MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 2 November 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 2 November 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Setiap Perusahaan Retail Perlu Menjadi Perusahaan Teknologi

Pratama by Pratama
Jumat, 28 November 2025
in Teknologi
Setiap Perusahaan Retail Perlu Menjadi Perusahaan Teknologi
14
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Carolyn Duby, Field CTO and Cyber Security Lead, Cloudera menjelaskan, perusahaan retail saat ini menyambut musim belanja akhir tahun dengan optimisme yang baru seiring membaiknya sentimen konsumen pasca periode ketidakpastian akibat kebijakan tarif dan perdagangan. Akan tetapi, optimisme saja tidak cukup. Dalam ekonomi berbasis data saat ini, perusahaan retail yang sukses adalah mereka yang berpikir dan bertindak layaknya perusahaan teknologi.

Retail modern berjalan berdasarkan data, mulai dari pengelolaan inventory hingga deteksi penipuan, tiap interaksi pelanggan menghasilkan informasi yang dapat memperkuat kinerja atau justru menciptakan risiko. Selama momentum hari belanja seperti Black Friday dan Cyber Monday, volume data berlipat ganda dan risiko semakin tinggi.

Perusahaan retail yang memprioritaskan visibilitas dan kontrol sebagai pusat praktik data mereka akan lebih siap untuk meningkatkan skala, menjaga keamanan, dan menghadirkan pengalaman yang mulus, yang diharapkan oleh pelanggan.

Menurut X-Force 2025 Threat Intelligence Index IBM, kawasan Asia Pasifik (APAC) menyumbang 34% dari seluruh serangan siber global, tertinggi dibandingkan kawasan mana pun. Selain itu, Microsoft Digital Defense Report 2025  menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-12 negara dengan aktivitas siber tertinggi di Asia Pasifik, menandakan begitu rentannya bisnis lokal terhadap semakin banyaknya  ancaman digital yang canggih.

Setiap klik, transaksi, dan interaksi digital membawa peluang dan risiko. Ini berarti bahwa dalam dunia persaingan yang sangat ketat dan ekspektasi pelanggan yang berkembang pesat, perusahaan retail yang berkembang pesat adalah mereka yang berpikir dan beroperasi seperti perusahaan teknologi.   

Meningkatkan Skala di Musim Puncak

Tantangan terbesar dari musim puncak liburan adalah skalabilitas, toleransi terhadap kegagalan, dan kurangnya tenaga staf. Lalu lintas online dan di toko seringkali melonjak beberapa kali lebih tinggi dibandingkan dengan waktu normal, dan peningkatan beban ini dapat memicu gangguan atau perlambatan yang sulit untuk dipulihkan. Gangguan itu sangat mahal biayanya, mulai dari hilangnya pendapatan hingga terkikisnya kepuasan pelanggan saat mereka tidak dapat menyelesaikan pembelian.

Tekanan ini sangat terasa pada sistem pemrosesan transaksi dan deteksi penipuan, yang harus mampu menahan lonjakan volume yang masif. Agar tetap tangguh, sistem manajemen data harus skalabel dan memiliki toleransi terhadap kegagalan untuk menangani beban tambahan dan mencegah downtime yang bisa menyebabkan pelanggan mengabaikan keranjang belanja mereka.

Enterprise data lineage akan membantu mengidentifikasi gangguan pada data pipeline dengan cepat, sehingga tim dapat memulihkan operasional dengan gangguan minimal. Adanya tinjauan yang menyeluruh terhadap akses dan aktivitas data di seluruh lingkungan hybrid cloud dan multi-cloud lebih lanjut menghilangkan titik buta (blind spot) dan memastikan informasi sensitif terus dipantau dan dilindungi.

Pertahanan Terhadap Peningkatan Risiko Siber

Perusahaan retail adalah target utama serangan siber selama musim liburan karena tingginya volume transaksi dan sensitifnya data yang mereka miliki. Para penyerang mencari informasi pribadi yang dapat mereka jual di forum dark web. PwC Voice of the Consumer Survey 2024 mencatat bahwa 74% konsumen di Asia Pasifik khawatir tentang privasi dan data yang dibagikan, dan 50% merasa tidak nyaman berbelanja melalui media sosial. Di Indonesia, 85% konsumen dapat menoleransi layanan digital yang lebih lambat selama mereka dapat menikmati layanan yang lebih baik dan memastikan data mereka aman. Bagi mereka, pengalaman digital tidak harus cepat, namun juga harus aman, adil, dan transparan.

