MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 1 November 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 1 November 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Goldman Sachs Naikkan Target Emas ke US$5.400: Apa Artinya bagi Pasar dan Investor Indonesia?

Pratama by Pratama
Rabu, 28 Januari 2026
in Ekonomi
Goldman Sachs Naikkan Target Emas ke US$5.400: Apa Artinya bagi Pasar dan Investor Indonesia?
21
VIEWS

Penulis: Martha Margaretha – Analis Market Global

Jakarta, Mediaprofesi.id – Emas kembali menjadi pusat perhatian pasar global. Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi, tensi geopolitik, serta arah kebijakan moneter dunia yang belum sepenuhnya jelas, logam mulia kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai instrumen spekulatif. Emas kembali menegaskan perannya sebagai aset strategis penjaga nilai.

Pada 22 Januari 2026, Goldman Sachs Group, Inc. secara resmi menaikkan proyeksi harga emas dunia menjadi US$5.400 per ounce untuk akhir tahun 2026, meningkat dari target sebelumnya di level US$4.900.

Goldman Sachs merupakan salah satu bank investasi multinasional terbesar di dunia yang berbasis di New York, Amerika Serikat. Lembaga ini dikenal luas sebagai pembentuk sentimen pasar global, baik di pasar saham, obligasi, valuta asing, maupun komoditas.

Oleh karena itu, setiap perubahan proyeksi yang dikeluarkan Goldman Sachs kerap menjadi rujukan penting bagi investor institusional di seluruh dunia.

Kenaikan target emas ini bukan sekadar revisi angka, melainkan mencerminkan perubahan struktural dalam dinamika pasar emas global.

Dalam laporan analisnya, Goldman Sachs menyoroti beberapa faktor utama yang mendorong revisi tersebut.

Pertama, meningkatnya permintaan dari investor institusi dan sektor swasta. Ketidakpastian kebijakan fiskal, konflik geopolitik yang berkepanjangan, serta meningkatnya risiko global mendorong investor besar kembali menempatkan emas sebagai lindung nilai jangka menengah hingga panjang.

Kedua, pembelian emas oleh bank sentral dunia tetap berada pada level yang sangat kuat, khususnya dari negara-negara berkembang. Upaya diversifikasi cadangan devisa dari dominasi dolar AS membuat emas kembali dipandang sebagai aset netral yang dipercaya. Goldman Sachs bahkan memperkirakan pembelian bank sentral dapat mencapai rata-rata sekitar 60 ton per bulan sepanjang 2026.

Ketiga, ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve ke depan turut memperkuat daya tarik emas. Dalam lingkungan suku bunga yang lebih rendah, aset tanpa imbal hasil seperti emas justru menjadi lebih kompetitif dibandingkan instrumen berbasis bunga.

Secara teknikal dan struktural, kondisi ini menunjukkan bahwa emas tidak lagi bergerak dalam siklus spekulatif jangka pendek. Pasar emas saat ini memasuki fase structural bull market, di mana setiap koreksi harga cenderung menjadi area akumulasi, bukan sinyal pembalikan tren.

Goldman Sachs memproyeksikan bahwa pergerakan menuju level US$5.400 tidak terjadi secara instan, melainkan bertahap sepanjang tahun 2026. Paruh pertama tahun diperkirakan diwarnai konsolidasi volatil, sementara paruh kedua berpotensi menjadi fase lanjutan penguatan apabila kondisi makroekonomi dan geopolitik tetap mendukung.

Bagaimana dampaknya bagi investor Indonesia?

Harga emas Antam tidak hanya ditentukan oleh harga emas global, tetapi juga dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah, premi fisik, biaya produksi, serta pajak. Dengan perhitungan yang realistis, apabila harga emas dunia bergerak di kisaran US$5.200–5.400 per ounce, maka harga emas Antam berpotensi berada pada rentang Rp3,1 hingga Rp3,3 juta per gram, tergantung pergerakan USD/IDR.

Kondisi ini menjelaskan mengapa emas fisik di Indonesia terasa semakin mahal, dan mengapa harga tidak kembali ke level “murah” seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pada fase ini, emas tidak lagi relevan untuk pendekatan beli murah dan jual cepat. Perannya telah bergeser menjadi instrumen perlindungan nilai dan stabilitas kekayaan.

Karena itu, strategi yang paling rasional bukanlah mencoba menebak puncak harga, melainkan membangun posisi secara bertahap, disiplin, dan proporsional dalam portofolio.

Pada akhirnya, emas bukan tentang mengejar keuntungan instan. Emas adalah tentang menjaga daya beli. Dan di tengah dunia yang semakin tidak pasti, menjaga nilai sering kali jauh lebih penting daripada mengejar imbal hasil. * (Syam/Pra)

Post Views301 Views
Tags: Amerika SerikatDonald TrumpEmasemas antamGoldGoldman SachsInvestorPasar SahamThe Fed

Related Posts

Rupiah Terancam, Minyak Tembus US$116, BI Suntik Likuiditas Rp190 Triliun, IHSG Hadapi Ujian Baru
Ekonomi

Rupiah Terancam, Minyak Tembus US$116, BI Suntik Likuiditas Rp190 Triliun, IHSG Hadapi Ujian Baru

by Syamhudi
Senin, 26 Oktober 2026
12
IHSG Meledak 5,65%, Investor Asing Malah Kabur, MSCI dan Ancaman Bunga BI Bayangi Pasar
Ekonomi

IHSG Meledak 5,65%, Investor Asing Malah Kabur, MSCI dan Ancaman Bunga BI Bayangi Pasar

by Wahyu
Rabu, 21 Oktober 2026
25

RECOMMENDED

EvRyde Bikin Ongkos Transportasi Hemat Jutaan Rupiah, Jalur Sepeda Masih Diserobot, Pengguna Skuter Listrik Geram

EvRyde Bikin Ongkos Transportasi Hemat Jutaan Rupiah, Jalur Sepeda Masih Diserobot, Pengguna Skuter Listrik Geram

1 November 2026
52
Daihatsu Turun Tangan Selamatkan Penyu Bali: 13 Tahun Kawal Konservasi, Kurma Asih Kembali Sabet Kalpataru

Daihatsu Turun Tangan Selamatkan Penyu Bali: 13 Tahun Kawal Konservasi, Kurma Asih Kembali Sabet Kalpataru

1 November 2026
12

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    375 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM