Polewali Mandar, Media-profesi.com – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 9 Agustus 2021 di Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Menjadi Pengguna Internet yang Beradab”. Kegiatan webinar kali ini diikuti oleh 780 peserta dari berbagai kalangan.
Empat narasumber tampil dalam seminar ini. Masing-masing adalah editor Suara.com & Trainer GNI Muhammad Yunus, aktivis Bidang Internet Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Adi Marsiela, Guru Besar Tetap Universitas Halu Oleo Bidang Pendidikan Bahasa Indonesia Prof Aris Badara S.Pd M Hum, dan Influencer Lois Merry Tangel.
Sedangkan moderator adalah Daniel Herry selaku Penyiar Radio dan TV. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Adi Marsiela mengatakan, data digital dalam bentuk metadata meliputi IP Address, jenis laptop dan gawai, alamat email, serta lokasi mengunggah atau mengunduh. Sedangkan data pribadi mencakup, foto, keluarga, rekaman perjalanan, alamat kantor, rumah, nama orang tua, tanggal ulang tahun, rekening bank, akun media sosial, serta konten yang dikirim.
“Cek data digital melalui Periksadata.com. Lalu, masukkan alamat email yang anda gunakan di berbagai platform seperti Tokopedia, Bukalapak, ataupun aplikasi Canva,” ujar dia.
Selanjutnya, Lois Merry Tangel menuturkan, dengan kebebasan berekspresi, tanpa disadari warganet sejatinya mulai melakoni peranan sebagai wartawan, pengamat, serta komentator. Selain itu, dalam internet berlaku jejak digital yang justru berdampak negatif jika tidak digunakan secara bijak.
“Untuk menjadi pengguna yang baik, janganlah kita menggunakan media sosial untuk penyebaran konten berbau SARA, pornografi, dan kekerasan. Berhati-hati dalam memberikan informasi pribadi,” imbuhnya.
Sedangkan Aris Badara menyampaikan, dalam bermedia sosial semestinya warganet menggunakan bahasa yang baik dan benar untuk menghindari miss informasi dalam berkomunikasi. Selama ini, penggunaan bahasa agak kacau karena bercampur dengan kata-kata asing serta bahasa pergaulan.
Adapun Muhammad Yunus mengatakan, agar nyaman dan aman bermedia sosial, warganet semestinya memahami panduan kebijakan maupun fitur keamanan yang tersedia. Beberapa kiat dalam pengamanan kata sandi, antara lain gunakan delapan karakter atau lebih, serta sandi dapat berupa kombinasi huruf, angka, dan simbol.
Sarman S dari Polewali Mandar, bertanya tentang maraknya anak-anak usia dini yang telah menjadi pengguna akun media sosial. Menanggapi hal tersebut, Lois Merry Tangel menjelaskan, orang tua punya peranan untuk melakukan pengawasan dalam aktivitas anak-anak di media sosial agar penggunaannya tidak kebablasan.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. * (Syam/Wah)





