Maros, Media-profesi.com – Sebanyak 648 peserta antusias mengikuti rangkaian Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Acara ini dilaksanakan secara virtual pada 2 Agustus 2021 di Maros, Sulawesi Selatan.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Tema yang diusung pada hari ini yaitu “Menjaga Kualitas Belajar dari Rumah”.
Terdapat empat narasumber yang akan mengisi sesi webinar pada malam ini, di antaranya Taufani selaku Pemerhati Pendidikan, Yusran Darmawan selaku Narablog, Influencer, dan Digital Strategist, Sitty Sahraeny selaku Dosen Universitas Hasanuddin, dan Istianah Purnamasari selaku KITA Bhinneka Tunggal Ika. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Desi Dwi Jayanti.
Taufani menjabarkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam belajar daring selama masa pandemi COVID-19, baik itu melalui perspektif guru, siswa, maupun orang tua. Taufani juga menjelaskan mengenai proses belajar dari rumah melalui pembelajaran jarak jauh yang yang dikeluarkan oleh Mendikbud, kemudian diikuti dengan metode pelaksanaannya.
Selanjutnya, Yusran Darmawan mengatakan, “Ternyata 80% dari 100 remaja merasa bahwa cyberbullying itu lebih mudah dilakukan di online menggunakan akun palsu dan hal itu tidak terlihat dari jangkauan orang tua”. Kemudian, Yusran menjelaskan mengenai echo chamber dan fenomena pansos (panjat sosial) yang pernah terjadi di media sosial.
Sedangkan Sitty Sahraeny menyampaikan mengenai perbedaan kelas daring sinkronus dan asinkronus. Sitty menjelaskan tentang pentingnya internet bagi guru dan siswa. Selanjutnya, Eny tidak lupa untuk memberikan tips untuk para tenaga pendidik agar dapat menciptakan suasana kelas yang menarik.
Istianah Purnamasari mengatakan, jika anak hanya menerima stimulus visual yang bergerak dengan kecepatan tinggi dari kita dengan sendirinya memunculkan masalah pada kematangan dari lobus frontalis. Jadi anak-anak yang lemah dalam mengontrol suasana hatinya kemungkinan memiliki fungsi lobus frontalis yang tidak matang.
Setelah sesi pemaparan selesai, moderator membuka sesi tanya jawab yang kemudian disambut hangat oleh para peserta. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada para narasumber.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. Adapun salah satu peserta, Ucok, bertanya mengenai langkah apa yang dapat dilakukan untuk menjaga psikologi anak dan tindakan apa yang harus diambil untuk kondisi sekarang ini.
Menurut Sitty, sebagai guru perlu mendesain materi dan kegiatan pembelajaran yang sederhana dan menarik untuk anak-anak yang bisa melibatkan interaksi yang kurang lebih sama untuk semua anak pada setiap sesi belajar. Selanjutnya, perlu diperhatikan respon guru kepada siswa saat guru tersebut sedang bertanya atau saat mereka melakukan kegiatan.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. * (Syam/Pra)





