MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 16 September 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 16 September 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Pariwisata Indonesia Diuji Tekanan Ekonomi Global, Ini Strategi agar Tetap Kompetitif

Syamhudi by Syamhudi
Sabtu, 25 Juli 2026
in Gaya Hidup
Pariwisata Indonesia Diuji Tekanan Ekonomi Global, Ini Strategi agar Tetap Kompetitif
57
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Industri pariwisata Indonesia tengah menghadapi ujian berat. Pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi global, hingga meningkatnya biaya perjalanan menjadi tantangan yang harus dihadapi agar sektor ini tetap mampu tumbuh dan bersaing di tingkat internasional.

Melihat kondisi tersebut, Program Doktor Ilmu Komunikasi Angkatan ke-35 (DIK-35) Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid menggelar Seminar Internasional bertajuk “Prospects of the Tourism Industry Amid Economic Challenges” di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (24/7). Forum ini mempertemukan pembuat kebijakan, akademisi, dan pelaku industri untuk mencari strategi memperkuat daya saing pariwisata nasional.

Pariwisata selama ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Indonesia melalui kontribusi terhadap devisa negara, penciptaan lapangan kerja, serta pemberdayaan UMKM. Namun, tekanan ekonomi global membuat industri ini harus beradaptasi lebih cepat agar tetap menarik bagi wisatawan sekaligus menguntungkan bagi pelaku usaha.

Kepala Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid, Dr. Prasetya Yoga Santoso, menegaskan bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi atau nilai ekonomi semata.

“Pariwisata juga berbicara tentang membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan manfaat bersama bagi masyarakat. Komunikasi yang efektif menjadi kunci untuk menyelaraskan kepentingan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan mitra internasional agar setiap kebijakan maupun kolaborasi mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Internasional DIK-35 Universitas Sahid, Dyah Hestu Lestari, berharap seminar tersebut tidak berhenti pada tataran diskusi.

“Kami ingin forum ini menghasilkan rekomendasi yang implementatif sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi baru untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri pariwisata Indonesia,” katanya.

Seminar menghadirkan Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, M.Si., Wakil Ketua Komisi X DPR RI, sebagai keynote speaker. Diskusi panel juga diisi oleh Prof. Dr. Zainuddin Maliki, M.Si., Penasihat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal; Ahmad Fajar, Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC); Pauline Suharno, Ketua Umum ASTINDO; serta Herman Courbois, General Manager Hotel Grand Sahid Jaya.

Para narasumber membahas berbagai isu strategis, mulai dari pengembangan desa wisata, diversifikasi pasar, investasi, perlindungan konsumen, hingga langkah memperkuat daya saing industri pariwisata Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Melalui seminar ini, Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan mitra internasional.

Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan menjadi masukan bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan yang mampu menjaga keberlanjutan sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia. * (Syam)

Post Views139 Views
Tags: Ekonomi GlobalIndustri PariwisataPascasarjana Universitas SahidRupiah

Related Posts

Pasar Mulai Menguat, Tapi Jangan Asal Agresif: Ini Strategi Portofolio yang Disarankan
Ekonomi

Pasar Mulai Menguat, Tapi Jangan Asal Agresif: Ini Strategi Portofolio yang Disarankan

by Pratama
Selasa, 8 September 2026
19
BI Tahan Suku Bunga 5,75%, Rupiah dan IHSG Kompak Menguat
Ekonomi

BI Tahan Suku Bunga 5,75%, Rupiah dan IHSG Kompak Menguat

by Syamhudi
Senin, 24 Agustus 2026
30

RECOMMENDED

Enam Mode di iCAR V23 Punya Tugas Berbeda, dari Hemat Energi hingga Taklukkan Medan

Enam Mode di iCAR V23 Punya Tugas Berbeda, dari Hemat Energi hingga Taklukkan Medan

15 September 2026
13
Ganti Menteri Keuangan di Tengah IHSG Re-Rating 18%, Mirae Asset Ingatkan Investor Makin Selektif

Ganti Menteri Keuangan di Tengah IHSG Re-Rating 18%, Mirae Asset Ingatkan Investor Makin Selektif

15 September 2026
19

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    599 shares
    Share 240 Tweet 150
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    400 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    392 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    362 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    360 shares
    Share 144 Tweet 90
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM