Jakarta, Mediaprofesi.id – IHSG ditutup melemah pada perdagangan terakhir pekan lalu di hari Kamis sebesar 0,2% menjadi 7.867. Arus modal asing keluar masih terus berlanjut sejak terjadinya aksi demonstrasi dan kerusuhan di akhir bulan Agustus lalu.
“Sejak tanggal 27 Agustus sampai dengan hari Kamis lalu akumulasi net sell asing mencapai IDR5,8triliun,” ujar Rully Arya Wisnubroto, Head of Research & Chief Mirae Asset dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi Mediaprofesi.id hari Senin (8/9) di Jakarta.
Lebih lanjut Rully menjelaskan, persepsi risiko Indonesia mulai membaik, terlihat dari CDS Indonesia 5 tahun yang mulai turun secara perlahan, dari puncaknya pada awal September yang mencapai 72,38 menjadi 70,37 pada hari Kamis lalu (04/09).
Namun demikian, ungkap Rully, kami merasa bahwa investor belum sepenuhnya yakin akan situasi politik di Indonesia yang terus membaik dan kebijakan ekonomi Prabowo yang pro-pasar.
“Kebijakan yang menjadi perhatian besar saat ini adalah beban APBN yang semakin besar, terutama untuk membiayai program pemerintah seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih,” tutupnya. * (Syam/Pra)





