MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 27 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 27 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

88 Persen Karyawan di Indonesia Siap Meeting di Metaverse

Wahyu by Wahyu
Kamis, 29 September 2022
in Teknologi
88 Persen Karyawan di Indonesia Siap Meeting di Metaverse
21
VIEWS

Jakarta, Media-profesi.com – Sebanyak 98 persen responden di Indonesia mengakui value dari rapat virtual, dan 88 persen menyatakan siap berpartisipasi dalam rapat kerja di metaverse dibandingkan tool konferensi video yang sudah ada.

Kesediaan untuk memanfaatkan lingkungan kerja virtual baru ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 78 persen.

Hal tersebut merupakan laporan penelitian global terbaru yang dilakukan oleh Ciena (NYSE: CIEN) mendapati kesiapan para profesional bisnis untuk berkolaborasi di dunia virtual,

Penelitian yang melakukan survei terhadap 15.000 profesional bisnis di 15 negara ini menemukan bahwa 66 persen pekerja Indonesia mengakui betapa efisiennya rapat virtual dan minimalnya distraksi atau celah untuk ngobrol, dibandingkan dengan rapat tatap muka.

Sementara lebih dari setengah (55 persen) responden setuju bahwa rapat virtual bisa menciptakan lingkungan yang memudahkan kolaborasi. Begitu juga mayoritas profesional bisnis di Indonesia (92 persen) sudah merasa nyaman menggelar rapat formal, contohnya rapat HR, di ruang virtual.

Terlepas dari tumbuhnya keinginan untuk memanfaatkan platform kerja virtual, masih ada penghalang untuk mengadopsi platform ini secara luas. Sebanyak 59 persen responden Indonesia yakin bahwa performa jaringan yang tidak bisa diandalkan adalah alasan utama perusahaan enggan menggunakan platform kerja virtual.

Faktor lain adalah kekhawatiran tak mempunyai hardware yang tepat (52 persen), atau teknologi yang belum tersedia (43 persen).

Banyak bisnis sudah mendorong maju rencana inovasi digital mereka dalam beberapa tahun terakhir, dan preferensi profesional bisnis terhadap lingkungan kerja hybrid paling jelas di antara para responden.

Walaupun sering disebut sebagai tool yang consumer-centric, profesional bisnis di Indonesia mengatakan bahwa mereka akan menggunakan enhanced reality platform untuk bekerja (58 persen) ketimbang untuk berbelanja (55 persen) dan bersosialisasi (53 persen).

Faktanya, ketika responden Indonesia ditanya apa aktivitas di metaverse yang ingin mereka lakukan, maka kerja berada di urutan kedua setelah gaming (61 persen).

“Di Indonesia, jelas ada semangat untuk menerima metaverse atau enhanced reality space di tempat kerja,” ucap Dion Leung, Regional Managing Director, Ciena ASEAN.

Menurut Leung, agar antusiasme ini menjadi kenyataan, kita membutuhkan infrastruktur yang tepat untuk menciptakan tempat kerja masa depan. Jaringan kita harus cepat, bisa beradaptasi dan memiliki latensi yang rendah, serta memiliki bandwidth yang memadai untuk mendukung lingkungan kerja virtual-reality baru kita.

“Untungnya, bisnis dan regulator semakin serius memandang metaverse. Sangat menggembirakan melihat langkah-langkah yang telah diambil untuk memperkuat infrastruktur digital dan jaringan untuk memastikan kita memiliki fondasi yang tepat untuk masa depan,” tutupnya. * (Syam/Wah)

Post Views105 Views
Tags: CienaMetaverseSurvei

Related Posts

Temuan Terbaru Cloudera, Sekitar 80% Perusahaan Menyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data
Teknologi

Temuan Terbaru Cloudera, Sekitar 80% Perusahaan Menyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

by Syamhudi
Rabu, 22 April 2026
14
Survei Agoda: Indonesia Menempati Peringkat Kedua di Asia untuk Minat Wisata Berkelanjutan
Gaya Hidup

Survei Agoda: Indonesia Menempati Peringkat Kedua di Asia untuk Minat Wisata Berkelanjutan

by Syamhudi
Selasa, 17 Maret 2026
18

RECOMMENDED

Kyndryl Bongkar Ancaman Modernisasi Teknologi, 49% Organisasi Asia-Pasifik Terlambat, Biaya dan Risiko Keamanan Membengkak

Kyndryl Bongkar Ancaman Modernisasi Teknologi, 49% Organisasi Asia-Pasifik Terlambat, Biaya dan Risiko Keamanan Membengkak

27 Oktober 2026
4
Asuransi Sinar Mas Gaspol Bayar Klaim Rp647 Juta, BYD Sealion 7 Performance Cair Hanya 4 Hari Kerja

Asuransi Sinar Mas Gaspol Bayar Klaim Rp647 Juta, BYD Sealion 7 Performance Cair Hanya 4 Hari Kerja

27 Oktober 2026
8

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    374 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM