MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 10 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 10 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Risiko Muatan Berlebih Dalam Penggunaan Mobil Pick Up

Pratama by Pratama
Senin, 28 Juni 2021
in Ekonomi
Risiko Muatan Berlebih Dalam Penggunaan Mobil Pick Up
21
VIEWS

Jakarta, Media-profesi.com – Penggunaan mobil pick up sebagai penunjang kegiatan perekonomian saat ini semakin beragam, seperti untuk menjual makanan atau minuman hingga jasa angkut barang.

Banyaknya peluang usaha yang dapat ditunjang, membuat mobil pick up menjadi alternatif kendaraan komersial nomor satu.

Menguasai pangsa pasar wholesales sebesar 51,6% dan pangsa pasar retail sales sebesar 52,9% selama periode Januari-Mei 2021, New Carry Pick Up yang terkenal sebagai Rajanya Pick Up menjadi kendaraan komersial favorit konsumen yang mengedepankan kenyamanan berkendara, memiliki dimensi yang besar, harga yang terjangkau, irit bahan bakar dan perawatan, dan umur pakai yang lama.

Meski memiliki muatan yang besar, menurut Hariadi, Asst. To Service Dept. Head PT Suzuki Indomobil Sales, penggunaan mobil pick up sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi dari pabrikan, sehingga tidak menimbulkan dampak buruk seperti:

1. Tidak Aman Digunakan

Keselamatan dan keamanan adalah faktor utama yang harus diperhatikan saat berkendara. Muatan yang melebihi kapasitas dapat menghilangkan keseimbangan mobil, sulit saat bermanuver, hingga berisiko besar menyebabkan kecelakaan.

2. Performa Mesin Berkurang

Saat membawa muatan berlebih, mesin dipaksa untuk bekerja lebih keras. Jika dilakukan terus-menerus, dalam jangka panjang hal tersebut berpotensi mengurangi performa mesin dan kendaraan secara keseluruhan.

3. Boros Bahan Bakar

Seperti poin sebelumnya, muatan maksimal yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan membuat mesin bekerja lebih keras agar mobil dapat berjalan mengangkut muatan. Hal ini membuat bahan bakar yang dikeluarkan juga semakin besar dan akhirnya biaya bahan bakar membengkak.

4. Suspensi Tidak Maksimal

Suspensi menjadi tumpuan penting dalam kendaraan. Jika beban terlalu berat atau berlebihan, maka akan berpotensi mengurangi kinerja suspensi sehingga mobil jadi kurang optimal digunakan. Selain itu, kinerja suspensi juga mempengaruhi kemampuan rem dalam menghentikan laju kendaraan.

5. Ban Semakin Tipis

Memaksakan muatan secara berlebihan juga berisiko besar pada ban, karena membuat bagian ban yang bersinggungan langsung dengan permukaan jalan bekerja lebih berat dan aus. Selain itu, hal ini juga memperbesar risiko pecah ban seiring adanya peningkatan suhu pada ban karena kelebihan muatan.

Antusiasme pelaku usaha terhadap New Carry Pick Up menjadikan Rajanya Pick Up ini salah satu backbone penjualan Suzuki di pasar nasional serta internasional.

New Carry Pick Up dihadirkan dengan kualitas terbaik melalui berbagai riset yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen serta melewati beragam tahap uji kompetensi, salah satunya KIR yang menyatakan kendaraan tersebut layak digunakan dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen dengan kualitas terbaik.

“Kehadiran New Carry Pick Up kami harapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen komersial Indonesia. Untuk itu, agar fungsinya lebih optimal dan semakin menguntungkan pelaku usaha, penggunaannya pun harus diperhatikan agar sesuai rekomendasi pabrikan. Kami akan terus berupaya menghadirkan produk-produk berkualitas untuk mendukung para pelaku usaha dan perekonomian Indonesia,” tutup Hariadi. * (Syam/Pra)

Post Views121 Views
Tags: Carry Pick UpPenjualanPromosuzuki

Related Posts

Wuling Tantang Tren Modifikasi Otomotif! Mobil Listrik Disulap Jadi Lebih Gahar, Promo hingga Rp5 Juta Menanti
Ekonomi

Wuling Tantang Tren Modifikasi Otomotif! Mobil Listrik Disulap Jadi Lebih Gahar, Promo hingga Rp5 Juta Menanti

by Wahyu
Jumat, 9 Oktober 2026
8
JETOUR Makin Agresif! Penjualan Tembus 411 Unit, SUV PHEV Jadi Mesin Pendobrak Pasar
Ekonomi

JETOUR Makin Agresif! Penjualan Tembus 411 Unit, SUV PHEV Jadi Mesin Pendobrak Pasar

by Syamhudi
Jumat, 9 Oktober 2026
12

RECOMMENDED

Wuling Tantang Tren Modifikasi Otomotif! Mobil Listrik Disulap Jadi Lebih Gahar, Promo hingga Rp5 Juta Menanti

Wuling Tantang Tren Modifikasi Otomotif! Mobil Listrik Disulap Jadi Lebih Gahar, Promo hingga Rp5 Juta Menanti

9 Oktober 2026
8
Perang Bisnis AI Makin Panas! Indosat Gandeng F5, Satukan 300+ Model AI dalam Satu Platform

Perang Bisnis AI Makin Panas! Indosat Gandeng F5, Satukan 300+ Model AI dalam Satu Platform

9 Oktober 2026
8

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    605 shares
    Share 242 Tweet 151
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    406 shares
    Share 162 Tweet 102
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    399 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    369 shares
    Share 148 Tweet 92
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM