Jakarta, Mediaprofesi.id – Setelah diperkenalkan pada September 2024 lalu, kartu kredit DBS Z Visa Platinum kini memperkenalkan ‘Zustainable Ways Project’ sebagai gerakan dan inisiatif keberlanjutan program lingkungan terintegrasi dari Z Card.
Berkolaborasi dengan Duitin, Bank DBS Indonesia mengajak masyarakat untuk melihat bahwa setiap tindakan, sekecil apa pun, memiliki potensi untuk memperkuat gerakan yang membawa manfaat jangka panjang. Gerakan ini menempatkan Z Card sebagai simbol ajakan kolektif, tidak hanya menjadi sarana transaksi yang praktis, tetapi juga menjadi penggerak perubahan yang mengajak nasabah dan komunitas untuk mulai berkontribusi melalui langkah-langkah sederhana yang dapat menghasilkan manfaat besar.
Head of Card and Loan Business PT Bank DBS Indonesia Ari Lastina mengungkapkan, Bank DBS Indonesia berkomitmen menjalankan program keberlanjutan jangka panjang dengan pendekatan yang dapat direplikasi dan mendorong pemberdayaan komunitas lokal. Kami percaya bahwa perubahan sistemik memberikan manfaat yang lebih signifikan daripada bantuan sesaat.
“Karena itu, kami berinvestasi pada ekosistem yang mampu menumbuhkan ekonomi sirkular secara berkelanjutan, salah satunya melalui program ‘Zustainable Ways Project’. Melalui inisiatif ini, kami ingin memperluas dampak ini melalui keterlibatan nasabah dan menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari keseharian. Tentunya, hal ini sejalan dengan visi kami sebagai ‘Best Bank for A Better World’, khususnya dalam berkontribusi pada pencapaian target net zero emission (NZE) Indonesia pada 2060,” tambahnya.

Saat ini, fokus utama program diarahkan pada pengembangan model pengelolaan sampah terpadu di Ciamis. Daerah ini dipilih karena memiliki budaya kolaboratif yang kuat, dukungan pemerintah terhadap pengelolaan sampah, dan jaringan bank sampah aktif yang siap dikembangkan melalui pendekatan digital terintegrasi.
Bersama Duitin, Bank DBS Indonesia membangun satu bank sampah digital baru, mendigitalisasi tiga bank sampah eksisting, serta membangun tiga unit peternakan burung puyuh sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan sampah yang saling terhubung.
Melalui model ini, sampah anorganik dapat dikumpulkan, dipilah, dan disalurkan kembali sebagai material daur ulang, sementara sampah organik diolah menjadi pakan ternak melalui budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot. Pakan tersebut kemudian digunakan untuk mendukung operasional peternakan puyuh, sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari perluasan inisiatif ini, Bank DBS Indonesia juga meluncurkan ‘Zustainable Ways Challenge’ untuk mengajak nasabah berperan aktif dalam pengelolaan sampah dari rumah.
Program ini mendorong nasabah melakukan langkah sederhana namun berdampak dengan memilah dan mengelola sampah rumah tangga secara lebih bertanggung jawab. Dengan mendaur ulang minimal 5 kg sampah dan bertransaksi Rp3 juta per bulan, nasabah berkesempatan mendapatkan reward eksklusif berupa voucher belanja bernilai jutaan rupiah.
Sebagai kartu kredit yang mengusung nilai keberlanjutan, Bank DBS Indonesia menyisihkan dana keberlanjutan sebesar 0,5 persen dari setiap transaksi ritel Kartu Kredit DBS Z Visa Platinum pada periode 15 Oktober hingga 31 Desember 2024 untuk mendukung berbagai inisiatif lingkungan dibawah payung ‘Zustainable Ways Project’. * (Syam/Pra)





