MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 25 Juli 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 25 Juli 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Pariwisata Indonesia Diuji Tekanan Ekonomi Global, Ini Strategi agar Tetap Kompetitif

Syamhudi by Syamhudi
Sabtu, 25 Juli 2026
in Gaya Hidup
Pariwisata Indonesia Diuji Tekanan Ekonomi Global, Ini Strategi agar Tetap Kompetitif
7
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Industri pariwisata Indonesia tengah menghadapi ujian berat. Pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi global, hingga meningkatnya biaya perjalanan menjadi tantangan yang harus dihadapi agar sektor ini tetap mampu tumbuh dan bersaing di tingkat internasional.

Melihat kondisi tersebut, Program Doktor Ilmu Komunikasi Angkatan ke-35 (DIK-35) Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid menggelar Seminar Internasional bertajuk “Prospects of the Tourism Industry Amid Economic Challenges” di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (24/7). Forum ini mempertemukan pembuat kebijakan, akademisi, dan pelaku industri untuk mencari strategi memperkuat daya saing pariwisata nasional.

Pariwisata selama ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Indonesia melalui kontribusi terhadap devisa negara, penciptaan lapangan kerja, serta pemberdayaan UMKM. Namun, tekanan ekonomi global membuat industri ini harus beradaptasi lebih cepat agar tetap menarik bagi wisatawan sekaligus menguntungkan bagi pelaku usaha.

Kepala Program Studi Doktor Ilmu Komunikasi Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid, Dr. Prasetya Yoga Santoso, menegaskan bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi atau nilai ekonomi semata.

“Pariwisata juga berbicara tentang membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan manfaat bersama bagi masyarakat. Komunikasi yang efektif menjadi kunci untuk menyelaraskan kepentingan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan mitra internasional agar setiap kebijakan maupun kolaborasi mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar Internasional DIK-35 Universitas Sahid, Dyah Hestu Lestari, berharap seminar tersebut tidak berhenti pada tataran diskusi.

“Kami ingin forum ini menghasilkan rekomendasi yang implementatif sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi baru untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri pariwisata Indonesia,” katanya.

Seminar menghadirkan Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, M.Si., Wakil Ketua Komisi X DPR RI, sebagai keynote speaker. Diskusi panel juga diisi oleh Prof. Dr. Zainuddin Maliki, M.Si., Penasihat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal; Ahmad Fajar, Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC); Pauline Suharno, Ketua Umum ASTINDO; serta Herman Courbois, General Manager Hotel Grand Sahid Jaya.

Para narasumber membahas berbagai isu strategis, mulai dari pengembangan desa wisata, diversifikasi pasar, investasi, perlindungan konsumen, hingga langkah memperkuat daya saing industri pariwisata Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Melalui seminar ini, Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan mitra internasional.

Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan menjadi masukan bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan yang mampu menjaga keberlanjutan sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia. * (Syam)

Post Views13 Views
Tags: Ekonomi GlobalIndustri PariwisataPascasarjana Universitas SahidRupiah

Related Posts

Eropa Dilanda Gelombang Panas 40°C, Ini Dampaknya ke Harga Minyak, Emas, dan Pasar Saham
Ekonomi

Eropa Dilanda Gelombang Panas 40°C, Ini Dampaknya ke Harga Minyak, Emas, dan Pasar Saham

by admin
Sabtu, 4 Juli 2026
22
Rupiah Tertekan dan Suku Bunga Naik, Samuel Sekuritas Sarankan Investor Lebih Defensif
Ekonomi

Rupiah Tertekan dan Suku Bunga Naik, Samuel Sekuritas Sarankan Investor Lebih Defensif

by Syamhudi
Jumat, 3 Juli 2026
32

RECOMMENDED

Tak Perlu ke Kota Besar, Warga Gowa dan Luwu Timur Kini Bisa Nikmati Layanan Resmi Honda

Tak Perlu ke Kota Besar, Warga Gowa dan Luwu Timur Kini Bisa Nikmati Layanan Resmi Honda

25 Juli 2026
6
Mau ke GIIAS 2026? Simak Akses, Lokasi Parkir, hingga Shuttle Bus Gratis

Mau ke GIIAS 2026? Simak Akses, Lokasi Parkir, hingga Shuttle Bus Gratis

25 Juli 2026
6

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    582 shares
    Share 233 Tweet 146
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    383 shares
    Share 153 Tweet 96
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    376 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    344 shares
    Share 138 Tweet 86
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    343 shares
    Share 137 Tweet 86
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM