MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 5 November 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 5 November 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Dana Asing USD8–11 Miliar Terancam Kabur, Status Indonesia di MSCI Jadi Bom Waktu IHSG

Wahyu by Wahyu
Kamis, 5 November 2026
in Ekonomi
Dana Asing USD8–11 Miliar Terancam Kabur, Status Indonesia di MSCI Jadi Bom Waktu IHSG
31
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Tekanan terhadap pasar saham Indonesia berpotensi semakin dalam. Ketidakpastian status Indonesia dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI), terutama risiko penurunan klasifikasi menjadi Standalone Market, bisa memicu gelombang keluarnya dana asing dan menekan valuasi saham domestik hingga Juni 2027.

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai risiko tersebut perlu diwaspadai investor. Pasalnya, perubahan status Indonesia di MSCI bukan hanya menyangkut reputasi pasar modal, tetapi juga berpotensi mengubah aliran investasi global ke Tanah Air.

Gambaran rapuhnya pasar terlihat pada perdagangan Selasa (3/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok 3,78% ke level 4.904. Tekanan jual terjadi secara masif, dengan 624 saham melemah dan hanya 57 saham menguat.

Investor asing turut mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp760 miliar, terutama pada saham BBRI, ANTM, dan BUMI.

Kondisi ini terjadi meskipun sejumlah indikator ekonomi domestik menunjukkan perbaikan. Surplus perdagangan September tercatat mencapai USD3,36 miliar, sementara PMI manufaktur Oktober meningkat menjadi 54,0.

Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Wilbert Arifin, bahkan menempatkan kemungkinan Indonesia direklasifikasi menjadi Standalone Market sebagai skenario dasar (base case).

Penilaian tersebut mempertimbangkan posisi default yang secara eksplisit dinyatakan MSCI, perkembangan penegakan hukum terhadap praktik perdagangan terkoordinasi yang dinilai masih tertinggal dibandingkan Turki, serta rekam jejak keputusan MSCI.

Dalam sekitar 20 tahun terakhir, 10 dari 12 konsultasi MSCI terkait penurunan klasifikasi pasar berujung pada reklasifikasi.

Wilbert menegaskan, penegakan hukum terhadap praktik coordinated trading menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam perkembangan status Indonesia.

“Penegakan hukum perlu dilakukan secara masif dan menyeluruh. Perkembangan penanganan praktik tersebut serta dampaknya terhadap kondisi pasar akan menjadi hal penting yang perlu dicermati dalam melihat kemungkinan perubahan keputusan MSCI,” jelasnya.

Jika skenario penurunan klasifikasi benar-benar terjadi, sekitar USD8–11 miliar dana asing berpotensi terdampak. Angka tersebut termasuk sekitar USD3 miliar potensi arus keluar pasif (forced passive outflow), terutama dari sembilan saham yang masuk kategori MSCI Standard.

Risikonya tidak berhenti di situ. Berdasarkan pengalaman historis negara-negara yang mengalami penurunan klasifikasi pasar, Mirae Asset memperkirakan IHSG masih berpotensi mengalami tekanan lanjutan sekitar 20% dalam denominasi dolar AS hingga keputusan MSCI pada Juni 2027. Meski demikian, proyeksi ini merupakan skenario berbasis preseden historis dan bukan kepastian penurunan pasar.

Dari sisi valuasi, IHSG kini diperdagangkan pada rasio forward price-to-earnings (P/E) sekitar 7,3 kali dan price-to-book value (P/BV) 1,36 kali. Penurunan tersebut dinilai lebih mencerminkan proses de-rating akibat tekanan arus dana.

Namun, investor juga perlu mengantisipasi kemungkinan revisi estimasi laba perusahaan, terutama pada saham perbankan berkapitalisasi besar yang memiliki ekspektasi pertumbuhan laba relatif tinggi.

Menghadapi situasi ini, Wilbert menyarankan investor menerapkan strategi wait and see, menjaga likuiditas, serta menyiapkan dana tunai untuk sementara waktu. Investor juga dapat mulai mencermati saham dengan eksposur asing relatif rendah dan potensi dividen tinggi.

Mirae Asset menilai perkembangan kebijakan MSCI, stabilitas rupiah, dan pergerakan arus modal asing akan menjadi faktor penting yang menentukan arah pasar selanjutnya. Di tengah ketidakpastian, selektivitas dengan mempertimbangkan fundamental, likuiditas, dan valuasi emiten menjadi kunci dalam menyusun strategi investasi. * (Syam/Wah)

Post Views16 Views
Tags: dana asing terancam kaburIHSGInvestorMirae AssetMSCIPasar ModalPasar SahamSekuritasStatus Indonesia di MSCI Jadi Bom Waktu IHSG

Related Posts

Ekonomi Indonesia Dikepung Tekanan Global: The Fed Buka Peluang BI Naikkan Bunga, IHSG Ambruk 7,03%
Ekonomi

Ekonomi Indonesia Dikepung Tekanan Global: The Fed Buka Peluang BI Naikkan Bunga, IHSG Ambruk 7,03%

by Pratama
Senin, 2 November 2026
17
Rupiah Tembus Rp18.100, IHSG Kembali Tertekan, Mirae Asset Waspadai Likuiditas dan Margin Bank
Ekonomi

Rupiah Tembus Rp18.100, IHSG Kembali Tertekan, Mirae Asset Waspadai Likuiditas dan Margin Bank

by Pratama
Rabu, 28 Oktober 2026
11

RECOMMENDED

Penjualan Daihatsu Tembus 121 Ribu Unit, Gran Max Menguasai Kontribusi 51% Penjualan

Penjualan Daihatsu Tembus 121 Ribu Unit, Gran Max Menguasai Kontribusi 51% Penjualan

5 November 2026
4
Dana Asing USD8–11 Miliar Terancam Kabur, Status Indonesia di MSCI Jadi Bom Waktu IHSG

Dana Asing USD8–11 Miliar Terancam Kabur, Status Indonesia di MSCI Jadi Bom Waktu IHSG

5 November 2026
31

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    610 shares
    Share 244 Tweet 153
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    375 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    372 shares
    Share 149 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM