MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 10 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 10 Juni 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Hasil yang Mengejutkan dalam Laporan The State of Enterprise Open Source

Wahyu by Wahyu
Selasa, 8 Maret 2022
in Teknologi
Hasil yang Mengejutkan dalam Laporan The State of Enterprise Open Source
24
VIEWS

Jakarta, Media-profesi.com – Gordon Haff, Technology Evangelist, Red Hat menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan survei terhadap para pembuat keputusan bidang IT mengenai kondisi enterprise open source setiap tahun. Kami juga memiliki ribuan percakapan dengan pelanggan, konsumen potensial, analis dan sesama di industri.

“Jadi tidak mudah sebenarnya untuk membuat kami terkejut. Namun, setiap kami melakukan survei tahunan ini, ada saja satu atau dua hasil yang di luar ekspektasi kami,” ujar Gordon Haff.

Berikut adalah beberapa hasil dari laporan The State of Enterprise Open Source 2022, di mana kami mensurvei hampir 1.300 orang pengambil keputusan di bidang IT di enterprise global skala menengah hingga skala besar.  

Pentingnya kontribusi dari hulu

Tahun lalu, saat kami memutuskan untuk memberikan satu pertanyaan apakah orang akan peduli jika vendor enterprise open source mereka memberikan kontribusi kepada open source, kami tidak berharap banyak. Selama bertahun-tahun, kami menemukan bahwa mayoritas pelanggan tertarik dengan enterprise open source karena merupakan software yang terjangkau namun punya kualitas produk yang cukup bagus.

Yang pasti, sentimennya sudah bergeser seiring waktu, dengan atribut-atribut seperti kualitas yang lebih baik, keamanan, dan akses ke inovasi, yang melampaui masalah biaya kepemilikan yang lebih rendah sebagai benefit utama dari software enterprise open source. Tapi kami masih terkejut saat 82 persen responden mengatakan bahwa mereka setidaknya lebih memilih vendor yang memberikan kontribusi ke open source.

Pada dasarnya, dengan masih samanya persentase kecenderungan perusahaan untuk membeli dari kontributor pada tahun ini, telah meningkatkan kepercayaan diri kami bahwa hasil survei tahun lalu bukanlah kebetulan. Namun tahun ini kami juga menggali lebih dalam mengenai alasannya dan hasilnya cukup mengejutkan. Saat kami tidak yakin dengan respons yang akan diberikan, kami memberikan pilihan yang paling sejalan dengan keuntungan yang paling memiliki kaitan erat antara kontribusi dan partisipasi vendor – sebagai contoh, memengaruhi pengembangan fitur-fitur yang dibutuhkan.

Pemahaman matang mengenai model pengembangan open source

Namun, saat opsi seperti ini seringkali dipilih oleh responsen di survei, begitu juga dengan opsi yang lain. Dan sejumlah alasan lain untuk memilih vendor yang memberikan kontribusi kepada open source, seperti rasa terbiasa dengan proses open source dan membantu menjaga komunitas open source yang sehat, ternyata menunjukkan pemahaman yang lebih maju mengenai model pengembangan open source dari yang kami harapkan.

Supaya jadi yang paling efektif, model ini berasumsi bahwa beberapa value yang didapatkan dari penggunaan proyek open source dalam pengembangan produk, mengalir balik ke komunitas open source seperti sebuah siklus yang baik. Saat pengambil keputusan IT memberikan alasan “mengapa” dengan cara yang mereka lakukan, hal ini menunjukkan kepada kami bahwa banyak pembeli tidak melihat produk enterprise open source dengan cara yang sama seperti proprietary product.

Lebih tepatnya, ini adalah produk dari proses pengembangan yang berbeda, yang bahkan lebih baik. Dan paling tidak ini memberikan satu alasan mengapa di survei tahun ini juga terlihat bahwa enterprise open source terus mendapatkan keuntungan dengan mengorbankan proprietary software.

Keamanan sebagai kelebihan dari enterprise open source

Kami sudah melihat peningkatan keamanan sebagai satu kelebihan penting dari enterprise open source.  Tahun ini, 89 persen pemimpin IT mengatakan bahwa enterprise open source paling tidak memiliki keamanan yang sama dengan proprietary software. Ini merupakan perubahan besar dibandingkan dengan sikap mereka beberapa waktu lalu. Dulu beberapa pembeli potensial mengira semakin bisa kita melihat source core maka secara inheren semakin rendah tingkat keamanan kode tersebut, sama seperti kemampuan untuk melihat skema sistem keamanan fisik.

Persepsi yang lebih baik terhadap enterprise open source adalah sesuatu yang terus ingin kami lacak melalui survei, focus group, dan dalam percakapan pelanggan selama beberapa tahun ini. Jadi pendapat yang semakin positif mengenai keamanan enterprise open source tahun ini tidak mengejutkan.

Yang belum jelas adalah mengapa responden kami berpikir enterprise open source sangat menguntungkan dalam kaitan dengan keamanan.

Jawaban historis yang jelas terhadap pertanyaan tersebut adalah karena ada banyak mata yang melihat kode tersebut. Masalah dengan jawaban ini adalah sebetulnya kadang-kadang tidak ada banyak mata dan mata yang ada mungkin tidak memiliki keterampilan yang didukung oleh proses ketat. Dengan kata lain ini adalah sanggahan dari pendapat “tapi orang jahat bisa melihat kode sumber” melawan pendapat bahwa open source cukup aman.

Ini adalah sebuah dikotomi naif yang pernah mendefinisikan debat permukaan mengenai keamanan open source. Kita berasumsi bahwa ini masih berlaku, lebih dari pada yang terlihat – paling tidak di kalangan pemimpin IT di kebanyakan perusahaan besar yang kami survei.

Tapi “banyak mata” sekarang adalah alasan kenapa keamanan adalah satu kelebihan dari enterprise open source. Para responden juga mengindikasikan kemampuan untuk mengaudit kode sendiri bahkan kurang penting.

Alih-alih, 55 persen mengatakan alasan utamanya adalah tim mereka “bisa menggunakan kode open source yang sudah diuji dengan baik untuk digunakan oleh aplikasi in-house kami.” Terlebih lagi, walaupun keamanan supply chain software mulai mendapatkan perhatian, para pemimpin IT masih mengatakan bahwa kemampuan untuk menggunakan enterprise open source secara internal – seperti yang kebanyakan dilakukan oleh perusahaan yang mengembangkan aplikasi – masih merupakan keuntungan bersih yang besar.

Alasan utama lain sama dengan yang mungkin Anda lihat dengan software enterprise lainnya: seperti: tersedia cepat, terdokumentasi dengan baik, dan patches keamanan yang bisa dipindai.

Apa kesimpulan kami dari hasil yang mengejutkan ini (mungkin seharusnya tidak mengejutkan)? Enterprise open source semakin dilihat memiliki atribut positif yang sama dengan proprietary software, dan juga memberikan keuntungan yang berasal dari fleksibilitas lisensi open source dan model pengembangan open source. * (Syam/Wah)

Post Views71 Views
Tags: open hybridOpen ShiftOpen SourceRed Hat

Related Posts

Red Hat AI Factory with NVIDIA Percepat Jalan Menuju Implementasi AI Skala Besar di Lingkungan Produksi
Teknologi

Red Hat AI Factory with NVIDIA Percepat Jalan Menuju Implementasi AI Skala Besar di Lingkungan Produksi

by Syamhudi
Jumat, 20 Maret 2026
10
Red Hat Luncurkan Red Hat AI Enterprise, Platform AI Terpadu yang Meliputi Infrastruktur hingga Agen
Teknologi

Red Hat Luncurkan Red Hat AI Enterprise, Platform AI Terpadu yang Meliputi Infrastruktur hingga Agen

by Syamhudi
Kamis, 5 Maret 2026
12

RECOMMENDED

Tak Cukup Bangun PLTS, Indonesia Kini Berburu Solusi Penyimpanan Energi untuk Masa Depan

Tak Cukup Bangun PLTS, Indonesia Kini Berburu Solusi Penyimpanan Energi untuk Masa Depan

10 Juni 2026
14
MG4 EV Kembali Sabet Gelar Bergengsi, Mobil Listrik Ini Makin Sulit Ditandingi

MG4 EV Kembali Sabet Gelar Bergengsi, Mobil Listrik Ini Makin Sulit Ditandingi

10 Juni 2026
13

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    574 shares
    Share 230 Tweet 144
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    364 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    331 shares
    Share 132 Tweet 83
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    330 shares
    Share 132 Tweet 83
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM