MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 8 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 8 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Laporan SOTI Akamai Mengungkap Pelaku Kejahatan Menggunakan Taktik Pemerasan Empat Lapis dalam Aksi Ransomeware

Wahyu by Wahyu
Senin, 11 Agustus 2025
in Teknologi
Laporan SOTI Akamai Mengungkap Pelaku Kejahatan Menggunakan Taktik Pemerasan Empat Lapis dalam Aksi Ransomeware
9
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Akamai Technologies (NASDAQ: AKAM) mengungkapkan bahwa para pelaku kejahatan kini menggunakan taktik pemerasan empat lapis dalam aksi ransomware, meski pemerasan ganda masih menjadi pendekatan paling umum.

Lebih dari separuh kasus kebocoran data yang terjadi di Asia Pasifik (APAC) pada 2024 terjadi akibat ransomware. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan di APAC perlu meninjau dan memperkuat pertahanan siber guna meminimalkan kerentanan dan menjaga ketahanan bisnis.

Berdasarkan laporan teranyar State of the Internet (SOTI) Akamai, Ransomware Report 2025: Building Resilience Amid a Volatile Threat Landscape, tren pemerasan empat lapis yang kini sedang marak dilakukan mencakup serangan DDoS (Distributed Denial of Service) dan memberikan tekanan lebih besar kepada korban dengan memanfaatkan pihak ketiga, seperti pelanggan, mitra, atau media.

Ini merupakan peningkatan dari serangan ransomware pemerasan ganda, yaitu ketika pelaku serangan hanya mengenkripsi data korban dan mengancam akan membocorkan data tersebut ke publik bila tebusan tidak dibayar.

“Ancaman ransomware saat ini bukan lagi sekadar enkripsi,” kata Steve Winterfeld, Advisory CISO Akamai.

Lebih lanjut Steve Winterfeld mengatakan, para pelaku serangan memanfaatkan data yang mereka curi, eksposur ke publik, serta gangguan pada layanan untuk meningkatkan tekanan kepada korban. Metode seperti ini membuat serangan siber menjadi krisis bisnis yang serius sehingga memaksa perusahaan untuk meninjau kembali kesiapan dan respons mereka.

Sasaran Utama di APAC: Sektor Kesehatan dan Hukum

Kelompok-kelompok ransomware besar, seperti LockBit, BlackCat/ALPHV, dan CL0P, masih menjadi aktor utama di kawasan ini, sementara para pendatang baru seperti Abyss Locker dan Akira mulai menggebrak. Mereka menyerang sektor-sektor vital di APAC, mulai dari sektor kesehatan hingga hukum, dengan tingkat akurasi yang mengkhawatirkan.

Kasus-kasus besar yang terjadi antara lain peretasan 1,5 TB data sensitif milik Nursing Home Foundation di Australia oleh Abyss Locker, serta tebusan sebesar US$1,9 juta oleh sebuah firma hukum asal Singapura setelah serangan Akira.

Kelompok aktivis ransomware hibrida juga semakin menarik perhatian. Dengan memanfaatkan platform ransomware-as-a-service (RaaS), kelompok-kelompok seperti RansomHub, Play, dan Anubis menyasar usaha kecil dan menengah, organisasi layanan kesehatan, serta lembaga pendidikan di APAC. Baru-baru ini, salah satu klinik fertilisasi in vitro di Australia dan sejumlah praktik medis lainnya menjadi korban dari sindikat baru ini.

Beban Kepatuhan Kian Rumit

Penegakan hukum yang berbeda-beda dan kesiapan regulasi yang tidak merata di APAC dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok ransomware untuk memeras korban melalui aturan hukum. Sebagai contoh, pelanggaran atas Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDPA) di Singapura dapat berujung pada denda hingga 10% dari pendapatan tahunan, di India terdapat ancaman pidana, sementara Jepang belum ada denda finansial resmi bagi perusahaan yang melanggar.

Ketidakseragaman ini membuat perusahaan-perusahaan multinasional seperti berjalan di labirin hukum, yang dapat memperlambat proses pelaporan, bahkan menciptakan celah yang bisa dieksploitasi oleh pelaku serangan.

Zero Trust dan Ketahanan Tetap Menjadi Kunci

Dalam laporannya, Akamai menegaskan pentingnya Zero Trust dan mikrosegmentasi dalam menghadapi taktik ransomware modern. Contohnya, perusahaan konsultan regional di APAC berhasil memperkecil risiko serangan internal dengan mikrosegmentasi berbasis perangkat lunak, sehingga mampu menghentikan pergerakan lateral sebelum kerusakan meluas.

“Ekonomi digital Asia Pasifik adalah salah satu yang tumbuh paling cepat di dunia, sebagian besar berkat laju inovasinya yang pesat,” kata Reuben Koh, Director of Security Technology and Strategy, Asia Pasifik & Jepang, Akamai.

Menurut Reuben Koh, tim keamanan menghadapi tantangan menghadapi permukaan serangan yang kian luas, dan serangan Ransomware cenderung menargetkan celah tersebut. Berbagai organisasi perlu meninjau ulang postur keamanan mereka dan memperkuat upaya untuk meningkatkan ketahanan siber.

“Mengadopsi arsitektur Zero Trust yang berfokus pada akses terverifikasi dan mikrosegmentasi adalah cara yang baik untuk meminimalkan dampak serangan ransomware. Dipadukan dengan latihan pemulihan rutin dan simulasi respons insiden, langkah-langkah ini akan menjadi elemen inti dalam meningkatkan ketahanan siber terhadap serangan seperti ransomware,” jelas Reuben Koh.

Orthopedic doctor showing x-ray to a woman patient while standing in hospital corridor. Radiologist sharing the medical scan report with female patient on a digital tablet.

Wawasan Global Tambahan dari Laporan

  • GenAI dan LLM membantu meningkatkan frekuensi dan skala serangan ransomware karena mempermudah individu yang memiliki keahlian teknis terbatas untuk menulis kode ransomware dan meningkatkan taktik rekayasa sosial mereka.
  • Kelompok-kelompok aktivis ransomware hibrida makin sering menggunakan platform ransomware-as-a-service (RaaS) demi menimbulkan dampak yang lebih besar, yang didorong oleh motif politik, ideologis, dan finansial.
  • Hampir separuh serangan penambangan kripto yang dianalisis tim riset Akamai menargetkan organisasi-organisasi nirlaba dan lembaga pendidikan, kemungkinan karena keterbatasan sumber daya di sektor tersebut.
  • Keluarga malware Trickbot, yang digunakan oleh kelompok-kelompok ransomware di seluruh dunia, memeras korban dengan nilai total mencapai US$724 juta dalam bentuk mata uang kripto sejak 2016.

(Syam/Wah)

Post Views178 Views
Tags: Akamairansomware

Related Posts

AI Makin Dipakai Karyawan, Celah Kebocoran Data Makin Besar. Akamai Siapkan Solusinya
Teknologi

AI Makin Dipakai Karyawan, Celah Kebocoran Data Makin Besar. Akamai Siapkan Solusinya

by Syamhudi
Selasa, 15 September 2026
43
AI Makin Pintar, Ancaman Siber Ikut Mengintai: Ini Celah Barunya
Teknologi

AI Makin Pintar, Ancaman Siber Ikut Mengintai: Ini Celah Barunya

by Wahyu
Senin, 10 Agustus 2026
48

RECOMMENDED

Warisan Inggris Bertemu Teknologi China, FREELANDER Jadi Kartu Baru Chery Group

Warisan Inggris Bertemu Teknologi China, FREELANDER Jadi Kartu Baru Chery Group

8 Oktober 2026
9
ID. Buzz Taklukkan 92 Negara, Indonesia Jadi Bagian dari Rekor Dunia Volkswagen

ID. Buzz Taklukkan 92 Negara, Indonesia Jadi Bagian dari Rekor Dunia Volkswagen

8 Oktober 2026
10

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    604 shares
    Share 242 Tweet 151
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    406 shares
    Share 162 Tweet 102
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    399 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    369 shares
    Share 148 Tweet 92
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM