MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 21 Agustus 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 21 Agustus 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Mirae Asset: RAPBN 2027 Jadi Penentu, Pasar Saham Mulai Bangkit

Wahyu by Wahyu
Jumat, 21 Agustus 2026
in Ekonomi
Mirae Asset: RAPBN 2027 Jadi Penentu, Pasar Saham Mulai Bangkit
8
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Pasar saham domestik mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan di tengah perhatian investor terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah dalam RAPBN 2027. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatat IHSG menguat 1,7% ke level 6.502, sementara Rupiah bergerak menguat ke sekitar Rp17.746 per dolar AS.

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan kualitas penguatan IHSG juga mulai membaik. Kenaikan indeks kini tidak lagi hanya ditopang satu saham. AMMN dan BRMS menjadi penopang utama seiring kuatnya harga emas, disusul BBCA dan BBRI.

“Momentum IHSG membaik, tetapi kenaikan global yields, volatilitas yen, dan potensi unwind carry trade tetap menjadi risiko eksternal utama,” ujar Rully.

Harga emas yang bertahan di sekitar US$4.500 per troy ounce turut menjadi katalis bagi saham berbasis emas. Namun, risiko inflasi akibat kenaikan harga minyak masih perlu diwaspadai. Di sisi lain, intervensi yen mendorong investor Jepang kembali meningkatkan aktivitas carry trade dan pembelian aset di luar negeri.

Di tengah dinamika global tersebut, Mirae Asset menilai RAPBN 2027 menunjukkan perubahan strategi fiskal pemerintah. Fokus mulai bergeser dari ekspansi program menuju optimalisasi anggaran. Dengan ruang fiskal yang lebih terukur, tantangan utamanya adalah memastikan setiap rupiah belanja mampu memberikan dampak lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah menargetkan defisit fiskal menyempit menjadi Rp671,2 triliun atau 2,4% terhadap PDB. Pendapatan negara diproyeksikan tumbuh 8,6% menjadi Rp3.426 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan belanja sebesar 6,6% menjadi Rp4.097,2 triliun. Meski demikian, pemerintah tetap membidik pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027.

Fixed Income Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Jessica Tasijawa mengatakan tantangan fiskal 2027 bukan lagi meningkatkan kapasitas belanja, melainkan memastikan efektivitasnya. Rata-rata anggaran 10 K/L terbesar diperkirakan berbalik menjadi kontraksi 1,4% pada 2027, dari pertumbuhan 38,5% pada 2026. Belanja pegawai bahkan diproyeksikan turun 34,8%.

“2027 bukan lagi soal meningkatkan belanja, tetapi bagaimana setiap rupiah dapat bekerja lebih keras untuk menghasilkan pertumbuhan yang lebih tinggi,” kata Jessica.

Dari sisi penerimaan, pemerintah menargetkan penerimaan perpajakan mencapai Rp2.908 triliun. PPh diproyeksikan tumbuh 9,9%, sedangkan PPN/PPnBM sebesar 13,4%. Implementasi Coretax, peningkatan kepatuhan, dan aktivitas ekonomi domestik diharapkan menjadi motor penerimaan sehingga ketergantungan pada commodity windfall dapat ditekan.

Sementara itu, efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi membuka ruang realokasi anggaran ke transfer daerah dan program dengan multiplier ekonomi lebih tinggi. Anggaran BGN pada 2027 turun 10,4% menjadi Rp240,2 triliun.

Dari sisi pembiayaan, kebutuhan refinancing pemerintah tetap besar dengan jatuh tempo SBN sekitar Rp878 triliun. Namun, inflow perusahaan asuransi dan dana pensiun sekitar Rp143 triliun berpotensi menjadi penyangga imbal hasil di tengah tambahan pasokan SBN.

Mirae Asset memperkirakan yield SBN 10 tahun berada di kisaran 7,2%-7,5% pada 2027. Namun, jika stabilitas Rupiah membaik dan memberi ruang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga, yield berpeluang turun menuju 6,6%-6,9%.

“Cerita pasar 2027 akan bertumpu pada efektivitas fiskal dalam menjaga pertumbuhan dan stabilitas Rupiah dalam Bank Indonesia untuk menentukan arah kebijakannya,” tutup Jessica. * (Syam/Wah)

Post Views9 Views
Tags: BEIEmasIHSGInvestorMBGMirae AssetPasar SahamRAPBN 2027RupiahSBNSekuritas

Related Posts

Emas Terkoreksi 20%, Mengapa Investor Justru Makin Melirik?
Ekonomi

Emas Terkoreksi 20%, Mengapa Investor Justru Makin Melirik?

by Syamhudi
Kamis, 20 Agustus 2026
17
Tekanan Global Mereda, Investor Kini Mulai Cermati Risiko Dalam Negeri
Ekonomi

Tekanan Global Mereda, Investor Kini Mulai Cermati Risiko Dalam Negeri

by Syamhudi
Selasa, 18 Agustus 2026
22

RECOMMENDED

Mirae Asset: RAPBN 2027 Jadi Penentu, Pasar Saham Mulai Bangkit

Mirae Asset: RAPBN 2027 Jadi Penentu, Pasar Saham Mulai Bangkit

21 Agustus 2026
8
Tiga Cara Bikin Foto Galaxy A57 5G dan A37 5G Makin Tajam, Natural, dan Hemat Baterai

Tiga Cara Bikin Foto Galaxy A57 5G dan A37 5G Makin Tajam, Natural, dan Hemat Baterai

21 Agustus 2026
9

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    592 shares
    Share 237 Tweet 148
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    393 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    385 shares
    Share 154 Tweet 96
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    355 shares
    Share 142 Tweet 89
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    353 shares
    Share 141 Tweet 88
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM