MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 3 November 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 3 November 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Samsung Mengulas Peran Kepercayaan, Keamanan, dan Privasi dalam Membentuk Masa Depan AI di CES 2026

Wahyu by Wahyu
Kamis, 8 Januari 2026
in Teknologi
Samsung Mengulas Peran Kepercayaan, Keamanan, dan Privasi dalam Membentuk Masa Depan AI di CES 2026
17
VIEWS

LAS VEGAS, Mediaprofesi.id – Samsung Electronics menggelar panel diskusi bersama para pakar global dalam sesi “In Tech We Trust? Rethinking Security & Privacy in the AI Age” yang merupakan bagian dari rangkaian Tech Forum di CES 2026.

Diselenggarakan di The Wynn, Las Vegas, sesi ini menghadirkan para ahli di bidang teknologi, riset, dan etika untuk membahas bagaimana kepercayaan menjadi salah satu faktor paling krusial yang membentuk cara seseorang dalam mengadopsi dan berinteraksi dengan AI, seiring dengan semakin terintegrasinya sehingga secara mulus masuk dalam kehidupan sehari-hari.

Membuat Kecerdasan Tak Terlihat Lebih Terpercaya

Seiring dengan AI yang dapat mengantisipasi kebutuhan, mengkurasi rutinitas, dan beroperasi secara mandiri di berbagai perangkat, para panelis seperti, Allie K. Miller, CEO Open Machine; Amy Webb, CEO Future Today Strategy Group; Zack Kass, Global AI Advisor di ZKAI Advisory sekaligus mantan Head of Go-To-Market OpenAI; serta Shin Baik, Group Head AI Platform Center (APC) Samsung, menekankan bahwa kepercayaan tidak dibangun melalui sebuah janji, melainkan melalui perilaku yang konsisten, transparan, dan mudah dipahami.

Dalam sesi tersebut, Samsung membagikan pendekatannya terhadap trust-by-design, dengan menekankan pentingnya sistem AI yang dapat diprediksi, transparan, dan mudah dikendalikan oleh pengguna. “Ketika berbicara tentang AI, pengguna menginginkan transparansi dan dapat kontrol,” ujar Allie Miller.

“Mereka ingin menjadi pemegang kendali atas pengalaman yang dipersonalisasi — memahami apakah model AI berjalan hanya di perangkat saja atau di cloud, memastikan data mereka aman, serta melihat dengan jelas fitur apa yang didukung AI dan yang tidak. Tingkat visibilitas seperti ini membangun rasa percaya. Di sisi penyedia, terdapat tanggung jawab untuk hadir bagi pengguna dengan merancang pengalaman yang dipersonalisasi berlandaskan asas kepercayaan — kejelasan, keamanan, dan akuntabilitas,” tambah Allie Miller.

Samsung juga menyoroti bagaimana AI on-device memungkinkan data pribadi tetap diproses secara lokal kapan pun memungkinkan, sementara kecerdasan berbasis cloud digunakan secara selektif ketika dibutuhkan kecepatan atau skala yang lebih besar. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna tanpa perlu mengorbankan privasi.

Keamanan yang Dirancang untuk Dunia Berbasis AI

Di panel ini juga membahas bagaimana, seiring kecerdasan yang semakin terdistribusi di berbagai perangkat — mulai dari handphone, TV hingga peralatan rumah tangga — pendekatan terhadap keamanan pun harus terus berevolusi. Dalam sesi tersebut, Samsung menyoroti platform keamanan Knox, yang kini melindungi miliaran perangkat mulai dari tingkat chipset, beserta Knox Matrix, juga kerangka keamanan lintas perangkat yang memungkinkan berbagai produk untuk saling mengautentikasi dan melindungi satu sama lain.

“Kepercayaan terhadap AI dimulai dari keamanan yang terbukti, bukan sekadar sebuah janji,” ujar Shin Baik. “Selama lebih dari satu dekade, Samsung Knox telah menghadirkan platform keamanan yang tertanam secara mendalam untuk melindungi data sensitif di setiap lapisan. Namun, kepercayaan tidak cukup hanya dibangun pada satu perangkat — dibutuhkan sebuah ekosistem yang mampu melindungi dirinya sendiri. Melalui Knox, perangkat secara berkelanjutan saling mengautentikasi dan memantau satu sama lain, sehingga setiap perangkat berperan sebagai pelindung bagi yang lain, menciptakan lingkungan yang tangguh dan aman yang dapat diandalkan pengguna.”

 

Dialog Lintas Industri tentang Masa Depan Kepercayaan

Shin Baik menekankan bahwa kepercayaan akan tumbuh ketika AI berperilaku secara prediktif dan aman di berbagai perangkat, serta ketika pengguna mendapatkan sinyal kontrol yang jelas, bukan sistem “kotak hitam” yang sulit dipahami. Samsung menyoroti kemitraannya dengan para pemimpin industri seperti Google dan Microsoft sebagai upaya memperkuat riset keamanan bersama, interoperabilitas, serta perlindungan ekosistem secara menyeluruh.

Sementara itu, Allie Miller menekankan pentingnya transparansi bagi pengguna, termasuk kejelasan mengenai di mana model AI dijalankan, bagaimana data digunakan, serta label yang eksplisit untuk menunjukkan fitur mana yang ditenagai oleh AI dan mana yang tidak. Zack Kass menambahkan bahwa meskipun misinformasi dan penyalahgunaan merupakan tantangan nyata, teknologi itu sendiri juga memegang peran penting dalam mengatasinya. “Untuk setiap risiko, selalu ada penangkalnya, dan teknologi akan memainkan peran krusial dalam memitigasi dampak negatif AI,” ujarnya.

Sementara itu, Amy Webb menilai hubungan antara kepercayaan dan perilaku pembelian konsumen. “Saya tidak melihat konsumen membuat keputusan hanya berdasarkan kepercayaan,” katanya. “Orang tidak membeli sesuatu semata-mata karena kepercayaan. Mereka membeli karena kenyamanan. Jika AI mampu menarik perhatian karena membuat hidup lebih mudah dan praktis, di situlah nilai utamanya.”

Seiring AI semakin menjadi bagian yang tidak terlihat dalam kehidupan sehari-hari, para panelis sepakat bahwa teknologi yang mampu membangun kepercayaan jangka panjang adalah teknologi yang dari awal sudah mengedepankan keamanan, transparansi, serta pilihan yang bermakna bagi pengguna. * (Syam/Wah)

Post Views263 Views
Tags: CES 2026Samsung Electronics

Related Posts

Samsung Galaxy A18 Gaspol Rebut Pasar! Kamera 50MP, AI Gemini, Bonus Rp927 Ribu
Teknologi

Samsung Galaxy A18 Gaspol Rebut Pasar! Kamera 50MP, AI Gemini, Bonus Rp927 Ribu

by Pratama
Minggu, 18 Oktober 2026
19
Samsung Health Gaspol Benahi Pola Tidur, Cukup 3 Hari Data, Latihan Lari Kini Tembus 12 Level
Teknologi

Samsung Health Gaspol Benahi Pola Tidur, Cukup 3 Hari Data, Latihan Lari Kini Tembus 12 Level

by Pratama
Jumat, 16 Oktober 2026
29

RECOMMENDED

Samsung Solve for Tomorrow 2026 Bongkar Taring Inovator Muda: AI Lawan Polusi Udara, Aplikasi Matematika Bantu Siswa Tunanetra

Samsung Solve for Tomorrow 2026 Bongkar Taring Inovator Muda: AI Lawan Polusi Udara, Aplikasi Matematika Bantu Siswa Tunanetra

3 November 2026
5
Acer Tantang Guru Kuasai AI dan Coding: Gandeng Intel, Siapkan Inovasi Pembelajaran untuk Sekolah Masa Depan

Acer Tantang Guru Kuasai AI dan Coding: Gandeng Intel, Siapkan Inovasi Pembelajaran untuk Sekolah Masa Depan

3 November 2026
5

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    375 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    372 shares
    Share 149 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM