MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 21 Agustus 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 21 Agustus 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Emas Terkoreksi 20%, Mengapa Investor Justru Makin Melirik?

Syamhudi by Syamhudi
Kamis, 20 Agustus 2026
in Ekonomi
Emas Terkoreksi 20%, Mengapa Investor Justru Makin Melirik?
7
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Harga emas mengalami koreksi cukup dalam sepanjang Januari-Juni 2026. Dalam periode tersebut, harga emas terkoreksi sekitar 20%, menjadi koreksi terbesar dalam satu dekade terakhir.

Namun, penurunan harga tersebut tidak serta-merta menghilangkan daya tarik emas di mata investor. Justru, aksi pembelian emas dalam jumlah besar oleh bank sentral di berbagai negara semakin menegaskan posisi emas sebagai aset strategis sekaligus portfolio diversifier.

Menurut Syailendra Research, ada sejumlah alasan mengapa emas tetap menarik di tengah dinamika pasar global.

Pertama, kinerja emas dalam jangka panjang masih unggul.

Meski dikenal sebagai aset yang tidak menghasilkan pendapatan (non-yielding asset), emas mencatatkan rata-rata return 9,7% dalam 15 tahun terakhir. Penguatan terutama terlihat dalam tiga tahun terakhir, didorong oleh tren dedolarisasi, agresivitas pembelian bank sentral, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Kedua, emas dapat menjadi pelindung terhadap pelemahan rupiah.

Dengan pasokan yang terbatas, harga emas memiliki kecenderungan menguat secara struktural dalam jangka panjang. Karakter ini membuat emas berperan sebagai salah satu instrumen lindung nilai ketika nilai tukar rupiah mengalami tekanan.

Bagi investor Indonesia, karakter tersebut menjadi semakin relevan karena pergerakan harga emas juga berkaitan dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Ketiga, cara berinvestasi emas terus berkembang.

Jika sebelumnya masyarakat lebih familiar dengan emas fisik, pilihan investasi kini semakin beragam, mulai dari emas digital hingga Exchange Traded Fund (ETF) emas.

ETF emas menawarkan sejumlah keunggulan, antara lain tidak membutuhkan tempat penyimpanan fisik dan dapat memberikan efisiensi biaya. Instrumen ini juga menawarkan spread harga yang lebih kecil dibandingkan sejumlah alternatif investasi emas lainnya.

Perkembangan tersebut menandai babak baru dalam investasi emas. Investor kini tidak lagi harus memiliki emas secara fisik untuk mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harganya.

Salah satu pilihan yang hadir di pasar adalah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO). Produk ini memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap emas tanpa harus menyimpan emas secara fisik, dengan dukungan kemurnian emas yang terstandardisasi, likuiditas yang terjaga, serta efisiensi biaya.

Di tengah dinamika pasar dan perubahan strategi investasi, emas pun tak lagi sekadar dipandang sebagai aset untuk disimpan. Bagi investor, emas semakin menjadi bagian dari strategi diversifikasi portofolio untuk menghadapi ketidakpastian sekaligus menjaga nilai investasi dalam jangka panjang. * (Syam)

Post Views15 Views
Tags: EmasetfGoldInvestorSyailendra CapitalSyailendra ETF Sharia GoldXSGO

Related Posts

Tekanan Global Mereda, Investor Kini Mulai Cermati Risiko Dalam Negeri
Ekonomi

Tekanan Global Mereda, Investor Kini Mulai Cermati Risiko Dalam Negeri

by Syamhudi
Selasa, 18 Agustus 2026
21
MSCI Tak Ubah Status Indonesia, Investor Kini Menanti Arah Ekonomi Prabowo
Ekonomi

MSCI Tak Ubah Status Indonesia, Investor Kini Menanti Arah Ekonomi Prabowo

by Syamhudi
Selasa, 18 Agustus 2026
15

RECOMMENDED

Bukan Sekadar Ngopi, Indonesia Coffee Expo 2026 Siapkan Bisnis hingga Kompetisi Barista

Bukan Sekadar Ngopi, Indonesia Coffee Expo 2026 Siapkan Bisnis hingga Kompetisi Barista

20 Agustus 2026
4
Kewirausahaan Indonesia Baru 3,29%, Waralaba Jadi Jalan Pintas?

Kewirausahaan Indonesia Baru 3,29%, Waralaba Jadi Jalan Pintas?

20 Agustus 2026
8

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    592 shares
    Share 237 Tweet 148
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    393 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    385 shares
    Share 154 Tweet 96
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    355 shares
    Share 142 Tweet 89
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    352 shares
    Share 141 Tweet 88
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM