Donggala, Media-profesi.com – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 16 Agustus 2021 di Donggala, Sulawesi Tengah.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Jarimu Harimaumu”.
Program kali ini menghadirkan 447 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari IT Technical Support di Palapa Digital, Aly Hasny; Marketing Digital dan kreator konten, Yohana Djong; anggota Mafindo, dosen dan praktisi SDM, Rovien Aryunia; serta jurnalis dan anggota Smart Mommy, Debby Mano.
Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Linda Setiawati selaku aktivis perempuan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Pemateri pertama adalah Aly mengatakan, dalam menggunakan aplikasi percakapan, yang utama adalah memahami apa yang kita butuhkan dari sebuah aplikasi komunikasi tersebut.
“Kenali fitur dan fungsi yang sesuai kebutuhan, perhatikan pengaturan privasi, dan waspada terhadap kemungkinan pencurian data pribadi kita,” pesannya.
Berikutnya, Yohana mengatakan, dalam bermedia sosial gunakanlah bahasa yang sopan sesuai etika untuk menghindari konflik. Pahami juga bahwa terdapat norma-norma sosial maupun hukum yang harus dihormati. “Ingat UU ITE. Pikir Sebelum Ketik!” tegasnya.
Menurut Rovien, budaya digital penting diterapkan agar tercipta kehidupan digital yang aman, nyaman, tentram dan damai. Di sisi lain, budaya kepalsuan digital yang miskin, mengawang hingga sensasi atau kontroversi harus dihindari.
Sedangkan Debby mengatakan, karakter generasi digital native, yang lahir dan tumbuh di era digital, antara lain ekspresif dan interaktif, menyukai kebebasan, berwawasan luas, multitasking dan kolaboratif, serta bergantung pada teknologi. Mereka mesti dibimbing dengan pengetahuan teknologi dan keamanan digital agar terhindar dari dampak negatif.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh peserta. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.
Salah satu pertanyaan menarik dari peserta adalah tentang bagaimana mengenalkan anak ke dunia digital yang baik. Narasumber menjelaskan bahwa anak-anak sebaiknya lebih banyak beraktivitas fisik untuk melatih perkembangan sensorik-motoriknya. Orang tua harus bijak dalam mengenalkan dan mendampingi anak beraktifitas di dunia digital.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. * (Syam/Pra)





