Jakarta, Media-profesi.com – PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) berdiri tahun 1983 sebagai Original Equipment Manufacturing (OEM) perangkat rumah tangga. SCNP telah beroperasi selama lebih dari 38 tahun dalam industri.
Tahun 2019 Perseroan membentuk joint venture (JV) penanaman modal asing (PMA) bersama raksasa elektronik asal China bernama Guangdong Xinbao Eletronics (“Donlim”). JV tersebut bernama PT Selaras Donlim Indonesia (PT SDI) dengan nilai kerja sama sebesar USD 15 juta, dimana SCNP memiliki saham sebesar 55% sebagai controlling shareholder.
Sukses kemitraan tersebut membawa SCNP ke aranah go public tahun 2020, tercatat sebagai emiten dalam klasifikasi papan pengembangan dengan peroleh dana IPO sebesar IDR 55 miliar. Dengan dana tersebut, SCNP melansir strategi ekspansi pasar dan pengembangan produk, termasuk menjalin kemitraan strategis dengan berbagai lembaga eksternal.
SCNP memiliki kekuatan pasar dalam hal riset dan pengembangan, terutama manufaktur produk yang banyak dibutuhkan oleh orang banyak sehari-hari.

Dinamika Perkembangan Industri
Sejak 2019, SCNP mulai memperluas sayap bisnisnya dengan masuk ke industri alat kesehatan (perangkat medis, atau Alkes).
| KONDISI INDUSTRI LOKAL UNTUK SEGMEN HOME APPLIANCES VS MEDICAL DEVICES | ||
| PERIODE | HOME APPLIANES | MEDICAL DEVICES |
| 1980-1990 | pangsa output industri meningkat lebih dari dua kali lipat, dari 20% meningkat menjadi | Industri alat kesehatan Indonesia masih berada pada tahap awal perkembangannya |
| 1990-2000 | pangsa output industri turun menjadi 39% | industri terus tumbuh dan berkembang, namun dengan laju yang sangat lambat |
| 2000-2010 | pangsa output industri turun terus hingga mencapai 36% tahun 2010 | industri tumbuh signifikan, didorong oleh program JKN pemerintah |
| 2010-2020 | pangsa output industri terus turun hingga mencapai 21% tahun 2019 | Industri terus tumbuh, dengan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 8,3% tahun 2021 |
| 2020-2030 | pasar peralatan rumah tangga diproyeksikan hanya tumbuh sebesar 5,74% (2023-2028) | Industri alkes diproyeksikan terus tumbuh sebesar 9,80% pa di 2020-2025 |
| Sumber : EIBN Healthcare Sectors Report | ||
Masuknya SCNP ke industri Alkes adalah dengan menilai dinamika perubahan dan tren pasar yang berkembang dalam industri global dan domestik. Tahun 2020 perang dagang (tradewar) antara China dengan USA telah berdampak pada kinerja keuangan yang positif bagi SCNP secara konsol (diperoleh dari PT SDI selaku subsidiari). Namun sejak 2022, perekonomian USA mulai masuk dalam fasa resesi dimana tradewar terus berlanjut.
Hal ini menyebabkan order dari negara tujuan ekspor akan produk home appliances semakin berkurang. Hal ini membuat SCNP mulai mempertimbangkan opsi strategi contingency untuk menyiasati situasi ini. Perseroan memutuskan untuk fokus pada segmen bisnis yang berpotensi akan memberikan kontribusi besar dalam jangka panjang.
Prioritas manajemen adalah di segmen alkes, dengan pertimbangan industri alkes semakin bertumbuh, gencarnya kemajuan teknologi alkes dan digitalisasi, biaya jasa perawatan medis yang masih relatif mahal, inisiatif dan regulasi Pemerintah, serta strategi pemasaran produk alkes.
SCNP mempromosikan alat kesehatan NIVA, yang memiliki novelti unik dan berbasis karya anak bangsa (hasil invensi Tim Pakar ITB). SCNP bersama distributor berupaya mengoptimalkan tren industri dalam menetapkan target pelanggan dan menggunakan berbagai saluran pemasaran (kegiatan promosi). Tren dan peningkatan nilai industri bisnis di segmen alat kesehatan menawarkan masa depan yang baik dan prospektif bagi SCNP.

Langkah Divestasi dan Strategi Monetisasi
Strategi divestasi adalah langkah yang paling efektif untuk meningkatkan kinerja Perseroan. Sebagai langkah konkrit, pada pertengahan bulan November 2023 Perseroan secara resmi telah menandatangani Akta Jual Beli (AJB) kepemilikan saham SCNP di PT SDI. SCNP memperoleh capital gain yang cukup signifikan dari selisih nilai pelepasan saham terhadap harga perolehan tahun 2019 lalu.
SCNP memiliki 55.000 lembar saham atau senilai dengan USD 5.500.000,- yang setara dengan 55% (lima puluh lima persen) dari modal ditempatkan dan modal disetor pada PT SDI. Perseroan telah mengalihkan sahamnya di PT SDI kepada Donlim dan Dragon Will Enterprise Ltd. Pengalihan saham perseroan sebanyak 45.000 lembar saham atau dengan nominal sebesar USD 4.500.000,- kepada Donlim dan pengalihan saham perseroan sebanyak 10.000 lembar saham atau dengan nominal sebesar USD 1.000.000,- kepada Dragon Will Enterprise Ltd.
Pengalihan saham telah resmi secara disahkan berdasarkan penandatanganan Akta Jual Beli dan Pernyataan Keputusan Rapat Sebagai Pengganti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa SDI pada pertengahan November 2023.
Secara prinsip keputusan divestasi kepemilikan saham SCNP di PT SDI adalah upaya mitigasi risiko terhadap skema single buyer dan single country untuk negara tujuan ekspor (USA). Risiko bisnis semakin tinggi oleh karena negara tujuan ekspor tunggalnya adalah Amerika Serikat, dimaana saat ini perekonomiannya sedang masuk ke dalam fasa resesi serta risiko geopolitik yang semakin meningkat dengan adanya perang antara Rusia versus Ukraina dan Israel versus Palestina. Objektif strategi divestasi ini adalah meningkatkan kinerja keuangan, merampingkan operasi dan fokus pada produk yang paling prospektif.
Adapun dasar pertimbangan utama manajemen SCNP terkait kebijakan divestasi adalah perlunya melepas bisnis yang kurang prospektif, menambah modal di level holding, meningkatkan efisiensi kegiatan produksi / operasi, fokus pada bisnis inti / prospektif, kepatuhan terhadap regulasi dan meningkatkan profitabilitas dan sustainabilitas Perseroan. Strategi divestasi dan monetisasi adalah langkah yang paling efektif untuk dapat mengembalikan kekuatan operasional, kesehatan keuangan dan supremasi tata kelola yang berkelanjutan.
Tindak lanjut berikutnya adalah menerapkan strategi monetisasi bisnis agar dana yang diperoleh Perseroan pasca divestasi bisa menjadi efektif dan optimal dalam rangka menyehatkan dan memperkuat Perseroan. Untuk itu ke depannya SCNP akan lebih fokus pada upaya pengembangan segmen bisnis alat kesehatan. * (Syam/Pra)





