Sinjai, Media-profesi.com – Situasi pandemi saat ini memaksa kegiatan belajar mengajar di sekolah dipindahkan ke rumah, demi keselamatan dan kesehatan bersama. Melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) guru mengajar melalui medium Zoom atau pengiriman tugas melalui Whatsapp.
Proses pengajaran pun tidak bisa dilakukan sepenuhnya oleh guru sehingga orang tua harus turut serta mendampingi proses pembelajaran. Kegiatan belajar di rumah juga harus dijaga kualitasnya untuk mendukung pembelajaran anak tampil optimal.
Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo menyelenggarakan webinar “Menjaga Kualitas Belajar dari Rumah” di Sinjai, Sulawesi Selatan (12/8).
Program ini merupakan bagian dari Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital”. Kolaborasi ketiga lembaga tersebut dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi
Program kali ini menghadirkan 644 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari dosen, peneliti, dan pegiat literasi Universitas Udayana, Richard Togaranta Ginting; narablog dan kreator konten gaya hidup, Zilqiah Angraini; KPID Sulsel dan akademisi Universitas Hasanuddin, Irwan Ade Saputra; serta pewarta LKBN Antara, Debby Mano.
Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Shinta Ardan selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Menurut Richard, penguasaan kemampuan literasi digital sangat diperlukan dalam pembelajaran daring. Kemampuan tersebut mencakup keterampilan mengenali kebutuhan informasi, membuat pertanyaan riset, mencari sumber informasi relevan, kritis menilai informasi, mengkomunikasikan, serta membagikan temuan informasi dengan efektif dan bertanggung jawab.
Sementara Zilqiah mengatakan, online resilience (pertahanan daring) merupakan konsep bagaimana seseorang bertahan dalam menghadapi sesuatu yang sulit, berbahaya, dan beresiko pada dunia daring.
“Cara membangunnya: komunikasi aktif dengan anak, ciptakan lingkungan yang mendukung eksplorasi dan pembelajaran, serta kontrol dan tunjukkan konten positif pada anak,” pesannya.
Irwan menambahkan, literasi digital bagi pendidik diperlukan untuk mendesain pembelajaran daring efektif melalui penggunaan berbagai fitur yang membuat materi singkat, sederhana, menarik, dan interaktif dengan menggunakan infografis dan laman-laman belajar daring sebagai alat bantu.
Adapun Debby mengatakan, untuk memastikan anak aman di dunia maya, lakukan pengaturan privasi pada akun media sosial anak, gunakan aplikasi yang aman, hindari iklan pop-up, bangun komunikasi, dan jadilah contoh yang baik bagi anak.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.
Salah satu pertanyaan menarik peserta adalah tentang bagaimana memberikan motivasi agar anak bisa fokus maksimal dalam belajar daring. Narasumber menjelaskan bahwa penting untuk membuat anak merasa santai, tidak bosan, tetapi tetap terkontrol dalam belajar daring.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. * (Syam/Pra)





