Jakarta, Media-profesi.com – All New Honda BR-V mendapat respon positif dari konsumen di Indonesia, bahkan konsumen rela antri menunggu hingga 3 bulan.
Yulian Karfili, PR & Digital Marketing PT Honda Prospect Motor (HPM) menjelaskan bahwa kita bersyukur pada dasarnya industri otomotif mulai bangkit tahun lalu. Namun, krisis chip semikonduktor menjadi masalah serius.
“Sebenarnya jumlah permintaan untuk All New Honda BR-V cukup tinggi, tapi produksi terganggu akibat krisis chip semikonduktor membuat suplai model ini tidak bisa mengimbangi permintaan konsumen,” ungkap Yulian pada acara jumpa pers secara virtual dalam Forum Diskotik (Diskusi Otomotif Terkini), hari ini (15/02) yang digelar Forwot (Forum wartawan Otomotif).
Dia mengakui, krisis chip semikonduktor telah berdampak terhadap berbagai pabrikan mobil di global, dan juga di Indonesia. Begitu juga dengan PT Honda Prospect Motor yang mengaku ketersedian produk tidak sebanding lurus dengan permintaan yang memang mulai tinggi pada 2021 hingga saat ini.
Dari sisi pemasaran, lanjut Yulian, penjualan All New Honda BR-V khususnya varian Honda Sensing menyumbang sekitar 60 persen. HPM berharap SUV ini menjadi tulang punggung penjualan Honda di tahun 2022.
“Tingginya pemesanan untuk All New Honda BR-V dengan fitur Honda Sensing, sehingga untuk varian ini inden hingga tiga bulan,” paparnya.
Yulian menyarakan, jika konsumen yang ingin cepat mendapatkan Honda BR-V, bisa memesan varian Prestige tanpa fitur Honda Sensing.
Sebagai informasi, penjualan Honda pada Januari 2022 memang masih terganggu oleh pasokan komponen. Meski demikian, mengawali tahun 2022, Honda mencatatkan penjualan sebesar 7.727 unit di sepanjang bulan Januari 2022, dengan Honda Brio dan Honda BR-V memberikan kontribusi tertinggi untuk penjualan Honda.
Meskipun penjualan di Januari masih terdampak terganggunya pasokan komponen untuk produksi, Honda optimis bahwa trend penjualan akan bergerak positif pada bulan Februari ini.
Sepanjang bulan Januari 2022, Honda Brio berhasil membukukan total penjualan 3.993 unit, dengan Honda Brio Satya sebesar 3.020 unit dan Honda Brio RS sebesar 973. Sementara itu, All New Honda BR-V yang baru memulai pengiriman kepada konsumen di awal Januari mencatat menyumbangkan penjualan sebanyak 1.504 unit.
Kontribusi penjualan untuk Honda lainnya datang dari Honda HR-V 1.5L sebanyak 895 unit, Honda HR-V 1.8L sebanyak 27 unit, Honda CR-V sebanyak 597 unit, Honda City Hatchback sebanyak 446 unit, Honda Mobilio sebanyak 180 unit, Honda Civic Sedan sebanyak 54 unit, Honda Odyssey sebanyak 21 unit, Honda City sebanyak 9 unit dan Honda Accord sebanyak 1 unit.
Yusak Billy selaku Business Innovation and Marketing & Sales Director PT HPM mengatakan, pada bulan Januari, penjualan Honda dipengaruhi pasokan komponen yang belum normal dan juga sebagian konsumen yang menunda pembelian karena menunggu kembali berlakunya insentif PPnBM DTP.
“Meskipun demikian, kami optimis ada beberapa kondisi yang dapat mendukung penjualan untuk bergerak positif di bulan Februari, terutama tingkat produksi dan pasokan yang terus kami genjot untuk memenuhi permintaan konsumen serta rencana pemberlakuan relaksasi PPnBM oleh pemerintah. Selain itu, kami juga kembali menghadirkan berbagai program penjualan yang akan semakin memberikan nilai lebih bagi konsumen yang melakukan pembelian selama bulan Februari ini,” jelas Billy. * (Syam)





