Jakarta, Mediaprofesi.id – IHSG ditutup rebound cukup cepat sebesar 0,9% dan ditutup pada 7.801,6, menyusul aksi jual yang terjadi di hari Senin (01/09) karena dampak dari adanya gangguan terhadap stabilitas sosial, politik, dan keamanan di Indonesia sejak pekan lalu yang berlanjut sampai dengan akhir pekan.
“Aktivitas masyarakat kemarin sudah mulai meningkat dibandingkan dengan hari Senin, dan kantor-kantor juga terlihat sudah mulai kembali beraktivitas work from office, dibandingkan dengan hari Senin,” ujar Rully Arya Wisnubroto, Head of Research & Chief Mirae Asset dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi Mediaprofesi.id hari Rabu (3/9) di Jakarta.
Selain itu, sambung Rully, perkembangan data ekonomi Indonesia yang cukup positif juga terlihat turut memulihkan kepercayaan pasar.
Ditambahkannya bahwa aksi jual investor asing kemarin mereda, dengan foreign net sell hanya sebesar IDR331miliar, setelah di hari Senin terjadi net sell asing mencapai IDR2,2triliun. Rupiah juga secara perlahan menunjukkan tren positif hingga kemarin, dan kemarin ditutup pada 16.400 per USD.
BI menyatakan saat ini masih melakukan intervensi aktif dalam menstabilkan nilai tukar Rupiah dari dampak negatif pelemahan risk appetite asing terhadap pasar Indonesia. CDS Indonesia 5 tahun kemarin juga sudah sedikit turun, menjadi 71,84 dari hari sebelumnya yang mencapai 72,38.
“Kondisi pasar dalam jangka pendek tidak kalah penting untuk menjaga kepercayaan pasar sehingga perbaikan ekonomi dalam jangka menengah dan jangka panjang dapat tercapai,” tutup Rully. * (Syam/Pra)





