MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 28 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 28 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Rupiah Tembus Rp18.100, IHSG Kembali Tertekan, Mirae Asset Waspadai Likuiditas dan Margin Bank

Pratama by Pratama
Rabu, 28 Oktober 2026
in Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.100, IHSG Kembali Tertekan, Mirae Asset Waspadai Likuiditas dan Margin Bank
7
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia kian terasa. Rupiah menembus Rp18.100 per dolar AS, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah di tengah aksi jual investor asing yang melampaui Rp2 triliun dalam sehari. Di balik gejolak ini, sektor perbankan menghadapi tantangan lain: perlambatan kredit dan kenaikan biaya pendanaan yang berpotensi menekan margin keuntungan.

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai tekanan jual asing, pelemahan rupiah, serta ketidakpastian usulan reklasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI menjadi faktor yang perlu dicermati investor. Dalam kondisi pasar yang bergejolak, pemilihan saham dengan fundamental pendanaan kuat menjadi semakin penting.

Pada Senin (26/10), IHSG terkoreksi 1,22%, menghapus sebagian kenaikan pekan sebelumnya. Investor asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) lebih dari Rp2 triliun, sedangkan rupiah ditutup di atas Rp18.100 per dolar AS. Pergerakan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek investasi dan kerentanan eksternal Indonesia.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengingatkan bahwa pembelian saham oleh investor domestik sejauh ini membantu menyerap arus dana asing keluar. Namun, kemampuan investor domestik menopang pasar patut dicermati apabila tekanan jual terus membesar.

“Dengan ketidakpastian MSCI yang belum mereda dan tekanan eksternal yang meningkat, kami tetap berhati-hati. Arus dana asing dan stabilitas rupiah akan semakin menentukan kemampuan IHSG mempertahankan pemulihannya,” ujar Rully.

Kredit Melambat, Biaya Dana Meningkat

Tekanan juga membayangi industri perbankan. Riset Mirae Asset mencatat pertumbuhan kredit perbankan melambat menjadi 12,7% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada September 2026, dari 13,3% pada Agustus. Perlambatan terutama dipengaruhi kredit investasi yang terkontraksi 0,2% secara bulanan, antara lain akibat tekanan di sektor konstruksi.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,2% YoY dengan total mencapai Rp9.896 triliun. Rasio dana murah atau current account and savings account (CASA) juga meningkat menjadi 64,9%.

Meski demikian, pertumbuhan simpanan belum sepenuhnya menghilangkan tekanan likuiditas. Kenaikan suku bunga deposito di berbagai tenor berpotensi meningkatkan biaya dana dan menggerus margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perbankan.

Research Analyst Mirae Asset, Muhammad Nurkholis Syafruddin, menilai penurunan rasio kredit terhadap simpanan (loan-to-deposit ratio/LDR) menjadi 91,7% pada September, dari 92,7% pada bulan sebelumnya, belum menunjukkan perbaikan likuiditas yang struktural.

Pasalnya, suku bunga deposito tenor satu bulan telah naik menjadi 5,3%, sedangkan tenor tiga bulan mencapai 5,9%.

“Kami melihat penurunan LDR ini sebagai kelonggaran sementara, bukan perbaikan likuiditas yang struktural. Kenaikan biaya dana juga mengindikasikan potensi tekanan margin ke depan,” jelas Nurkholis.

BBCA dan BRIS Jadi Pilihan, Himbara Dicermati

Di tengah kondisi tersebut, Mirae Asset tetap berpandangan positif terhadap PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Likuiditas yang memadai, basis pendanaan berbiaya rendah, serta kemampuan menjaga NIM menjadi sejumlah faktor pendukung.

Mirae Asset juga melihat prospek positif PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), yang dinilai berpeluang menangkap pertumbuhan permintaan produk keuangan syariah. Bisnis emas menjadi salah satu penopang potensial perseroan.

Sebaliknya, Mirae Asset masih berhati-hati terhadap bank-bank besar milik negara atau Himbara. Ketergantungan yang lebih tinggi pada pendanaan korporasi dan deposito, serta potensi penurunan kualitas aset khususnya di sektor konstruksi, menjadi risiko yang perlu diperhitungkan.

Di tengah volatilitas pasar, investor perlu mencermati arus dana asing, stabilitas rupiah, kekuatan likuiditas, dan kemampuan bank mengendalikan biaya pendanaan. Faktor-faktor tersebut menjadi pertimbangan penting dalam menilai daya tahan saham perbankan menghadapi tekanan pasar. * (Syam/Pra)

Post Views7 Views
Tags: BEIBI RateIHSG Tertekaninvestor asing kaburMirae AssetOJKrupiah tembus Rp18 ribuSekuritaswaspdai likuiditas dan margin bank

Related Posts

Rupiah Ambruk, Asing Lepas Saham Lebih dari Rp2 Triliun, Pemulihan IHSG Kian Terancam
Ekonomi

Rupiah Ambruk, Asing Lepas Saham Lebih dari Rp2 Triliun, Pemulihan IHSG Kian Terancam

by Wahyu
Selasa, 27 Oktober 2026
12
Rupiah Terancam, Minyak Tembus US$116, BI Suntik Likuiditas Rp190 Triliun, IHSG Hadapi Ujian Baru
Ekonomi

Rupiah Terancam, Minyak Tembus US$116, BI Suntik Likuiditas Rp190 Triliun, IHSG Hadapi Ujian Baru

by Syamhudi
Senin, 26 Oktober 2026
12

RECOMMENDED

Panti Lansia Pemerintah Kelebihan Kapasitas 144%, Keluarga Terjepit Biaya Perawatan hingga Rp8,5 Juta per Bulan

Panti Lansia Pemerintah Kelebihan Kapasitas 144%, Keluarga Terjepit Biaya Perawatan hingga Rp8,5 Juta per Bulan

28 Oktober 2026
4
Rupiah Tembus Rp18.100, IHSG Kembali Tertekan, Mirae Asset Waspadai Likuiditas dan Margin Bank

Rupiah Tembus Rp18.100, IHSG Kembali Tertekan, Mirae Asset Waspadai Likuiditas dan Margin Bank

28 Oktober 2026
7

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    374 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM