Luwu, Media-profesi.com – Sebanyak 1.071 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dan dilaksanakan secara virtual pada 29 Juni 2021 di Luwu, Sulawesi Selatan.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Mengenal dan Menangkal Hoaks”.
Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Anggota Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) Citra Rosalyn Anwar, Trainer dan Fotografer Freelance Yusuf Ahmad, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Nurdin Amir, dan pemengaruh (influencer) sekaligus Head & Creative Director Syarief.
Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah digital enthusiast Desy Indira. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Pemateri pertama, Citra Rosalyn Anwar menyatakan, pengguna media sosial (medsos) yang memiliki kecakapan literasi digital yang baik tidak hanya mampu mengoperasikan alat, melainkan juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab.
“Apa yang tidak ingin kita katakan atau kerjakan di dunia nyata, jangan lakukan juga di dunia maya. Jaga privasi diri dan orang lain,” ujarnya.
Berikutnya, Syarief menuturkan, hoaks atau berita palsu biasanya bermula dari informasi yang belum jelas sumbernya. “Kalau berita itu masih ‘katanya’, kita harus cari tahu faktanya,” tegasnya seraya menyarankan agar lebih jeli dalam memverifikasi sumber datangnya berita agar tidak ada kabar hoaks.
Sedangkan Yusuf Ahmad mengingatkan pengguna medsos untuk berhati-hati manakala mengambil atau menyalin gambar dan video dari akun medsos orang lain atau internet, lalu mengunggahnya.
“Harus antisipasi ketika ambil dari orang lain main repost saja, akhirnya kalau ada masalah kita bisa ikut terseret hukum. Dalam UU Hak Cipta bukan hanya pembuatnya yang kena, tapi yang ikut menyebarluaskan juga bisa kena,” ucapnya.
Adapun Nurdin Amir memaparkan, internet sehat adalah konsep penggunaan internet untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari kemungkinan bahaya atau risiko di dunia daring.
“Ancaman digital terus berkembang sehingga sistem proteksi harus terus dimutakhirkan. Kita juga harus pandai-pandai melihat perkembangan digital karena strategi penipuan saat ini makin beragam,” tuturnya.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiame dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Salah satu peserta, Sri, menanyakan mengapa hoaks dan ujaran kebencian di medsos tidak mereda dan cara melaporkan berita hoaks yang memicu perpecahan antara satu dan lainnya.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini juga disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. * (Syam)





