Jakarta, Media-profesi.com – PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD) sebagai distributor produk kesehatan dan farmasi BUMN di Indonesia yang merupakan anak perusahaan PT Kimia Farma Tbk menjalin kolaborasi dengan PT Selaras Medika Digital Indonesia (SMDI), yang merupakan distributor tunggal dari PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) untuk mendistribusikan Non-Invasive Vascular Analyzer (NIVA), sebuah produk alat kesehatan inovatif karya anak bangsa.
Sesi penandatanganan perjanjian kerja sama dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2024 yang berlokasi di Kantor Pusat PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD), Jl. Budi Utomo No. 1, Jakarta Pusat. Acara dihadiri oleh jajaran Manajemen dari kedua belah pihak, para pelaku dari industri, akademisi, serta perwakilan asosiasi (PERKI).
Non-Invasive Vascular Analyzer (NIVA) merupakan sebuah perangkat non-invasif karya Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI-ITB) yang berperan penting dalam pencegahan dan deteksi dini risiko penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular). Berbasis teknologi ini, NIVA mampu mengukur 15 parameter kesehatan kardiovaskular termasuk kekakuan arteri, tekanan darah sentral, serta fungsi endotel.
NIVA berpotensi besar dalam mendukung program kesehatan Pemerintah, terutama dalam hal pencegahan dan deteksi dini penyakit kardiovaskular, yang mana penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab kematian utama di Indonesia dan telah menjadi beban yang signifikan dalam program kesehatan Pemerintah.

Deteksi dini tersebut memungkinkan untuk dilakukannya intervensi medis lebih awal, sehingga mencegah komplikasi lebih lanjut dan lebih parah serta mengurangi kebutuhan perawatan medis yang sangat mahal (kuratif). Oleh karena itu, kedepannya NIVA dapat digunakan dalam program skrining awal yang diselenggarakan oleh baik pihak lembaga Pemerintah maupun Swasta.
NIVA hasil dari inovasi STEI-ITB ini telah memegang izin edar yang terbit pada 10 Maret 2023 lalu dan dicetak pada 20 Maret 2023. Pada kolaborasi ini, KFTD selaku distributor resmi dari NIVA berperan penting dalam memastikan kelancaran proses distribusi setiap produk NIVA ke seluruh wilayah di Indonesia, dengan menjangkau berbagai Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, dan ragam fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta lainnya di 38 Provinsi dan 511 Kabupaten/Kota melalui 48 Cabang KFTD yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam sesi penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut, Direktur Utama KFTD Djagad Prakasa Dwialam menyampaikan bahwa, “Merupakan suatu kehormatan bagi KFTD untuk bekerja sama dengan SMDI, perusahaan yang memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan produk inovatif hasil karya akademisi di Indonesia. Dengan jaringan 48 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, KFTD berupaya untuk meningkatkan pemerataan akses alat kesehatan, termasuk produk NIVA. Kemitraan ini diproyeksikan akan memperluas distribusi produk NIVA secara nasional, sehingga masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dapat memperoleh manfaatnya secara inklusif dan berkelanjutan”.

“KFTD memiliki visi untuk meningkatkan aksesibilitas produk kesehatan berkualitas tinggi di seluruh Indonesia, termasuk di daerah terpencil, melalui kolaborasi yang kuat dengan pemerintah daerah dan sektor swasta. Kualitas dan inovasi produk yang telah teruji, didukung oleh para ahli medis dan stakeholder lainnya, akan menjadi landasan utama dalam mencapai tujuan ini”, ujar Djagad.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama SCNP Richard Ong menyampaikan, “Kami manajemen SCNP bangga dapat bekerja sama dengan ITB dalam menciptakan produk alat kesehatan yang bernilai TKDN signifikan, yang dilanjutkan dengan kolaborasi bersama KFTD dalam upaya distribusi alat kesehatan kepada masyarakat di Indonesia. Kolaborasi ini merupakan wujud nyata komitmen kami untuk tetap konsisten dan sustain dalam berinovasi dan menyediakan solusi kesehatan yang bermutu dalam industri kesehatan nasional. NIVA adalah bukti nyata bahwa Indonesia mampu menghasilkan produk kesehatan yang unggul dan berdaya saing global.”
SMDI selaku distributor resmi NIVA akan memainkan peran penting dalam menjamin kelancaran distribusi dan layanan purna jual. “Kami yakin bahwa NIVA akan menjadi gamechanger dalam upaya kita menurunkan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular di Indonesia. Dengan deteksi dini, kita dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami juga berkomitmen untuk memberikan pelatihan dan dukungan teknis terbaik kepada tenaga medis agar mereka dapat mengoperasikan NIVA secara optimal,” ujar Yani Motik, Direktur Utama SMDI.
Guru Besar ITB Professor Tati Mengko, perwakilan inventor NIVA dari ITB menyatakan, “Sebagai seorang periset dan akademisi, melihat hasil penelitian kami dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, adalah suatu prestasi dan kebanggaan tersendiri. NIVA adalah bukti bahwa Indonesia mampu menghasilkan inovasi teknologi kesehatan yang unggul dan mampu bersaing secara global.”

Lebih lanjut Professor Tati menyatakan “Dalam proses riset dan pengembangan NIVA, sebelumnya ITB beberapa kali berkolaborasi dengan industri untuk produksi alat kesehatan, namun belum terwujud. Bersama SCNP, hal itu terwujud dalam suatu segmen usaha khusus di SCNP, yaitu divisi alat kesehatan yang berkembang secara ekstensif, terutama melalui kerja sama dengan KFTD”.
Dokter Jetty Sedyawan, spesialis jantung dan pembuluh darah FKUI dan anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), menekankan pentingnya deteksi dini dan pencegahan PKV. NIVA, alat kesehatan non-invasif yang terjangkau, menjadi solusi inovatif dari PERKI dalam hal ini. NIVA tidak hanya akurat dan mudah digunakan, tetapi juga mampu mendeteksi risiko PKV di luar faktor risiko tradisional (seperti kadar lemak, gula darah, tekanan darah tinggi, merokok, obesitas). Dengan menganalisis elastisitas, kekakuan dan penyempitan pembuluh darah perifer, NIVA dapat memprediksi risiko serangan stroke dan jantung dalam 5 (lima) tahun ke depan.
Melalui konsep “Beyond the Cuff“, NIVA memberikan informasi berharga tentang kesehatan kardiovaskular seseorang pra serangan. Pemeriksaan ini juga dapat mengungkap “usia pembuluh darah” yang mungkin lebih tua atau lebih muda dari usia sebenarnya. Riset dan pengembangan dilakukan bersama oleh Tim Biomedik ITB dan Alm. Dokter Ismoyo Sunu, SpJP(K), dan diproduksi oleh SCNP serta didistribusikan oleh KFTD. NIVA telah lolos uji klinis dari RSPJ Harapan Kita dan menjadi alat kesehatan penting dalam pencegahan dan deteksi dini PKV.
Dengan terjalinnya kolaborasi ini, KFTD selaku distributor resmi produk NIVA siap menjalankan proses pendistribusian dan pemenuhan kebutuhan produk NIVA secara optimal, khususnya bagi seluruh rumah sakit klinik, puskesmas, institusi kesehatan pemerintah, dan seluruh fasilitas kesehatan baik pemerintah maupun swasta. KFTD senantiasa berkomitmen dan berperan aktif mendukung upaya-upaya Pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan memenuhi kebutuhan produk kesehatan yang berkualitas untuk seluruh wilayah Indonesia. * (Syam/Wah)





