MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 26 Juli 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 26 Juli 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Rupiah Melemah dan Dana Asing Kabur, Ada Apa dengan Pasar RI?

Syamhudi by Syamhudi
Jumat, 29 Mei 2026
in Ekonomi
Rupiah Melemah dan Dana Asing Kabur, Ada Apa dengan Pasar RI?
14
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Pasar keuangan Indonesia sedang berada dalam masa yang tidak nyaman. Tekanan datang dari berbagai arah, mulai dari gejolak global, pelemahan Rupiah, hingga derasnya arus dana asing keluar dari pasar domestik.

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai kondisi ini membuat pasar masih berada dalam fase rentan, meski sempat muncul penguatan teknikal di awal pekan.

Sepanjang perdagangan 18–22 Mei 2026, IHSG anjlok 8,35% dan ditutup di level 6.162,04. Dalam waktu hanya sepekan, kapitalisasi pasar menyusut sekitar Rp1.190 triliun menjadi Rp10.635 triliun. Tekanan jual investor asing juga terlihat semakin agresif.

Salah satu pemicu utama datang dari rebalancing MSCI yang efektif berlaku mulai 1 Juni 2026. Enam saham Indonesia dikeluarkan dari Global Standard Index, memicu potensi capital outflow hingga USD1,7 miliar.

Pasar juga mulai dihantui kekhawatiran lebih besar, yakni risiko Indonesia turun status dari Emerging Market menjadi Frontier Market apabila persoalan struktural tak segera dibenahi.

Pada perdagangan Senin (25/5/2026), IHSG memang sempat menguat 0,72% ke level 6.206,35 berkat dorongan saham-saham big caps seperti AMMN, BBRI, dan BBCA. Namun, penguatan itu belum mampu menghapus kekhawatiran pasar karena investor asing masih membukukan net sell sekitar Rp2,2 triliun. Di saat yang sama, Rupiah kembali melemah hingga Rp17.744 per dolar AS.

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai rebound yang terjadi saat ini masih bersifat teknikal dan belum ditopang arus modal asing yang kuat.

“Selama volatilitas Rupiah masih tinggi dan foreign outflow belum mereda, investor global cenderung tetap defensif terhadap aset domestik. Penguatan pasar saat ini masih relatif rapuh,” ujarnya.

Menurut Rully, pasar kini mulai mengalihkan fokus dari isu inflasi menuju kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi. Hal itu terlihat dari pergerakan yield obligasi domestik setelah Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin.

Fenomena flattening yield curve atau pendataran kurva imbal hasil disebut menjadi sinyal bahwa pasar mulai mengantisipasi perlambatan ekonomi ke depan. Yield tenor pendek yang naik mencerminkan likuiditas domestik makin ketat, sementara yield tenor panjang yang cenderung tertahan menunjukkan pasar mulai berhitung terhadap potensi pelemahan pertumbuhan dalam jangka menengah.

“Pasar sekarang tidak hanya melihat arah suku bunga, tetapi juga mempertimbangkan daya tahan pertumbuhan ekonomi domestik di tengah biaya dana yang meningkat dan tekanan eksternal yang masih tinggi,” tambahnya.

Dari sisi eksternal, Fixed Income Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jessica Tasijawa, menyoroti membengkaknya defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang mencapai USD9,1 miliar pada kuartal I 2026. Sementara itu, defisit transaksi berjalan melebar menjadi 1,1% terhadap PDB, terdalam sejak kuartal III 2020.

Jessica menilai tekanan terhadap Rupiah tidak hanya dipicu sentimen global, tetapi juga ketidakseimbangan eksternal domestik yang makin melebar. Kondisi itu diperparah oleh melemahnya permintaan ekspor dari negara mitra utama seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah dan Bank Indonesia akan mulai menerapkan aturan DHE SDA pada 1 Juni 2026. Kebijakan ini mewajibkan eksportir menempatkan devisa hasil ekspor di dalam negeri selama 12 bulan, dengan 50% hasil ekspor harus dikonversi ke Rupiah melalui bank domestik.

“Efektivitas implementasinya akan menjadi salah satu faktor yang dicermati pasar dalam beberapa bulan ke depan,” kata Jessica.

Di tengah tekanan tersebut, Mirae Asset memperkirakan Bank Indonesia masih akan mempertahankan suku bunga di level 5,25% hingga akhir 2026 demi menjaga stabilitas Rupiah dan daya tarik investasi di pasar domestik. * (Syam)

Post Views123 Views
Tags: Dana AsingInvestorMirae AssetMSCIRupiahSekuritas

Related Posts

Pariwisata Indonesia Diuji Tekanan Ekonomi Global, Ini Strategi agar Tetap Kompetitif
Gaya Hidup

Pariwisata Indonesia Diuji Tekanan Ekonomi Global, Ini Strategi agar Tetap Kompetitif

by Syamhudi
Sabtu, 25 Juli 2026
7
Usai Rebound, Apa yang Akan Menentukan Nasib IHSG di Semester II-2026?
Ekonomi

Usai Rebound, Apa yang Akan Menentukan Nasib IHSG di Semester II-2026?

by Syamhudi
Rabu, 22 Juli 2026
13

RECOMMENDED

Tak Perlu ke Kota Besar, Warga Gowa dan Luwu Timur Kini Bisa Nikmati Layanan Resmi Honda

Tak Perlu ke Kota Besar, Warga Gowa dan Luwu Timur Kini Bisa Nikmati Layanan Resmi Honda

25 Juli 2026
6
Mau ke GIIAS 2026? Simak Akses, Lokasi Parkir, hingga Shuttle Bus Gratis

Mau ke GIIAS 2026? Simak Akses, Lokasi Parkir, hingga Shuttle Bus Gratis

25 Juli 2026
6

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    582 shares
    Share 233 Tweet 146
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    383 shares
    Share 153 Tweet 96
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    376 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    344 shares
    Share 138 Tweet 86
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    343 shares
    Share 137 Tweet 86
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM