MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 16 September 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 16 September 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

PERANG DAGANG: Intimidasi, dan “Retaknya” Barat

Wahyu by Wahyu
Selasa, 22 April 2025
in Ekonomi
PERANG DAGANG: Intimidasi, dan “Retaknya” Barat
51
VIEWS

Penulis: Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Jakarta, Media-profesi.com – “DONALD TRUMP” adalah gejala “penyakit” global. Eropa menyadari. “Intimidasi Trump”, harus di akhiri!

Perang dagang Trump, bukan saja menjadi ancaman sekutu Eropanya (trans-atlantik). Lebih jauh, menjadi sandungan mitra dagang terbesarnya (China), bahkan seluruh kawasan.

China yang rilek, akan lebih banyak memperoleh ambivalens “revenue”. Perang dagang yang diawali Trump sejak 2 April itu, memberi “opportunity” dan hikmah pada Pemerintahan Xi Jinping dan PM Li Qiang.

Li Qiang, PM China ke-8 (sejak 2023). Merupakan pemimpin yang Pro-bisnis, dan mudah beradaptasi dengan Eropa yang kecewa terhadap perang dagang Trump.

Keuntungan dobel (revenue ambivalens) China di sini. Xi Jinping-Li Qiang dapat memperbaiki hubungannya dengan Eropa dari sisi perdagangan.

Pula keuntungan politik yang selama ini harus “pamit” dulu kepada AS. Sebelum melakukan kontak langsung dengan China. Akan menjadi lebih pragmatis. Kira-kira “fatsoen” atau tatakrama politiknya seperti itu.

Kunjungan Presiden China Xi Jinping ke kawasan Asia Tenggara pekan lalu. Adalah cara China untuk mengatakan, “perang dagang” ala Trump, membuat China mudah merengkuh Asia, Eropa, bahkan kawasan Amerika Utara lain.

Perang dagang yang dicetuskan Trump, telah memberi “roadmap” pada China. Untuk “menenun” perjanjian dan kemitraan alternatif bersama negara-negara yang kecewa.

Bagi negara-negara Eropa, juga Asia (kecuali China), “Perang Dagang” AS terhadap mereka. Adalah sebentuk perundungan (“pelecehan”) dari negara “superpower”. Kepada negara-negara kecil yang mengandalkan kemakmuran dari ekspor.

Banyak perusahaan yang sangat bergantung pada arus barang (hulu dan hilir) ke dan dari AS. Perang dagang, serta  tindakan balasan dari Tiongkok kepada AS. Telah mempersulit mereka. Secara signifikan dan jangka panjang.

Tarif yang tinggi, seperti AS terhadap China (245 persen). AS terhadap Indonesia (47 persen). Meskipun sah dilakukan timbal balik, tarif yang tinggi akan merugikan konsumen di seluruh dunia.

Perang Dagang (Perang Tarif) China dan AS sebagai dua “market” induk dunia. Akan membebani pertumbuhan ekonomi. Sekaligus melemahkan permintaan yang sudah lesu.

Perang dagang adalah satu “penyakit”. Penyakit itu telah menjalar ke mana-mana. LVMH, pemilik Louis Vitton dan Christian Dior, misalnya. Membukukan penurunan sebesar 3 persen di kuartal pertama, menjadi USD 23 milyar.

Perang dagang telah mengubah, dan akan mengubah geopolitik dunia. Meski tidak se-ekstrem yang kita duga. Setidaknya menciptakan “close friend” baru, atau pragmatisme terhadap “perkawanan”, atau “permusuhan”.

Presiden Uni Eropa, Ursula von der Leyen mengindikasikan itu. “Ide tradisional  tentang “Barat” (baca: AS dan Eropa) yang bersatu adalah “masa lalu”, katanya.

China, Eropa, dan Asia, akan bersatu untuk mulai meninggalkan AS. Sangat mungkin! * (Syam/Wah) – Foto: Istimewa

Post Views143 Views
Tags: Amerika SerikatChinaEkonomi GlobalPerang DagangPerang Tarif

Related Posts

Pariwisata Indonesia Diuji Tekanan Ekonomi Global, Ini Strategi agar Tetap Kompetitif
Gaya Hidup

Pariwisata Indonesia Diuji Tekanan Ekonomi Global, Ini Strategi agar Tetap Kompetitif

by Syamhudi
Sabtu, 25 Juli 2026
57
Eropa Dilanda Gelombang Panas 40°C, Ini Dampaknya ke Harga Minyak, Emas, dan Pasar Saham
Ekonomi

Eropa Dilanda Gelombang Panas 40°C, Ini Dampaknya ke Harga Minyak, Emas, dan Pasar Saham

by admin
Sabtu, 4 Juli 2026
22

RECOMMENDED

Enam Mode di iCAR V23 Punya Tugas Berbeda, dari Hemat Energi hingga Taklukkan Medan

Enam Mode di iCAR V23 Punya Tugas Berbeda, dari Hemat Energi hingga Taklukkan Medan

15 September 2026
13
Ganti Menteri Keuangan di Tengah IHSG Re-Rating 18%, Mirae Asset Ingatkan Investor Makin Selektif

Ganti Menteri Keuangan di Tengah IHSG Re-Rating 18%, Mirae Asset Ingatkan Investor Makin Selektif

15 September 2026
19

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    599 shares
    Share 240 Tweet 150
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    400 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    392 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    362 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    360 shares
    Share 144 Tweet 90
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM