MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 15 September 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 15 September 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

GUNCANGAN TRUMP: Harga Emas makin “Menggila”

Pratama by Pratama
Jumat, 25 April 2025
in Ekonomi
GUNCANGAN TRUMP: Harga Emas makin “Menggila”
47
VIEWS

Penulis: Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Jakarta, Media-profesi.com – “ANGIN TOPAN” melanda emas! “Ancaman” Trump kepada Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell. Membuat emas makin “memuai”.

Bahkan, emas bisa lebih dalam lagi. Bila Trump tetap memaksa Powell menurunkan suku bunga The Fed. Powell tak peduli, dia punya kalkulasi sendiri.

“Turunkan suku bunga The Fed”, atau “minggir”! Ancaman kepada Powell, di tengah “Perang Tarif”, memperdalam “ceruk” emas ke harga tak masuk akal.

Proyeksi dan analisa US$ 3.200-an per ons hingga akhir 2025. Telah jauh terlampaui. Terlalu dini! Hanya di kuartal pertama saja, telah melebihi US$3.500 per ons.

Lantas, mau sampai berapa hingga akhir kuartal 2025? Melihat tiga hari terakhir ini, yang “rally” naik: Rp 10.000, lalu Rp 32.000, dan Rp 65.000 diprediksi, bakal makin “menggila”.

Sejumlah analis internasional tidak menampik. Dalam beberapa minggu ke depan. Sekalipun Donald Trump tengah “mendinginkan” suhu perang dengan China. Harga logam ini, bisa menyentuh US$ 4.000 per ons.

Kalkulasi yang lebih ekstreem, lembaga pembiayaan Goldman Sach, bahkan menyebut angka US$ 4.500. Sementara JP Morgan memprediksi, harga emas yang berkode kimiawi “Aurum” (Au) ini, mentok pada US$ 4.000 per ons.

Besarnya antusiasme publik terhadap emas (Au), plus Bank Sentral. Menjadikan “demand” emas “average” sebesar 710-720 ton per kwartal 2025. Bila dijumlah, maka dalam tiga kuartal, menjadi 2.130-2.160 ton.

Inilah yang menjadikan harga emas sudah tak tertahan. Sekalipun sudah akan “didinginkan” oleh Trump. Harga bisa menjadi stagnasi, namun untuk kembali ke titik US$ 3.200, saya tidak yakin.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengonfirmasi. Betul, perang tarif (saling balas AS-China) akan mereda. Namun, “market” sudah terlanjur tidak nyaman dengan “pressure” Trump terhadap Ketua Federal Reserve (Bank Sentral AS), Jerome Powell.

Pasar (market) AS yang punya pengaruh besar terhadap perekonomian dunia. Tidak boleh ada gejolak atau sentimen negatif. Ancaman Trump memecat Powell (bila nggak nurut), telah menekan pasar sebesar tiga persen.

Bila Trump betul memecat Jerome Powell, maka diprediksi bakal mem-“pressure” market lebih dalam lagi.

Harga emas boleh jadi akan lebih cepat mengalami “rally” ke atas. Karena, memangkas suku bunga The Fed (seperti anjuran Trump), linear dengan mempengaruhi independensi Bank Sentral AS (ekonomi terbesar di dunia).

Perang tarif menghambat pertumbuhan dunia. Jepang yang perekonomiannya terbesar ke-3 di dunia, diprediksi hanya tumbuh 0,6 persen. Sementara AS tumbuh 1,7 persen, dan China tumbuh 4 persen (turun 0,6 persen).

Dunia, kini menuju “zaman baru”. Format ekonomi global yang telah mapan selama 80 tahun, mengalami metamorfosis. Juga di daur ulang.

Indikator emas yang “rally”, adalah satu “benchmarking”. Sebagai tolok ukur metamorfosis. Berharga US$ 2.500 per troy ounce (ons) di bulan Januari 2025. Naik US$2.750 (Pebruari).

Selanjutnya, US$ 3.000 (Maret). Dan, US$3.328 (17 April), kini per troy ounce (US$ 3.500). Bisakah meredanya  ketegangan perdagangan AS-China, menurunkan harga emas?

Donald Trump telah menimbulkan “guncangan negatif besar” terhadap ekonomi dunia. Siapkah Indonesia? * (Syam/Pra) – Foto: Istimewa

Post Views123 Views
Tags: Amerika SerikatChinaDonald TrumpEmasGoldJerome PowellPerang DagangPerang TarifThe Fed

Related Posts

Emas Bisa Jadi Cuan atau Cuma Tren? ACC Buka Strategi Memilikinya Tanpa Beban Berat
Ekonomi

Emas Bisa Jadi Cuan atau Cuma Tren? ACC Buka Strategi Memilikinya Tanpa Beban Berat

by Syamhudi
Selasa, 15 September 2026
18
Inflasi Naik, DHE Dilonggarkan: Pasar Mulai Menghitung Arah Ekonomi Indonesia
Ekonomi

Inflasi Naik, DHE Dilonggarkan: Pasar Mulai Menghitung Arah Ekonomi Indonesia

by Syamhudi
Senin, 7 September 2026
15

RECOMMENDED

Enam Mode di iCAR V23 Punya Tugas Berbeda, dari Hemat Energi hingga Taklukkan Medan

Enam Mode di iCAR V23 Punya Tugas Berbeda, dari Hemat Energi hingga Taklukkan Medan

15 September 2026
13
Ganti Menteri Keuangan di Tengah IHSG Re-Rating 18%, Mirae Asset Ingatkan Investor Makin Selektif

Ganti Menteri Keuangan di Tengah IHSG Re-Rating 18%, Mirae Asset Ingatkan Investor Makin Selektif

15 September 2026
19

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    599 shares
    Share 240 Tweet 150
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    400 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    392 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    362 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    360 shares
    Share 144 Tweet 90
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM