Jakarta, Mediaprofesi.id – IHSG kembali ditutup melemah 0,9% ke level 6.905,6. Tekanan jual dari investor asing juga masih cukup besar dengan nilai net sell sekitar Rp659 miliar.
“Kondisi ini menunjukkan perhatian pasar mulai bergeser, dari sebelumnya fokus pada isu royalti tambang, kini mengarah ke tekanan pada sejumlah saham big caps,” ujar Rully Arya Wisnubroto, Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
Penundaan kenaikan tarif royalti mineral oleh Kementerian ESDM memang sempat memberi angin segar bagi sektor tambang. Namun, langkah tersebut belum cukup kuat untuk menghilangkan kekhawatiran investor terhadap risiko kebijakan pemerintah di sektor ini. Akibatnya, saham-saham tambang belum mampu mencatatkan penguatan signifikan.
Di sisi lain, pasar kini lebih memperhatikan potensi dampak dari review MSCI serta normalisasi valuasi pada beberapa saham besar seperti BMRI, DSSA, dan BREN. Tekanan pada saham-saham tersebut membuat peluang rebound IHSG masih cukup terbatas.
Tekanan juga datang dari pelemahan rupiah yang kembali bergerak di atas Rp17.400 per dolar AS. Hal ini menandakan sikap risk off terhadap aset berbasis rupiah masih berlangsung, meskipun indeks dolar AS mulai mengalami koreksi dalam dua hari terakhir.
Secara keseluruhan, pasar masih bergerak hati-hati. Investor cenderung menunggu kepastian arah kebijakan dan kondisi global sebelum kembali masuk lebih agresif ke pasar saham Indonesia. * (Syam/Pra)





