Sigi, Media-profesi.com – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 25 Oktober 2021 di Sigi, Sulawesi Tengah.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan webinar dengan tema “Jadi Pembuat Konten yang Hits dan Berfaedah” ini diikuti oleh 512 peserta.
Program kali ini menghadirkan empat narasumber, yaitu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Maria Ernawati; pendiri CV Rumah Kreatif Kumaja @Kumbaja, Charles Edward; Dekan Fakultas Sastra Universitas Alkhairaat Palu, Syamsuddin; dan jurnalis sekaligus Ketua AJI Kota Palu, Yardin Hasan.
Adapun sebagai moderator adalah Heri Susanto. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.
Beranjak ke sesi pemaparan, hadir pemateri pertama yaitu Maria Ernawati mengatakan, generasi Alfa punya kekuatan memiliki kreativitas dan ambisi tinggi, fleksibel, mudah menerima gagasan baru, serta akrab dengan teknologi. Adapun, kekurangannya yakni tidak bisa lepas dari internet, lebih menyukai yang instan, tidak punya loyalitas, dan pengalaman kerja yang terbatas.
“Menyiapkan generasi Alfa berkualitas adalah dengan menggali potensi anak dan pendampingan keluarga,” katanya.
Berikutnya, Charles Edward mengatakan, salah satu solusi bermedia sosial dengan sehat adalah dengan menerapkan digital minimalism.
“Konten yang kita buat adalah juga warisan buat anak cucu. Anda ingin dikenang seperti apa di timeline, semua tergantung pada jari kita sekarang,” tutur Charles.
Sebagai pemateri ketiga, Syamsuddin menuturkan bahwa yang perlu dilakukan di ruang digital adalah menjaga sikap dan perilaku, menjaga kesantunan berkomunikasi, tidak menyebar hoaks, dan tidak menyinggung SARA.
“Hidup dalam lingkungan multikultural merupakan keunikan yang harus dijaga dan dirawat. Sepatutnya kita memanfaatkan ruang digital untuk hal-hal yang positif bagi diri maupun orang lain,” jelas Syamsuddin.
Pemateri terakhir, Yardin Hasan, menyampaikan bahwa korban perundungan siber rentan mengalami masalah kesehatan fisik maupun mental. Cara mencegah perundungan siber adalah dengan tidak mengirim terlalu sering, hindari kiriman aneh, pintar memilih teman di media sosial, dan tidak sembarang cerita di media sosial.
“Jika mengalami perundungan siber, simpan bukti yang bisa dilaporkan ke pihak berwajib, jangan membalas, hadapi dengan berani, dan tetap percaya diri,” pungkasnya.
Setelah pemaparan semua materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator.
“Penting generasi alfa untuk memahami digital skill. Sayangnya, sebagian dari mereka berdigital hanya untuk hiburan, bukan belajar. Bagaimana sikap orang tua agar anak-anaknya terus belajar dan berkembang melalui dunia digital?” tanya Kardiman Sardi kepada Maria Ernawati.
“Keluarga itu perlu pendampingan, termasuk orang tua dan anggota keluarga lain agar bijak berdigital, seperti pandai mengatur waktu, memilih konten yang tepat, dan platform yang sesuai untuk mendampingi anak. Pola asuh di era digital tentu berbeda dari era sebelumnya, sehingga perlu ada penyesuaian. Kami berharap kaum milenial ini nantinya akan bisa mengikuti zamannya dan bisa memberikan pendidikan ke anak-anaknya,” jawab Maria Ernawati.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. * (Syam/Wah)





