MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 25 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 25 Juni 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Nasional

KTT ARAB-ISLAM BESOK: Deklarasi Doha, Tinggalkan Israel!

Pratama by Pratama
Sabtu, 13 September 2025
in Nasional
KTT ARAB-ISLAM BESOK: Deklarasi Doha, Tinggalkan Israel!
233
VIEWS

Penulis: Sabpri Piliang – Pengamat Timur Tengah

Jakarta, Mediaprofesi.id – “PERPISAHAN” Donald Trump (AS) dan negara Teluk (GCC), tak akan tergesa-gesa! Mungkin! Diam-diam, halus, senyap.Tak terasa!

Menyerang teritori Qatar, tanpa “permisi”, memunculkan persepsi. Terlebih Israel dan Qatar, berpola “patron-client” dengan AS! Dalam bahas Italia, ‘Capo&Capo Pupi de Capi”.

Israel mestinya tak membuat “gaduh”, karena Qatar-AS berkoneksi. Qatar mendapat perlindungan dari AS! Sama seperti Israel yang berkoneksi,  dilindungi AS pula.

“Outside the Box”-nya Israel. Yang semestinya dibingkai dalam ‘frame’ sama dengan Qatar. Telah memunculkan keraguan kolektifitas Teluk. Ada pembiaran AS?

Persekutuan Negara Teluk, atau Gulf Cooperation Council (GCC). Tidak akan tergesa-gesa “melepaskan diri” dari AS. Walau, muncul persepsi. AS tak bisa lagi “dipegang”, menjadi “kotak” kolektif GCC sekarang.

Apa yang dilakukan Israel terhadap Doha, telah menjungkirbalikkan persepsi “patron-client” AS-Qatar. Masih bermanfaatkah AS bagi Qatar (GCC) kini? Qatar merasa dikhianati!

Qatar yang telah menyediakan  pangkalan militer AS (Al Udeid) dengan investasi USD 8 milyar selama tiga dekade. Memudahkan AS beroperasi (membom) Afghanistan, Yaman, Iran, Suriah, Irak, Lebanon, dan Laut Merah.

Serangan Israel ke ibukota Doha (Qatar), Selasa (9/8) perlahan! Mengubah konfigurasi persepsi negara-negara Teluk (GCC): Qatar, Bahrain, UAE, Kuwait, Oman, juga Arab Saudi. Terhadap Amerika Serikat (AS).

Tidak secara eksplisit GCC akan “menampakkan wajah” ambigunya. Namun, situasinya tidak akan sama lagi, dengan sebelum peristiwa terjadi. Serangan Israel, telah melukai  kepercayaan GCC terhadap AS.

Serangan Israel atas nama “membasmi” musuh (Hamas), bagi Qatar merupakan pola pikir ‘lateral’. Sudut pandangnya tidak konvensional. Mengapa? Karena dilakukan di negara, di mana terdapat pangkalan militer terbesar sang “patron” (pelindung) keduanya.

Selama ini, negara-negara Teluk (Termasuk Arab Saudi), sangat yakin. Keamanan dan stabilitas mereka bergantung pada AS. Keberadaan CENTCOM (komando tempur terpadu) AS di Sayliyah (2002, Qatar), lalu pindah ke Al Udeid (2009, Qatar), membuat stabilitas GCC jadi terjaga.

Apa boleh buat! “Psikopatisme”, pemimpin Israel, yang sangat dipengaruhi dua sekutu koalisi PM Benyamin Netanyahu: Ittamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich. Membuat negara GCC ter-“abrasi” keyakinannya. AS bukan “dewa keamanan” lagi!

Qatar sesungguhnya, telah bersikap “cover both side” (sisi seimbang) terhadap Israel-Hamas. Di pagi serangan (The Times Of Israel, 13 Agustus 2025), PM Qatar, Mohammed bin Abdulrahman al-Thani.

Bertemu dengan keluarga-keluarga warga Israel yang ditahan (Hamas) di Gaza. “Kami sangat mengandalkan upaya Qatar, dan tak punya harapan lain,”kata keluarga Israel kepada PM al-Thani.

Sehari sebelumnya, PM al-Thani, telah bertemu pula dengan delegasi Hamas, sambil mendesak. Agar mereka menerima proposal gencatan senjata AS yang telah disetujui Israel.

Sayangnya, upaya “hampir” berhasil membebaskan sandera Israel yang ditahan Hamas, pupus. Serangan rudal Israel di pertemuan Hamas, saat membahas upaya Qatar. Lancung!

Membom Doha! Israel telah menabrak cermin, yang telah diciptakannya sendiri. Delegasi perundingan Israel yang bolak-balik Tel Aviv-Doha, atau Yerusalem-Doha atas prakarsa Qatar-Mesir-AS, ‘linear’ sebagai bentuk kepercayaannya pada negara kaya ‘oil and gas’ ini, sebagai penengah.

“Haaretz”, media “mainstream” Israel lain (Sabtu, 13 September 2025) menyebutkan dalam satu “headlines”nya. Qatar telah mendesak UAE (negara GCC lain) agar menutup Kedutaan Besar-nya di Tel Aviv (Israel).

Solidaritas GCC nampaknya akan semakin menguat, dalam KTT Arab-Islam, Minggu (14 September-Senin 15 September 2025) di Qatar, besok.

Media berpengaruh ini mengingatkan. Dari perspektif Qatar, serangan Israel yang menargetkan Hamas di wilayah mereka. Sebagai bentuk kegagalan AS sebagai pemilik pangkalan besar di negara tersebut.

Bisa jadi, UAE dan Bahrain (GCC). Yang mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel, lewat prakarsa Presiden Trump (Abraham Agree, 2020), akan mengambil sikap tegas. Memutuskan hubungan, atau menarik Dubesnya.

Israel sukar berkelit, menyangkut, mengapa pimpinan politik Hamas ada di Qatar? Setelah “Arab Spring”, Presiden AS Barack Obama. Meminta Qatar menampung Hamas (2011), yang bertujuan memudahkan perundingan antara Israel-Hamas.

Hari-hari esok, hari-hari sulit bagi Israel! Boleh jadi, Presiden AS, yang Jumat kemarin mengundang PM al-Thani ke New York. Lalu, Menlu AS Marco Rubio ke Tel Aviv. Sebagai langkah mencegah kemarahan dunia Arab.

Kita tunggu, KTT Arab-Islam, besok! Adakah deklarasi tegas kepada Israel? Rasanya, iya. * (Syam/Pra)  – Foto: Istimewa

Post Views129 Views
Tags: Amerika SerikatDohaGulf Cooperation Council (GCC)IsraelPersekutuan Negara TelukQatar

Related Posts

Trump, Tarif 19 Persen, dan Puasa yang Menahan Amarah
Nasional

Trump, Tarif 19 Persen, dan Puasa yang Menahan Amarah

by Pratama
Minggu, 22 Februari 2026
51
Honda Civic Hybrid Raih Edmunds Top Rated Car Award 2026 di Amerika Serikat
Ekonomi

Honda Civic Hybrid Raih Edmunds Top Rated Car Award 2026 di Amerika Serikat

by Pratama
Jumat, 20 Februari 2026
14

RECOMMENDED

Baru Sebulan Dibuka, Chery Q Sudah Kantongi Lebih dari 3.000 Pesanan, Apa Rahasianya?

Baru Sebulan Dibuka, Chery Q Sudah Kantongi Lebih dari 3.000 Pesanan, Apa Rahasianya?

24 Juni 2026
12
Tak Perlu Terbang ke Amsterdam, Ribuan Karya Seni Dunia Kini Hadir di Samsung TV

Tak Perlu Terbang ke Amsterdam, Ribuan Karya Seni Dunia Kini Hadir di Samsung TV

24 Juni 2026
15

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    576 shares
    Share 230 Tweet 144
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    373 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    368 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    335 shares
    Share 134 Tweet 84
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    334 shares
    Share 134 Tweet 84
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM