MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 19 April 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 19 April 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Nasional

ARSITEKTUR BARAT: AS Terjepit Realitas Gaza

Wahyu by Wahyu
Kamis, 4 September 2025
in Nasional
ARSITEKTUR BARAT: AS Terjepit Realitas Gaza
41
VIEWS

Penulis: Sabpri Piliang – Pengamat Timur Tengah

Jakarta, Mediaprofesi.id – REALITAS! Acuh! Tersirat jadi “player” di Gaza. Membuat celah! AS bukan lagi menjadi “arsitek” tatanan internasional.

Era Presiden Donald Trump, makin mempertegas itu! AS kini, tidak “dihormati” sebagai “kunci” dalam menyelesaikan setiap masalah dunia. Yang pernah diperankannya.

Gaza, mengeliminasi AS dari panggung “leader”, ke panggung “berwarna” yang sangat “tebal”, dan kentara. Israel, membuat AS bersikap “standard ganda”.

Ada kekhawatiran negara sekutu AS! Seperti Inggris, Perancis, dan Spanyol, “kekosongan” arsitek “leader”! Akan berpindah, dari “teman” ke “musuh”.

Penengah terhormat yang dimiliki AS dulu, bisa jadi bakal diisi oleh negara Asia Timur. Seperti China. Dalam politik, selalu bakal muncul “wasit” yang adil.

Terlepas dari kekerasan Hamas (peristiwa 7 Oktober 2023) pada rakyat Israel. Sepatutnya tidak “melebihi batas”! Hukum kolektif, telah membelalakkan dunia. AS tidak serius mencegah Israel!

AS yang merupakan arsitek terdepan pasca-PD II. Yang menjadi tatanan (hukum internasional kini). Justru telah melemahkan tatanan internasional dan “aturan main”!

Menolak visa Presiden Palestina Mahmoud Abbas! Menghadiri sidang “General Assembly” PBB (September), di New York. Makin menyelaraskan, Pemerintahan Trump, dengan pemerintah “Sayap Kanan” Israel.

Menabrak aspek tatanan internasional, begitu mencolok. Berdasarkan perjanjian sebagai “tuan rumah” PBB di New York. AS tidak patut menolak visa anggota/pengamat yang ingin menghadiri SU PBB 9-23 September.

PM Spanyol, Fedro Sanchez, seperti dikutip “The Guardian” (3 September 2025) mengingatkan! Meninggalkan tatanan konvensional (kesepakatan), tidak berdampak positif bagi AS, Uni Eropa, dan Barat.

Apa yang terjadi di Gaza saat ini. Merupakan salah satu episode “tergelap” dalam hubungan internasional di abad ke-21. “Sejauh ini, Uni Eropa telah menangguhkan kemitraan strategis Uni Eropa-Israel,”kata Sanchez!

Sesungguhnya, Uni Eropa sangat berharap AS (di bawah Trump). Lebih bersikap pragmatis dalam menyelesaikan konflik Gaza yang sangat kasat mata, “Genosida”!

Visi kemanusiaan dan moral. Seharusnya bisa mengubah “pertemanan” AS-Israel sedikit ter-“deviasi”. Setelah melihat korbannya mayoritas anak-wanita.

“Menonton” Gaza, negara-negara “kuat” yang “berseberangan” dengan “Trans-Atlantik” (Barat/NATO), seperti China, Rusia, Korea Utara. Tidak ingin lagi berbicara “kemanusiaan” palsu dengan AS.

“Ambivalens” AS terhadap Gaza, menyangkut HAM, atau ‘humanitarian’.  Ditertawai Rusia, juga Korea Utara (kirim pasukan bantu Rusia) versus Ukraina. AS membiarkan hukuman kolektif Israel di Gaza.

INGGRIS AMBIL ALIH

Sikap Inggris yang mengakui Palestina, minggu depan (SU PBB). Bisa jadi akan terwujud. Begitu juga Perancis, Australia, dan Kanada.

Kekhawatiran ada negara Asia Timur (mungkin China) yang akan berperan sebagai wasit “adil” di masa depan. Menjadikan Inggris dan Perancis, “bergegas” ingin mengisi kekosongan AS.

Sidang Umum PBB yang dimulai 9 September di New York, menjadi taruhan bagi Inggris. Pun, Perancis!

“Bertanggung  jawab” atas lahirnya Israel, lewat Deklarasi Balfour (1917). Inggris juga “bertanggung jawab” untuk mengakhiri pembantaian warga sipil Gaza, dengan “imbalan” politis!

Sebenarnya Inggris masih memberi kesempatan kepada Israel, untuk “membatalkan” pengakuannya. Asal, Israel mau melakukan gencatan senjata, dan tidak meng-aneksasi West Bank.

PM Inggris Keir Starmer (Agustus lalu) serius mengatakan! Inggris akan mengakui Palestina sebelum berlangsungnya SU PBB, yang dimulai 9 September (The Guardian).

Melihat persiapan Israel saat ini. Sebanyak 60.000 pasukan cadangan, dengan biaya 7,4 milyar dolar AS (The Times Of Israel, 3 September 2025). Israel sepertinya akan “menabrak” ancaman Inggris.

“Mimpi buruk” bagi Israel! Sekalipun pengakuan Inggris tinggal terhitung (maksimal) lima hari lagi (sebelum 9 September)! Tidak akan otomatis memerdekakan Palestina.

Sebagai sekutu! Pendukung Israel (Inggris), sejak kemerdekaannya 1948! Pemilik hak veto di “Security Council” PBB. Secara psikologis akan memukul Israel, “menyudutkan AS.

Membaca pikiran “tangan kanan” PM Netanyahu, Ron Dermer (Times Of Israel, 3 September 2025). Ada kemungkinan di detik akhir, Israel akan setuju gencatan senjata 60 hari dengan Hamas.

“Jangan terlalu memberi bobot pada penolakan. Israel belum mengesampingkan kesepakatan pembebasan sebagian dengan Hamas,” kata Dermer.

Satu perspektif! Israel juga sangat waswas, kalau-kalau Inggris “nekad” mengakui negara Palestina. Bimbang! ‘Paranoia’, kejadian 7 Oktober akan terulang lagi. Netanyahu di persimpangan jalan.

Kita lihat! Setidaknya hingga 8 September, sehari sebelum pembukaan SU PBB. Apakah Israel akan menerima proposal: AS, Qatar, Mesir? Atau malah menabraknya?

PEMBANTAIAN SEMPURNA

Israel tengah bersiap! Serangan darat, laut dan udara. Akan menjadikan Gaza sebagai “killing field” ‘ala’ Khmer Merah (1978), dengan pelakunya Israel!

Enggannya warga Gaza menjauhi zona pertempuran. Baru sekitar 10.000 orang yang pergi. Merupakan cara, mencegah Israel mengulangi peristiwa “nakhba” tujuh dasawarsa lalu. Palestina paham.

“Deadlock”-nya upaya menghindari “bencana” mematikan Gaza. Karena Israel memberi pilihan “stagnasi”! Lucuti senjata Hamas, sebagai “harga” temporer, bukan harga kemerdekaan!

Bagi Hamas, ini mengerikan. Demiliterisasi, tanpa gencatan senjata permanen. Sama saja “membunuh” rakyat Palestina, di saat sudah terbunuh.

Israel kini, merasa unggul dengan momentum militeristik. Sementara Hamas (baca: rakyat Palestina), unggul dengan momentum politis.

Pengakuan di mana-mana! Telah memperkuat spirit Hamas untuk “wait & see”, meski terdesak!

Sidang Umum PBB, akan mengubah “wajah catur” Palestina! Mengubah “wajah” Israel, yang “kesepian” dan hanya menyisakan AS sendirian sebagai ‘patron’ “godfather’.

Konsep ‘diferensial-integral’ ‘trans-atlantic’, suka atau tidak, telah menjadi “puzzle” terhadap Israel. Perubahan, dan akumulasi kebijakan politik Inggris-Perancis! Itulah diferensialnya.

Pengakuan Inggris dan Perancis (pada Palestina), punya dimensi luas. Dalam “melindungi” wibawa Barat (trans-atlantic/NATO).

Sekaligus, mencegah China men- “take over”, peran AS yang “terkoyak” oleh peristiwa Gaza.

Distorsi Gaza, telah mengubah wajah AS. Dari “polisi”, menjadi “pemain”. Atau, dari “regulator” ke “player”. Menang pun, Israel terjepit! * (Syam/Wah)  –  Foto: Istimewa

Post Views212 Views
Tags: Amerika SerikatGazaInggrisIsrael-HamasPerancisUni Eropa

Related Posts

Trump, Tarif 19 Persen, dan Puasa yang Menahan Amarah
Nasional

Trump, Tarif 19 Persen, dan Puasa yang Menahan Amarah

by Pratama
Minggu, 22 Februari 2026
48
Honda Civic Hybrid Raih Edmunds Top Rated Car Award 2026 di Amerika Serikat
Ekonomi

Honda Civic Hybrid Raih Edmunds Top Rated Car Award 2026 di Amerika Serikat

by Pratama
Jumat, 20 Februari 2026
11

RECOMMENDED

Waspada Sebelum Membeli: 93% Anak Indonesia Alami Karies Gigi, Kandungan dalam Susu Formula Perlu Dicermati!

Waspada Sebelum Membeli: 93% Anak Indonesia Alami Karies Gigi, Kandungan dalam Susu Formula Perlu Dicermati!

19 April 2026
12
Daewoong Hadirkan Obat Inovatif P-CAB ‘Fexuprazan’, Resmi Dapat Persetujuan BPOM di Indonesia

Daewoong Hadirkan Obat Inovatif P-CAB ‘Fexuprazan’, Resmi Dapat Persetujuan BPOM di Indonesia

19 April 2026
6

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    569 shares
    Share 228 Tweet 142
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    359 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM