepenuhnya mencerminkan fundamental ekonomi yang solid, di tengah tekanan eksternal yang masih berlangsung.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,22% ke level 7.057,11 pada perdagangan Selasa (5/5/2026), melanjutkan rebound dari posisi 6.971,95 pada hari sebelumnya. Penguatan ini terjadi setelah rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal I 2026 yang tumbuh 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui ekspektasi pasar.

Namun demikian, investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp518,39 miliar di seluruh pasar pada hari yang sama. Nilai tukar rupiah juga tetap berada dalam tekanan dan sempat menembus level 17.400 per dolar AS.

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menyampaikan bahwa penguatan IHSG masih sejalan dengan sentimen global dan belum mencerminkan perubahan fundamental yang signifikan.

“Masih terlalu dini untuk mengasumsikan bahwa penguatan ini akan berlanjut, mengingat aliran dana asing masih mencatatkan outflow dan belum terdapat katalis baru yang cukup kuat untuk mengubah arah pasar,” ujarnya.

Menurutnya, stabilitas nilai tukar menjadi faktor kunci dalam menarik kembali minat investor asing. “Selama volatilitas rupiah masih tinggi, investor global cenderung akan tetap berhati-hati dalam meningkatkan eksposur terhadap aset berdenominasi rupiah. Stabilisasi nilai tukar akan menjadi prasyarat penting untuk melihat pembalikan aliran dana asing yang lebih berkelanjutan,” tambah Rully.

Sementara itu, Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Novani Karina Saputri, menilai pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama didorong kuat oleh belanja pemerintah dan konsumsi rumah tangga selama periode Ramadan-Lebaran.

“Pertumbuhan 5,61% YoY ini ditopang oleh akselerasi belanja pemerintah yang meningkat signifikan hingga sekitar 21,8% YoY, serta konsumsi domestik yang solid. Strategi frontloading stimulus fiskal turut memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi di awal tahun,” ujar Novani.

Ia menambahkan, secara kuartalan ekonomi masih mengalami kontraksi sekitar 0,8% QoQ yang mengindikasikan adanya faktor musiman. “Kami melihat pertumbuhan berpotensi mengalami normalisasi pada kuartal berikutnya seiring meredanya efek Ramadan-Lebaran dan berkurangnya dampak frontloading fiskal,” katanya.

Dari sisi eksternal, tekanan mulai terlihat melalui perlambatan ekspor dan peningkatan impor yang lebih kuat, serta kontraksi pada sektor pertambangan akibat pelemahan harga komoditas global. Ke depan, Novani memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% sepanjang 2026, seiring inflasi yang relatif terkendali dan pertumbuhan yang masih solid.

Namun, ia mengingatkan bahwa risiko tetap ada, terutama jika tekanan terhadap rupiah berlanjut dan harga minyak tetap tinggi, yang berpotensi mendorong kebijakan moneter yang lebih ketat.

Pasar akan mencermati sejumlah katalis utama ke depan, termasuk hasil Market Accessibility Review MSCI pada Juni 2026 serta konsistensi kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah. * (Syam/Wah)

Post Views217 Views
Tags: IHSGInvestorMirae AssetMSCIPasar SahamRupiahSekuritas

Related Posts

Penipuan Digital Menggila, Mirae Asset Gelontorkan Hampir Rp10 Miliar untuk Perkuat Benteng Siber
Ekonomi

Penipuan Digital Menggila, Mirae Asset Gelontorkan Hampir Rp10 Miliar untuk Perkuat Benteng Siber

by Pratama
Sabtu, 10 Oktober 2026
9
Utang AS Tembus US$40,2 Triliun, Investor Global Mulai Geser Dana ke Obligasi Indonesia
Ekonomi

Utang AS Tembus US$40,2 Triliun, Investor Global Mulai Geser Dana ke Obligasi Indonesia

by Pratama
Senin, 5 Oktober 2026
12

RECOMMENDED

Inggris Punya Legenda, China Bawa Teknologi! Freelander 8 Siap Mengguncang Persaingan Suv Premium Global

Inggris Punya Legenda, China Bawa Teknologi! Freelander 8 Siap Mengguncang Persaingan Suv Premium Global

10 Oktober 2026
5
JETOUR Tantang Tren Modifikasi SUV! T1 i-DM Tampil Nyentrik, T2 Makin Gahar

JETOUR Tantang Tren Modifikasi SUV! T1 i-DM Tampil Nyentrik, T2 Makin Gahar

10 Oktober 2026
10

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    605 shares
    Share 242 Tweet 151
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    407 shares
    Share 163 Tweet 102
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    400 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    367 shares
    Share 147 Tweet 92
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM