MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 5 Desember 2025
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 5 Desember 2025
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Riset ACI Worldwide: Permintaan Konsumen Terhadap Pembayaran Digital Meningkat di Indonesia

Syamhudi by Syamhudi
Senin, 12 Juli 2021
in Ekonomi
Riset ACI Worldwide: Permintaan Konsumen Terhadap Pembayaran Digital Meningkat di Indonesia

Jakarta, Media-profesi.com – Permintaan konsumen terhadap pembayaran digital dan real-time di Indonesia meningkat seiring dengan perubahan perilaku dan preferensi pembayaran akibat pandemi.

Demikian menurut penelitian terbaru dari  ACI Worldwide (NASDAQ: ACIW) dan YouGov. Lebih dari separuh konsumen di Indonesia (55%) memilih metode pembayaran digital yang terhubung ke rekening bank mereka (seperti sistem QRIS yang bersifat interoperable) sebagai cara pembayaran yang lebih disukai pada tahun 2021 atau sedikit di bawah penggunaan dompet digital, seperti GOPAY, OVO, Dana dan LinkAja (72%), dan uang tunai (68%).

Pergeseran ke arah pembayaran digital secara dramatis dipercepat oleh perubahan kebutuhan dan preferensi pembayaran yang disebabkan oleh pandemi COVID-19. Seperlima dari konsumen di Indonesia (20%) telah mengurangi metode pembayaran tradisional mereka, seperti uang tunai, kartu kredit, dan kartu debit sejak awal COVID-19 ketika keinginan untuk menggunakan metode pembayaran non-tunai (cashless) meningkat.

Akibatnya, hampir separuh (47%) konsumen kini menggunakan pembayaran yang terhubung dengan rekening bank – seperti QRIS – lebih tinggi dari sebelum pandemi.

Karena perubahan teknologi yang cepat, saat ini konsumen mengharapkan pengalaman yang mengutamakan mobile (mobile-first) dan real-time, namun aspek pembayaran kerap tertinggal. Dengan perkembangan pembayaran digital dan real-time, konsumen, pedagang, dan lembaga keuangan dapat melakukan pembayaran kepada teman dan pelanggan/nasabah, membayar tagihan dan mentransfer uang secara instan.

Meskipun uang tunai selalu merepresentasikan metode pembayaran fisik yang bersifat “segera”, kehadiran pembayaran real-time membawa konsep ini ke era digital dengan periode penyelesaian, pemberitahuan, dan konsolidasi pelaporan yang lebih cepat.

Indonesia masih dalam tahap pengembangan untuk sistem pembayaran real-time, tapi memiliki semua keunggulan sebagai suatu negara yang bisa secara cepat mengadopsi pembayaran real-time.

Bank Indonesia berencana untuk meluncurkan sistem BI-FAST real–time sebagai bagian dari Visi Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (SPI 2025), yang akan bertindak sebagai infrastruktur untuk transfer antar bank yang lebih cepat serta pembayaran berbasis kartu.

Sistem ini akan dibangun berlandaskan standar pembayaran digital yang saat ini berlaku melalui sistem QRIS, serta menambah manfaatnya lebih lanjut bagi konsumen, pedagang (merchant), dan bank.

“Pergeseran mendasar pada permintaan konsumen dan ekspektasi pembayaran menjadi tantangan bagi bank, lembaga keuangan, dan pedagang di Asia Tenggara,” ujar Leslie Choo, Managing Director – Asia, ACI Worldwide.

Menurut Leslie Choo, organisasi-organisasi ini tidak bisa menangguhkan proyek-proyek modernisasi mereka, meskipun banyaknya tantangan akibat COVID-19. Sebaliknya, mereka dapat mendorong pertumbuhan dengan bergabung ke ekosistem pembayaran real-time yang sedang berkembang di tingkat regional, yang akan meningkatkan kemampuan mereka dalam berinovasi dan bertransformasi, dengan biaya infrastruktur dan operasional yang lebih rendah.

Studi ACI Worldwide dan YouGov juga mengungkapkan bahwa konsumen di Indonesia mengharapkan agar manfaat penggunaan pembayaran real-time di dalam negeri dapat diperluas hingga melintasi perbatasan ketika mereka kembali dapat melakukan perjalanan internasional, serta ketika mereka melakukan belanja lintas batas.

Untuk perjalanan internasional di masa mendatang, konsumen memiliki ekspektasi yang tinggi dalam hal transparansi, keamanan, dan kenyamanan pembayaran mereka jika dibandingkan dengan pengalaman perjalanan mereka sebelum COVID-19:

  • Enam dari sepuluh (60%) konsumen Indonesia yang telah melakukan perjalanan internasional di masa lalu berharap metode pembayaran digital yang terhubung langsung ke rekening bank mereka meningkat saat mereka melakukan perjalanan berikutnya.
  • Tiga perempat (75%) konsumen mengatakan kemampuan untuk menggunakan metode pembayaran pilihan mereka saat bepergian akan menjadi lebih penting saat ini. Akibatnya, seperlima (20%) konsumen memperkirakan penggunaan metode pembayaran tradisional mereka, seperti uang tunai akan menurun ketika mereka melakukan perjalanan berikutnya.
  • Empat dari lima (80%) konsumen mengatakan keamanan pembayaran dan pencegahan penipuan akan menjadi lebih penting saat ini, sementara 71% konsumen mengatakan bahwa transparansi nilai tukar menjadi lebih penting saat ini.

Jumlah konsumen Indonesia yang melakukan pembelian di e-commerce internasional masih rendah, karena mereka masih mengharapkan jaminan lebih lanjut terkait pembayaran mereka yang mendorong mereka untuk berbelanja di e-commerce internasional di masa mendatang:

  • Hanya satu dari sepuluh (11%) konsumen berbelanja lebih banyak di toko-toko yang berbasis di negara-negara Asia Tenggara lainnya sejak dimulainya pandemi COVID-19, sementara jumlah yang sama (10%) berbelanja lebih banyak di toko-toko di luar Asia Tenggara.
  • Faktor paling populer yang akan mendorong pembeli untuk membeli produk dan layanan secara lebih reguler dari penjual internasional adalah:
    • Jaminan bahwa pembayaran dan data pribadi dikirim dengan aman, diamankan, dan disimpan oleh penjual internasional (33%)
    • Kemampuan membayar dengan metode pembayaran domestik pilihan (27%)
    • Memiliki lebih banyak pilihan pembayaran daripada yang biasanya tersedia saat ini (23%)

“Fokus pada modernisasi pembayaran sangat penting bagi lembaga keuangan yang ingin mengikuti gelombang tren pembayaran terbesar dan paling transformatif di kawasan ini – yakni munculnya ekosistem pembayaran real-time lintas batas,” tambah Choo.

Dikatakannya, tanpa perlu terbebani oleh sistem pembayaran lama yang dapat menghambat inovasi di pasar yang sudah matang, negara-negara di Asia Tenggara dapat memanfaatkan infrastruktur pembayaran sentral domestik yang kuat sebagai fondasi untuk pembayaran real-time lintas batas, yang akan menjadi katalisator untuk pertumbuhan dan perdagangan di tahun-tahun mendatang.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang preferensi pembayaran real-time konsumen, dan bagaimana lembaga keuangan dan merchant di Asia Tenggara dapat menjadi real-time-ready dapat dilihat dalam laporan lengkap ACI Worldwide: Real-Time Goes Mainstream * (Syam)

Post Views35 Views
Tags: ACI WorldwidePembayaran Digital
Share4Tweet3Send

Related Posts

FEKDI 2025: QRIS Resmi Hadir di Layanan Grab
Ekonomi

FEKDI 2025: QRIS Resmi Hadir di Layanan Grab

by Syamhudi
Selasa, 4 November 2025
Kolaborasi AstraPay dengan MyTelkomsel dan CTS untuk Memperluas Akses Keuangan Digital
Ekonomi

Kolaborasi AstraPay dengan MyTelkomsel dan CTS untuk Memperluas Akses Keuangan Digital

by Syamhudi
Rabu, 30 Juli 2025

RECOMMENDED

DYAN Optimis Raih Pertumbuhan Pendapatan Hingga Akhir Tahun 2025

DYAN Optimis Raih Pertumbuhan Pendapatan Hingga Akhir Tahun 2025

4 Desember 2025
Chery Mitra Mobilitas Resmi Kontinegen Indonesia di Asian Youth Para Games 2025

Chery Mitra Mobilitas Resmi Kontinegen Indonesia di Asian Youth Para Games 2025

4 Desember 2025

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    563 shares
    Share 225 Tweet 141
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    362 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    357 shares
    Share 143 Tweet 89
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    322 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    321 shares
    Share 128 Tweet 80
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM