Jakarta, Mediaprofesi.id – Kepemimpinan perempuan tak cukup hanya didorong lewat kesetaraan kesempatan. Ruang untuk belajar, keberanian mengambil tanggung jawab, dan kesempatan membuktikan kemampuan menjadi faktor penting untuk melahirkan pemimpin yang kompeten.
Semangat inilah yang terus didorong PT United Tractors Tbk (UT) melalui komitmen Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) atau keberagaman, kesetaraan, dan inklusi di lingkungan kerja.
Bagi UT, membangun tempat kerja yang inklusif bukan hanya tentang menghadirkan karyawan dengan latar belakang berbeda. Lebih dari itu, perusahaan berupaya memastikan setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang, menunjukkan kompetensi, dan mengambil peran lebih besar tanpa dibatasi perbedaan gender.
Salah satu bukti nyata terlihat dari pencapaian Hilma, karyawan UTCall, yang berhasil meraih Bronze Medal kategori The Best Team Leader Digital Small dalam ajang The Best Contact Center Indonesia 2026.
Kompetisi yang berlangsung pada 26 Agustus hingga 12 September 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, tersebut diikuti 735 peserta dari 62 perusahaan dalam berbagai kategori. Penghargaan yang diraih Hilma menjadi pengakuan atas kompetensi dan dedikasinya dalam menjalankan peran sebagai pemimpin tim.
Di tengah tuntutan operasional dan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang, seorang pemimpin tidak hanya dituntut mengejar target. Kemampuan menjaga kualitas kinerja, membangun kolaborasi, serta memastikan pelayanan tetap optimal juga menjadi bagian penting dari tanggung jawabnya.
Pencapaian Hilma sekaligus memperlihatkan bahwa kepemimpinan dapat tumbuh dari berbagai lini pekerjaan. Bukan hanya melalui jabatan strategis, tetapi juga lewat konsistensi menjalankan tanggung jawab, kemampuan menggerakkan tim, dan kemauan untuk terus belajar.
Head of Corporate Communications & Sustainability Division UT, Dianwahyu Sri Purnomo, menegaskan bahwa pengembangan kepemimpinan perempuan harus berjalan beriringan dengan terciptanya lingkungan kerja yang mendukung setiap individu untuk berkembang.
“Bagi saya, kepemimpinan tidak selalu dimulai dari posisi atau jabatan, tetapi dari kemauan untuk terus belajar, mengambil tanggung jawab, dan memberikan dampak positif bagi orang lain. Karena itu, penting bagi kita untuk menciptakan lingkungan yang memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk berkembang dan percaya pada kemampuannya sendiri,” ujar Dianwahyu.
Ia menilai pencapaian Hilma menjadi contoh bahwa dedikasi dan kesempatan yang tepat dapat membantu seseorang menunjukkan potensi terbaiknya.
Melalui komitmen DEI, UT terus mendorong karyawan untuk bertumbuh, berkontribusi, dan memberikan kinerja terbaik. Upaya ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas individu, tetapi juga membangun lingkungan kerja yang terbuka terhadap beragam perspektif.
Bagi UT, keberhasilan Hilma bukan hanya soal medali yang dibawa pulang. Pencapaian tersebut juga menunjukkan bahwa ketika kompetensi, dedikasi, dan kesempatan bertemu, kepemimpinan dapat tumbuh dari mana saja dan memberikan dampak nyata bagi perusahaan maupun pelanggan. * (Syam/Pra)





