MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 18 April 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 18 April 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Deklarasi Beijing: ‘Roadmap’ Baru Palestina

Syamhudi by Syamhudi
Rabu, 7 Agustus 2024
in Nasional
Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

100
VIEWS

Penulis: Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Jakarta, Media-profesi.com – “Sejarah tak pernah berulang. Manusialah yang mengulanginya”. (Voltaire, Filsuf Perancis: 1694-1778).

Sejatinya sejarah (histori), memang akan berulang. Namun, ‘sejarah’ adalah benda mati, dia tak dapat berulang. Pengulangan ‘histori’ (sejarah) hanya dilakukan oleh tangan manusia, lewat “perbuatannya”. Karena, manusialah yang menjadi aktor sejarah itu.

Dalam konteks Timur Tengah, sejarah yang terjadi 75 tahun lalu (1948), kini tarulang lagi. Pembersihan etnis (ethnic cleanshing) oleh Israel, menewaskan banyak  rakyat Palestina kala itu.

Peristiwa yang disebut Nakhba (malapetaka atau bencana) ini, diiringi dengan penghancuran lebih dari 500 desa Palestina, dan eksodus 700.000 warga. Mereka menjadi diaspora di: Suriah, Yordania, Lebanon, dan di mana pun yang mau menampung.

Kita tarik sedikit  ke belakang, sejak peristiwa ‘intifada’ Al-Aqsa tahun 2000, sampai 30 April 2024. Jumlah korban “ethnic cleanshing’ Israel telah menyentuh 46.500 (34.000-an korban di antaranya, setelah 7 Oktober 2023).

Jumlah itu tentu telah bertambah,  karena kini memasuki bulan Agustus. Korban Gaza, tidak lagi 34.000-an, tapi sudah 39.500 jiwa. Peristiwa Nakhba “jilid 2”, pun terulang kembali, lewat “Banjir Al-Aqsa”. Peristiwa penyerbuan, pula menewaskan 1.200-an rakyat Israel. Ditambah 230 orang lagi di tawan Hamas.

Permusuhan Palestina-Israel, terus berkelindan, “overlapping”. Semua karena “causa prima” (sebab-akibat). Siapa menyalahkan siapa, tergantung keberpihakan satu sama lain.

Sabpri Piliang – Wartawan Senior
Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Tidak bisa berharap banyak terhadap “wasit’, untuk melerai (PBB). Karena Israel berada dalam “perlindungan” negara-negara pemilik hak veto di Dewan Keamanan PBB.

Resolusi dan segala “tetek bengek”nya, tidak “mempan” bagi Israel. Mahkamah Internasional (ICJ) yang berpusat di Den Haag, adalah pengecualian untuk Israel. PM Israel melenggang dan pidato di Kongres AS, tanpa perlu takut ditangkap.

Dalam kebuntuan  ‘serius’ dan “membingungkan”. Di sisi lain, Timur Tengah makin berkecamuk, lewat pembunuhan Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh.  China mencari “sudut pandang” lain. Melalui Menteri Luar Negerinya, Wang Yi, pekan lalu, di Beijing. China mengambil peran.

Duduk bersama, Wakil Ketua Komite Sentral Faksi Fatah Palestina, Mahmoud Al- Aloul dengan anggota Senior Hamas Palestina, Mussa Abu Marzuk. Ditengahi oleh Wang Yi, China. Kedua pihak (Palestina) sepakat, untuk bersatu (rekonsiliasi).

Kita membaca, hanya rekonsiliasilah, yang akan membawa Palestina ke meja perundingan dengan Israel, pasca-perang. Bila itu mewujud, ini akan mengubah peta geopolitik, dan sekaligus mereduksi peran Iran terhadap isu Palestina.

Agak sulit bagi Palestina  maju ke meja perundingan, bila hanya mengandalkan dukungan Iran. Sejumlah negara Timur Tengah, sekutu AS (Arab Saudi, Qatar, UAE, Bahrain, Kuwait, Oman) enggan bersama Iran, dalam isu apa pun, termasuk isu Palestina.

Kekhawatiran “ekspor” Revolusi 1978, ke negara-negara Gulf (Teluk) itulah yang menjadi “benang merah”nya. Sekaligus sulit, untuk memasukkan Iran ke dalam “roadmap” penyelesaian konflik Hamas (baca Palestina) dengan Israel. Situasi ini dibaca oleh China, untuk mengambil posisi.

Kecerdikan China ini, tentu di luar dugaan Israel dan AS. Pilihan “angle”, rekonsiliasi dua faksi Palestina, akan menjadi titik awal penyelesaian konflik Timur Tengah secara komprehensif.

Prakarsa China menghimpun Faksi Hamas dan Fatah, serta 12 Faksi kecil Palestina lainnya di Beijing, disikapi secara skeptis oleh sejumlah kalangan di Israel. Mereka menganggap, seperti dikutip dari kolom (Penulis) Vas Shenoy di “Jerusalem Post” (6/8-2024), “China telah beralih, dan melibatkan aktor negara Muslim jadi pendukung kelompok itu”.

Selanjutnya Vas Shenoy mengingatkan, China secara langsung mendukung Hamas dengan cara terbuka. Mengumpulkan 14 kelompok Palestina di Beijing (Ibukota China).

Berjalan sampai ke batas. Berlayar hingga ke tepi. Konflik Hamas (baca: Palestina), sekalipun mengalami eskalasi. Namun ini akan bersipat ‘kulminatif’. Telah sampai di “titik letih”, untuk kedua pihak: Israel-Hamas.

Sangat mungkin,  terjadi perang besar dalam 1-2 hari ini, namun tetap lewat “proxy” masing-masing. Iran, tidak akan secara langsung “terjun”, Hezbollah dan Houthy tetap akan menjadi aktor utama peperangan.

Sementara Hamas, ada kemungkinan. Setelah pertemuan dengan Menlu Wang Yi di Beijing, akan sedikit “defend”, untuk bersiap maju ke meja perundingan. Melebur, bersama Fatah.  Atas nama Bangsa Palestina. Semoga saja. * (Syam). Foto: Istimewa

Post Views90 Views
Tags: Amerika SerikatChinaGazaIsraelMesirPalestinaPBB

Related Posts

Trump, Tarif 19 Persen, dan Puasa yang Menahan Amarah
Nasional

Trump, Tarif 19 Persen, dan Puasa yang Menahan Amarah

by Pratama
Minggu, 22 Februari 2026
48
Honda Civic Hybrid Raih Edmunds Top Rated Car Award 2026 di Amerika Serikat
Ekonomi

Honda Civic Hybrid Raih Edmunds Top Rated Car Award 2026 di Amerika Serikat

by Pratama
Jumat, 20 Februari 2026
11

RECOMMENDED

Hyundai Gowa Sediakan Servis Hari Minggu dan Tips Hemat BBM

Hyundai Gowa Sediakan Servis Hari Minggu dan Tips Hemat BBM

18 April 2026
5
Indonesia Women Fest 2026: Wadah Inspirasi Menyatukan Perempuan dari Berbagai Latar Belakang

Indonesia Women Fest 2026: Wadah Inspirasi Menyatukan Perempuan dari Berbagai Latar Belakang

18 April 2026
6

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    569 shares
    Share 228 Tweet 142
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    359 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM