Jakarta, Mediaprofesi.com – Hari ini (01/12/2020), bertempat di Excelso Plaza Indonesia, bincang santai untuk memperkenalkan Kopi Kalosi Toraja dilakukan bersama dengan media-media di Jakarta, sebagai rangkaian kegiatan untuk memperkenalkan jenis-jenis kopi Single Origin yang menjadi kebanggaan Indonesia dan kafe Excelso.
Kepada media pun dijelaskan tentang arti istilah Single origin yang sangat identik dengan era gelombang kopi ketiga atau third wave coffee.
Kopi yang disuguhkan dengan menggunakan alat seduh syphon brew ini berasal dari perkebunan Excelso di Rante Karua, Tana Toraja dengan ketinggian 1500-1700 meter di atas permukaan laut. Citarasa segar buah-buahan pada sisi lidah dan rasa manis tipis saat diteguk menjadi ciri khas dari kopi ini.
“Istilah single origin secara sederhana dapat diterjemahkan sebagai asal mula, atau tempat pertama kopi itu berasal. Umumnya, single origin mengacu kepada satu wilayah, tempat, atau daerah spesifik dan tak bisa direkayasa,” kata Pangesti Bernardus, Head of Corporate Communication Kapal Api Global.
Kalosi Toraja ini misalnya, ujar Pangesti Bernardus diproduksi dari biji kopi dari perkebunan di Toraja. Bila bibitnya dipindah ke daerah lain, maka aroma kopi yang dihasilkan tidak akan sama.
Dengan teknologi menyeduh kopi yang berbeda, satu jenis kopi yang sama akan menghasilkan aroma, acidity dan body yang berbeda.
Aroma adalah bau khas yang dikeluarkan pada waktu pengadukan lapisan bubuk kopi sesaat setelah penyeduhan, contohnya adalah aroma buah (fruity), aroma bau kacang (nut-like), aroma bunga (herbal) dan sebagainya.
Acidity adalah sensasi keasaman yang menyegarkan bagian dari cita rasa yang terbentuk setelah seduhan dicicipi dan di tahan didalam rongga mulut selama 3-5 detik.
Body adalah sifat kekentalan (mouthfeel) kopi, biasanya dinilai dengan cara menggosokan lidah dengan langit-langit mulut sehingga ada kesan kekentalan dari cairan
“Tujuan dari teknik penyeduhan kopi untuk mendapatkan cita rasa kopi agar sesuai dengan yang kita inginkan Tentu saja mana yang lebih enak akan tergantung pada selera masing masing konsumen,” kata Pangesti Bernardus mengimbuhkan.
Kopi yang diseduh dengan menggunakan coffee press akan menghasilkan seduhan yang baik aroma, acidity dan bodynya terbilang berskala sedang, sementara seduhan dengan coffee machine akan menghasilkan level acidity dan body yang tertinggi, dengan aroma berskala mendium.
Bagi para penggemar kopi yang lebih menikmati kopi melalui aroma harum dan rasa yang lebih asam, dapat memilih cara menyeduh kopi menggunakan alat bernama Syphon Brew.
“Hasil seduhannya akan menghasilkan aroma yang lebih harum, tingkat acidity berskala tinggi, sementara bodynya cenderung tidak kental,” imbuh Iffung sebelum menutup kelas media dengan sessi tanya jawab dan berfoto bersama. * (Syam)