Penipuan dan pencurian juga melonjak karena para pelaku kejahatan memanfaatkan gangguan selama musim liburan yang sibuk. Permukaan serangan menjadi sangat luas, toko retail, pusat distribusi, platform online, dan bahkan truk pengiriman barang sudah semakin terhubung melalui perangkat IoT.

Kerentanan pada perangkat yang kurang aman dapat menjadi titik masuk bagi penyerang. Pada saat yang sama, banyak perusahaan retail bergumul dengan sistem lama (Legacy) mereka dan margin yang tipis, sehingga sulit untuk mengikuti perkembangan ancaman. Dalam lingkungan seperti itu, setiap pelanggaran akan menggerus kepercayaan konsumen dan nilai brand, mengubah keamanan siber dari masalah IT menjadi prioritas bisnis.

Retail adalah industri yang sangat kompetitif di mana kepercayaan menjadi pembeda utama. Untuk mempertahankan loyalitas, perusahaan retail harus menunjukkan bahwa mereka menggunakan data secara bertanggung jawab. Tata kelola yang kuat dan arsitektur zero-trust sangatlah penting.

Sistem yang sudah dirancang aman sejak awal (secure-by-design) membatasi paparan, sementara kerangka kerja tata kelola yang terpadu akan memastikan bahwa keamanan dan kepatuhan pada regulasi ditegakkan secara konsisten di seluruh lingkungan hybrid.

Berinovasi di Retail Modern

Kecerdasan buatan dan machine learning sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan memperkirakan permintaan (demand forecasting), personalisasi, dan deteksi penipuan selama momentum puncak hari belanja. Cloudera mendukung data historis dan real time, keduanya penting untuk keberhasilan bisnis retail.

Data historis melatih model perkiraan permintaan dan memberikan informasi untuk menganalisis perilaku pelanggan. Namun, data bukan hanya tentang memahami apa yang sudah terjadi, kecepatan dan timing sama-sama penting.

Sistem ingestion real time memungkinkan pembuatan keputusan secara dinamis, mendeteksi anomali dalam transaksi saat terjadi atau memicu penawaran yang dipersonalisasi tepat pada saat pelanggan memasuki toko. Di retail, timing adalah segalanya.

Penawaran yang terlambat dikirim 15 menit saja sudah tidak efektif dan deteksi penipuan yang terlalu lambat bereaksi saat aksi jahat itu terjadi dapat menyebabkan kerugian finansial yang besar. Visibilitas real time memungkinkan perusahaan retail bertindak cepat, menyetujui transaksi yang sah dan memblokir transaksi yang curang sebelum kerusakan melanda.

Kemampuan untuk mengelola data secara bertanggung jawab, melakukan peningkatan sistem di bawah tekanan, dan membangun kepercayaan pelanggan akan menentukan siapa yang menjadi pemenang dalam lingkungan yang kompetitif saat ini. Seiring mendekatnya puncak belanja musim liburan, perusahaan retail yang menempatkan visibilitas dan tata kelola di jantung strategi mereka akan berada di posisi terkuat untuk melayani pelanggan dan mendorong pertumbuhan. * (Syam)

Post Views258 Views
Tags: clouderaCloudera Agentic AICloudera Data Platform

Related Posts

Cloudera dan NVIDIA Gaspol Kuasai Pasar AI, Solusi Baru Diburu untuk Pangkas Jarak dari Uji Coba ke Produksi
Teknologi

Cloudera dan NVIDIA Gaspol Kuasai Pasar AI, Solusi Baru Diburu untuk Pangkas Jarak dari Uji Coba ke Produksi

by Pratama
Rabu, 28 Oktober 2026
10
Agen AI Bisa Menembus Batas Keamanan, Perusahaan Diminta Hitung Ulang “Radius Ledakan”
Teknologi

Agen AI Bisa Menembus Batas Keamanan, Perusahaan Diminta Hitung Ulang “Radius Ledakan”

by Pratama
Jumat, 2 Oktober 2026
24

RECOMMENDED

FIFGROUP Borong Dua Penghargaan Sustainability 2026, Program Desa Sejahtera Astra Jadi Senjata Pemberdayaan Masyarakat

FIFGROUP Borong Dua Penghargaan Sustainability 2026, Program Desa Sejahtera Astra Jadi Senjata Pemberdayaan Masyarakat

1 November 2026
4
PEVS 2026 Diserbu 35.257 Pengunjung, Cashback Rp200 Juta Bikin Transaksi Menggeliat, Moeldoko Yakin Pasar EV Meledak

PEVS 2026 Diserbu 35.257 Pengunjung, Cashback Rp200 Juta Bikin Transaksi Menggeliat, Moeldoko Yakin Pasar EV Meledak

1 November 2026
5

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    375 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM