MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 2 November 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 2 November 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Sumatera Utara Perkuat Peran Tulang Punggung Ekspor Nasional

Pratama by Pratama
Senin, 29 Juli 2024
in Ekonomi
Sumatera Utara Perkuat Peran Tulang Punggung Ekspor Nasional
16
VIEWS

Medan, Media-profesi.com – Sumatera Utara telah menjadi tulang punggung ekspor wilayah Sumatera dengan menjadi provinsi ketiga dengan nilai ekspor terbesar setelah Kepulauan Riau dan Riau. Produk ekspor Sumatera Utara didominasi oleh produk lemak & minyak hewani/nabati yang telah menembus hingga 182 negara.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, nilai ekspor Sumatera Utara mencapai USD10,24 miliar, Kepulauan Riau USD17,39 miliar dan Riau USD18,96 miliar. Dari sisi PDB, Sumatera Utara merupakan kontributor PDB Indonesia di peringkat 5 dengan kontribusi PDB sebesar 5,12% pada tahun 2023.

Data tersebut menunjukkan bahwa Sumatera Utara memiliki peran yang signifikan dalam perekonomian nasional, baik dari sisi ekspor maupun kontribusi terhadap PDB.

Melihat pentingnya peran Sumatera Utara dalam perekonomian nasional tersebut, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) terus mendukung dan meningkatkan potensi ekspor provinsi Sumatera Utara dengan kembali menyelenggarakan forum pertemuan bersama para eksportir unggulan Sumatera Utara dalam acara “LPEI Export Forum dan Sosialisasi Program Penugasan Khusus Ekspor 2024” pada Kamis (25/7).

Acara ini bertujuan untuk mendorong ekspor Sumatera Utara dengan memberikan export outlook di Sumatera Utara sehingga pelaku ekspor dapat melihat prospek ekspor yang akan datang. Acara ini terselenggara dengan baik melalui kolaborasi antara LPEI dengan DJPPR Kementerian Keuangan, Bea Cukai Sumatera Utara, dan Dinas Perindustrian Perdagangan Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Utara.

Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara Kementerian Keuangan, Heri Setiawan mengatakan untuk mendorong ekspor Sumatera Utara, Pemerintah memberikan Penugasan Khusus Ekspor (PKE) kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk menyediakan pembiayaan, penjaminan dan/atau asuransi kepada kegiatan ekspor yang secara komersial sulit untuk dilaksanakan, tetapi dianggap perlu untuk menunjang kebijakan ekspor nasional.

“Melalui PKE, LPEI sebagai perpanjangan tangan Kementerian Keuangan membantu pelaku usaha mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi, khususnya eksportir Sumatera Utara. Para eksportir dapat memanfaatkan berbagai Program Penugasan Khusus Ekspor sesuai dengan profil/karakteristik ekspor yang ada, antara lain PKE UKM yang dirancang untuk UKM berorientasi ekspor, PKE Kawasan untuk eksportir yang ingin menembus pasar ekspor ke tujuan negara non- tradisional, PKE Trade Finance dengan skema transaksi trade, serta PKE Farmasi dan Alat Kesehatan bagi eksportir yang bergerak di industri kesehatan,” kata Heri Setiawan.

Chief of Region LPEI, Anton Herdiyanto menjelaskan LPEI proaktif untuk memberikan solusi dan dukungan penuh kepada eksportir Sumatera Utara sehingga mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para pelaku usaha ekspor serta menciptakan kepercayaan dari negara lain.

Saat ini Sumatera Utara memiliki 737 eksportir yang terdiri dari 555 eksportir dengan nilai ekspor di bawah Rp50 miliar, 137 eksportir dengan nilai ekspor Rp50-500 miliar, dan 45 eksportir dengan nilai ekspor di atas Rp500 miliar.

“Pada level nasional, nilai ekspor Sumatera Utara masuk ke dalam 10 provinsi terbesar dengan jumlah eksportir terbesar ke-7 di Indonesia. Angka kontribusi yang signifikan ini tentulah hasil kolaborasi yang solid antara Kementerian, Lembaga, pelaku usaha serta seluruh elemen ekosistem ekspor Sumatera Utara,” kata Anton.

Market Intelligence & Leads Management Chief Specialist LPEI, Rini Satriani, menjelaskan bahwa sekitar 80% ekspor Sumatera Utara tersebar oleh produk lemak & minyak hewani/nabati, produk kimia, ampas & sisa industri makanan, karet & barang dari karet, dan sabun & bahan pembersih. Produk-produk Sumatera Utara telah menjangkau hingga 182 negara, dengan lima negara tujuan utama yaitu China, Singapura, Amerika Serikat, Malaysia, dan India. Hal ini didorong oleh peningkatan jumlah buyer produk ekspor Sumatera Utara sejak 2022, dengan 32,29% diantaranya merupakan buyer loyal.

Rini menganalisis bahwa pertumbuhan ekspor Sumatera Utara akan tetap stabil hingga tahun 2025. Sejumlah produk unggulan asal Sumatera Utara memiliki peluang nilai ekspor di dunia yang tinggi, seperti kopi, teh, dan rempah dengan nilai mencapai Rp14,09 triliun, buah-buahan mencapai Rp8,9 triliun, produk plastik dan barang dari plastik senilai Rp58,46 triliun, minyak atsiri, wewangian dan kosmetik sebesar Rp22,12 triliun, produk olahan dari daging, ikan, krustasea dan moluska sebesar Rp15,69 triliun serta produk kayu sebesar Rp39,5 triliun.

Di sesi terpisah, LPEI juga memperkenalkan marketplace bernama Komodoin kepada para pelaku usaha berorientasi ekspor Sumatera Utara. Komodoin yang akan meluncur dalam beberapa waktu mendatang akan membantu dan memudahkan pelaku usaha berorientasi ekspor dengan menyediakan informasi berbasis riset data dan membantu eksportir dalam menjangkau buyer baru di pasar dunia agar produk Indonesia berani mendunia.

Kapala Divisi SME’s Advisory Services LPEI, Lutpi Ginanjar yang menjelaskan marketplace Komodoin di hadapan para pelaku UKM berorientasi ekspor juga menggali masukan dari UKM yang sudah ekspor untuk mengoptimalkan dukungan LPEI dalam meningkatkan peran UKM Sumatera Utara menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. * (Syam/Pra)

Post Views147 Views
Tags: eksporIndonesia Exim BankLembaga PembiayaanLPEI

Related Posts

Bukan Sekadar Bertahan, SANF Buktikan Konsistensi dengan Raihan Penghargaan Lima Tahun Beruntun
Ekonomi

Bukan Sekadar Bertahan, SANF Buktikan Konsistensi dengan Raihan Penghargaan Lima Tahun Beruntun

by Syamhudi
Selasa, 30 Juni 2026
20
Laba Indonesia Eximbank Melejit 81%, Ada Apa di Balik Lonjakan Ini?
Ekonomi

Laba Indonesia Eximbank Melejit 81%, Ada Apa di Balik Lonjakan Ini?

by Syamhudi
Senin, 25 Mei 2026
17

RECOMMENDED

Ekonomi Indonesia Dikepung Tekanan Global: The Fed Buka Peluang BI Naikkan Bunga, IHSG Ambruk 7,03%

Ekonomi Indonesia Dikepung Tekanan Global: The Fed Buka Peluang BI Naikkan Bunga, IHSG Ambruk 7,03%

2 November 2026
3
SoSoft Gaspol Perangi Sampah Plastik, Waste Station Kedua Hadir di Jakarta, Target Daur Ulang 30 Ton Setahun

SoSoft Gaspol Perangi Sampah Plastik, Waste Station Kedua Hadir di Jakarta, Target Daur Ulang 30 Ton Setahun

2 November 2026
5

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    375 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM