MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 13 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 13 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Mengantisipasi Peningkatan Serangan Siber Berbasis AI pada 2024

Syamhudi by Syamhudi
Selasa, 30 Januari 2024
in Teknologi
Mengantisipasi Peningkatan Serangan Siber Berbasis AI pada 2024

AI cybersecurity, virus protection in machine learning

50
VIEWS

Jakarta, Media-profesi.com – Trend Micro Incorporated (TYO: 4704; TSE: 4704), pemimpin keamanan siber global, dalam laporan terbarunya mengenai Critical Scalability: Trend Micro Security memperingatkan bahwa generative AI (GenAI) berpotensi menjadi alat yang digunakan para pelaku kejahatan siber untuk meningkatkan serangan siber pada tahun 2024.

Salah satu yang diprediksi oleh laporan tersebut adalah kemungkinan terjadinya ‘tsunami’ taktik social engineering yang canggih dan pencurian identitas yang menggunakan GenAI tersebut.

Seperti banyak teknologi baru lainnya, AI adalah pedang bermata dua dan dampaknya terhadap dimensi sosial serangan siber akan semakin terlihat pada tahun 2024. GenAI diperkirakan akan mendisrupsi pasar phishing pada tahun 2024 karena semakin banyak digunakan dan kualitasnya juga meningkat, ditambah lagi dengan dukungan penggunaan Generative Adversarial Networks (GAN).

Trend Micro memprediksi transformasi ini akan memungkinkan pembuatan konten audio dan video yang sangat realistis dengan biaya yang lebih hemat. Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya gelombang baru business email compromise (BEC), penculikan virtual, dan penipuan lainnya.

Laksana Budiwiyono, Country Manager, Trend Micro Indonesia mengatakan: “Large Language Models (LLM) yang canggih dan menguasai berbagai bahasa akan menjadi ancaman yang signifikan karena mereka mampu menghilangkan indikator khas phishing seperti format yang janggal atau kesalahan tata bahasa, sehingga semakin sulit untuk dideteksi. Perusahaan-perusahaan di Indonesia harus melakukan transisi dari pelatihan phishing konvensional dan memberikan prioritas pada penerapan pengendalian keamanan modern. Pertahanan canggih ini tidak hanya melampaui kemampuan manusia dalam mendeteksi tetapi juga memastikan ketahanan atau resiliensi terhadap taktik baru itu. Inisiatif semacam itu sangat penting seiring dengan kemajuan AI di negara ini, yang diperkirakan akan memberikan kontribusi hingga US$ 366 miliar terhadap PDB pada tahun 2030.”

Model AI sendiri mungkin juga akan menghadapi serangan pada tahun 2024. Lantaran dataset GenAI dan LLM sulit diutak-atik oleh para pelaku ancaman, mereka akan mengincar model pembelajaran mesin berbasis cloud yang terspesialisasi.

Dataset pelatihan yang lebih terfokus akan menjadi lebih menyasar pada penyusupan data dengan hasil antara lain pengambilan data yang sensitif hingga merusak fraud filter dan bahkan hal-hal yang terhubung. Untuk melakukan serangan semacam itu hanya membutuhkan biaya kurang dari US$100.

Tren ini, pada gilirannya akan meningkatkan pengawasan berdasarkan regulasi dan mendorong pengambilan tindakan sendiri oleh sektor keamanan siber.

“Di tahun mendatang, industri siber akan mulai mengungguli pemerintah dalam hal mengembangkan kebijakan atau peraturan khusus keamanan siber terkait AI,” ujar Laksana Budiwiyono. “Industri ini bergerak cepat untuk mengatur diri sendiri dengan basis partisipasi.”

Laporan prediksi Trend Micro tahun 2024 juga menyoroti beberapa hal:

Terjadinya lonjakan serangan cloud-native worm, yang menargetkan kerentanan dan miskonfigurasi serta menggunakan otomatisasi tingkat tinggi untuk menjangkau banyak container, akun, dan layanan dengan mudah.

Keamanan cloud akan menjadi sangat penting bagi perusahaan untuk mengatasi kesenjangan keamanan di lingkungan cloud, menyoroti kerentanan pada aplikasi cloud-native terhadap serangan otomatis. Tindakan proaktif, termasuk mekanisme pertahanan yang kuat dan audit keamanan menyeluruh, sangat penting untuk mengurangi risiko.

Lebih banyak serangan terhadap rantai pasokan akan menargetkan tidak hanya komponen software open-source di upstream tetapi juga pada manajemen identitas inventaris, seperti SIM telco, yang sangat penting untuk sistem armada dan inventaris. Penjahat siber juga akan mengeksploitasi software rantai pasokan yang ada di vendor melalui sistem CI/CD, dengan fokus serangan pada komponen pihak ketiga.

Serangan terhadap private blockchain akan meningkat sebagai akibat dari kerentanan dalam implementasi sejumlah private blockchain. Pelaku ancaman dapat secara langsung memodifikasi, menimpa, atau menghapus data yang ada, dan kemudian meminta uang tebusan. Sebagai alternatif, bila memungkinkan mereka akan mencoba mengenkripsi seluruh blockchain untuk mengambil alih kendali atas cukup banyak node.

Untuk membaca lebih lanjut tentang prediksi keamanan siber Trend Micro tahun 2024, silakan kunjungi: https://www.trendmicro.com/vinfo/us/security/research-and-analysis/predictions/critical-scalability-trend-micro-security-predictions-for-2024

(Syam)

Post Views153 Views
Tags: CloudCloud NativeCyber SecurityIndustri SiberTrend Micro

Related Posts

Nutanix Bawa AI Lebih Dekat ke Data Perusahaan, Tak Perlu Bongkar Infrastruktur Lama
Teknologi

Nutanix Bawa AI Lebih Dekat ke Data Perusahaan, Tak Perlu Bongkar Infrastruktur Lama

by Syamhudi
Jumat, 28 Agustus 2026
36
Investasi AI Melesat, Metrodata Dorong Perusahaan Kejar Dampak Nyata
Teknologi

Investasi AI Melesat, Metrodata Dorong Perusahaan Kejar Dampak Nyata

by Wahyu
Minggu, 23 Agustus 2026
39

RECOMMENDED

IHSG Berantakan! Saham Konglomerasi Rontok Berjamaah, Indeks Ambruk 2,59% ke Level 5.936

IHSG Berantakan! Saham Konglomerasi Rontok Berjamaah, Indeks Ambruk 2,59% ke Level 5.936

13 Oktober 2026
20
PGE Gaspol Bor 5 Sumur Panas Bumi! Lumut Balai, Ulubelu hingga Lahendong Jadi Tumpuan Energi Baru

PGE Gaspol Bor 5 Sumur Panas Bumi! Lumut Balai, Ulubelu hingga Lahendong Jadi Tumpuan Energi Baru

13 Oktober 2026
8

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    606 shares
    Share 242 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    408 shares
    Share 163 Tweet 102
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    401 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    368 shares
    Share 147 Tweet 92
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM