Penulis : Sabpri Piliang – Wartawan Denior
Jakarta, Media-profesi.com – Setiap perhelatan akbar sepak bola Eropa, atau Piala Dunia. Tahukah, apa yang paling saya sukai? Melihat khas nama-nama pemain Timnas Jerman.
Jerman, baik itu Jerman Barat atau Jerman Timur (sebelum Unifikasi) di awal 1990-an, punya nama depan “endemik” (asli), yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain di berbagai kawasan. Sebutlah: Wolfgang, Juergen, Oliver, Karl, Jupp, serta nama belakang Muller.
Ketika Helmut Schoen, pelatih bertangan dingin memilih skuad Timnas Jerman Barat (1974), tak terbayang olehnya. Bahwa pemain yang diadopsi dari sejumlah Klub liga Jerman dan Eropa ini, akan menjadi bintang.
Kita kembali ke nama “endemik” khas Jerman tadi. Jurgen Grabowski, Jurgen Croy, Jurgen Pommerenke, Jurgen Kreische, inilah bintang-bintang yang dibawa oleh Helmut Schoen kala itu. Lalu ada Wolfgang Overath, Wolfgang Kleff.
Sementara “endemik” lain, dengan nama belakang Muller. Diawali oleh ‘bomber’ dan ‘striker’ Jerman Barat yang bisa disebut mahabintang kala itu, Gerd Muller. Siapa yang tak mendengar gaungnya? Dalam tujuh pertandingan di Piala Dunia 1974, sang ‘Der bomber’ ini berhasil menciptakan empat buah gol. Suatu produktivitas yang ‘mumpuni’. Bila dihitung secara statistik, Gerd Muller yang pernah mendapat “Ballon d’Or” serta “Sepatu Emas Eropa”, membuat ‘setengah gol’ di setiap pertandingan.

Pemain terbaik Piala Eropa (Eropa) 1970 ini, bahkan menciptakan 10 gol dalam Piala Dunia 1970 di (Meksiko). Ini peristiwa langka dalam dunia sepakbola. Meskipun Jerman Barat, lewat “Kaki emas” Gerd Muller menjadi ‘top scorer, Jerman Barat hanya memperoleh juara ke-3. Brasil berada di peringkat pertama, diikuti Italia, Jerman, dan Uruguay di posisi ke-4.
Setelah era Gerd Muller berakhir, pada Piala Dunia 1978-1982, maupun ajang Piala Eropa, nama Muller muncul lagi. Tak berkait dengan “Der Bomber” ‘Muller’, lewat Hansi Muller dan Dieter Muller kembali mengingatkan memori “penggila” bola dunia pada Gerd Muller. Kini Timnas Jerman di Piala Eropa 2024 (Jerman) masih punya ‘suksesor’, satu Muller lagi, yaitu Thomas Muller.
Jerman yang kini tengah mengikuti ajang Piala Eropa (2024) selaku tuan rumah, pernah mencapai “peak performance”nya, dengan mengantongi empat kali juara dunia (1954, 1974, 1990, dan 2014), serta tiga kali juara Eropa (UEFA) tahun: 1972, 1980, 1996. Dan, tiga kali ‘runner-up’ (Finalis).
Tak kalah terkenal, seperti “Der Bomber” Gerd Muller, satu lagi nama ‘Jurgen’ yang sempat membawa Timnas Jerman juara adalah, Jurgen Klinsman. Klinsman merupakan generasi “line up” Jerman 90-an, ikut serta ‘berpesta’ kemenangan, saat Jerman menjadi juara dunia 1990, bersama Lothar Mattheus, dan Andreas Brehme. Mengalahkan dan ‘revanche’ atas Argentina, Jurgen Klinsman juga ikut membawa Jerman juara UEFA (Eropa) 1996.
Dianggap sebagai ‘striker’ utama Timnas Jerman kurun 1990. Klinsman mencetak gol di seluruh enam turnamen Internasional besar, yang diikuti Jerman. Mulai dari Piala Eropa (Euro) 1988, hingga “World Cup” 1998 di Perancis.
Satu Penghargaan Jurgen Klinsman yang juga hebat, berada di posisi ke-3 penghargaan pemain terbaik FIFA (1995). Tahun 2004, FIFA merilis daftar “FIFA 100”, dari 125 Pesepakbola terhebat yang masih hidup.
Pagi tadi, dini hari, Timnas Jerman “menggulung” Skotlandia dengan skor 5-1, dalam ajang pembuka EURO 2024. Piala Eropa yang kali ini berlangsung di Jerman, tentu sangat menarik untuk kita tonton. Namun Sayang, tak ada lagi nama-nama “endemik”, seperti: Jurgen, Wolfgang, Karl, Jupp, dari “line up” yang di bawa oleh Pelatih Julian Nagelsman. * (foto: istimewa)





