MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 13 Juni 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

5 Cara Digitalisasi yang Bikin Bisnis Kamu Lebih Efisien

Pratama by Pratama
Selasa, 3 Maret 2026
in Ekonomi
5 Cara Digitalisasi yang Bikin Bisnis Kamu Lebih Efisien
9
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) semakin menjamur di Indonesia. Salah satunya adalah bisnis penatu (laundry) yang makin ramai, terutama di area permukiman padat dan sekitar perkantoran.

Namun, tantangannya kini bukan cuma soal hasil cucian. Banyak usaha laundry masih mengandalkan promosi tradisional dan belum membangun “presence” di dunia digital padahal calon pelanggan makin sering mencari layanan terdekat lewat ponsel, membandingkan ulasan, lalu memesan lewat chat.

Akibatnya, bisnis jadi sulit ditemukan, respons lambat, dan operasional keteteran karena transaksi kecil tapi sering, pembayaran bercampur, serta pencatatan yang tidak konsisten.

Di titik inilah digitalisasi jadi pembeda. Bukan berarti harus langsung “serba canggih”, tapi cukup mulai dari hal yang paling sering terjadi di operasional laundry. Kalau kamu juga punya bisnis, berikut lima langkah digitalisasi yang bisa diterapkan agar kerja lebih efisien dan bisnis lebih rapi.

  1. Jangkau Pelanggan via WhatsApp dan Manfaatkan Google Maps 

Di bisnis laundry, cara menjangkau pelanggan sama pentingnya dengan hasil cucian. Agar order tidak hanya mengandalkan orang yang lewat, pemilik usaha bisa membangun kanal digital sederhana. Misalnya, gunakan WhatsApp sebagai “meja depan” untuk menerima pesanan dengan respon cepat. Manfaatkan juga layanan antar-jemput agar pelanggan yang sibuk tetap bisa dilayani, sambil menggunakan media sosial untuk mengingatkan layanan dan promo secara berkala. Merapikan Google Maps bahkan bahkan bisa mempermudah penemuan bisnis manakala orang mencari “laundry dekat sini”. Visibilitas di pencarian lokal ini penting karena banyak calon pelanggan mencari layanan terdekat lewat ponsel.

Di awal usaha, pelanggan Mau Laundry datang dari lingkungan sekitar kios mulai dari tetangga dan warga sekitar. Untuk menjangkau pelanggan baru, Muhammad Irfan kemudian memanfaatkan Google Maps dengan aktif memperbarui foto, memastikan informasi usahanya selalu relevan, dan rutin membalas komentar di kolom ulasan. Dengan begitu, saat orang mencari “laundry dekat sini” atau kata kunci sejenis, Mau Laundry lebih mudah ditemukan.

Di saat yang sama, Irfan tetap menjalankan strategi “jemput bola” lewat WhatsApp: ketika order sedang sepi atau pelanggan lama jarang terlihat, ia menyapa mereka secara personal sekadar menanyakan kabar sambil mengingatkan bahwa layanan tersedia. Ditambah layanan antar-jemput tanpa biaya tambahan di area sekitar, pelanggan yang sibuk pun bisa tetap dilayani tanpa harus datang ke kios

  1. Pembayaran Cepat Bantu Layanan Selesai dengan Tepat 

Pembayaran tunai kerap memerlukan uang kembalian, berisiko terjadi selisih hitung, dan bisa membuka celah pembayaran tertunda. Membiasakan pelanggan membayar secara nontunai membuat nominal selalu pas sesuai tagihan, mempercepat proses transaksi, dan membantu menjaga kedisiplinan pembayaran.

Kebiasaan ini diterapkan Irfan lewat QRIS. Dengan pembayaran yang tercatat otomatis, ia lebih mudah memastikan cucian dibayar sebelum diambil atau tepat saat layanan selesai. Untuk metode pembayaran dan pencatatan transaksi, Irfan menggunakan DANA Bisnis, sehingga riwayat transaksi bisa dipantau langsung dan memudahkan rekap harian.

  1. Pantau Pemasukan Tanpa Harus Menghitung Uang Setiap Hari

Transaksi laundry yang kecil seringkali membuat pencatatan manual mudah tercecer. Dengan sistem digital, pemilik usaha bisa memantau pemasukan dari riwayat transaksi, mengurangi ketergantungan pada uang fisik, dan lebih cepat mendeteksi jika ada pembayaran yang belum masuk.

Irfan terbantu karena pemasukan terlihat dari daftar transaksi yang tercatat secara digital di DANA Bisnis. Ini memudahkannya mencocokkan pembayaran dengan cucian yang sudah diambil pelanggan tanpa perlu mengecek uang tunai satu per satu setiap hari.

  1. Pisahkan Uang Usaha dan Uang Pribadi agar Arus Kas Lebih Terkendali

Langkah sederhana yang sering berdampak besar adalah memisahkan uang usaha dari pengeluaran pribadi. Memisahkan jalur uang sejak awal membantu pemilik melihat pemasukan bersih, menghitung biaya operasional dengan lebih akurat, dan mengambil keputusan belanja tanpa “mengira-ngira”.

Hal ini juga sempat dirasakan Irfan di awal menjalankan usaha. Sejak menerima pembayaran lewat QRIS ke akun DANA Bisnis, arus kas usaha tercatat terpisah dari akun pribadinya. Tanpa perlu memilah uang manual, jalur uang usaha jadi lebih jelas dan lebih mudah dikendalikan.

  1. Percepat Perputaran Arus Kas untuk Operasional yang Lebih Lancar

Bisnis laundry butuh perputaran kas yang cepat untuk kebutuhan harian seperti deterjen, plastik laundry, dan perlengkapan operasional. Jika pendapatan hasil transaksi harus dipindahkan dulu atau menunggu proses pencairan, operasional bisa melambat. Karena itu, sistem yang memungkinkan saldo langsung dipakai akan memangkas langkah kerja dan mempercepat putaran uang.

Dalam operasionalnya, Irfan memanfaatkan saldo di DANA Bisnis untuk belanja kebutuhan usaha. Saldo dari pembayaran pelanggan bisa langsung digunakan kembali menggunakan DANA, tanpa harus melalui proses transfer antar rekening terlebih dulu. Alhasil, perputaran uang lebih cepat dan operasional tetap berjalan tanpa tersendat urusan teknis.

“Waktu awal mengelola Mau Laundry, saya lebih banyak mengandalkan ingatan sehingga sulit memperkirakan kapan usaha akan ramai. Akibatnya, saya kesulitan mengatur pengeluaran juga. Tapi, saya belajar bahwa efisiensi sering datang dari keputusan sederhana. Setelah bertahun-tahun menjalankan laundry dan mulai menggunakan DANA Bisnis, saya bisa lebih mudah membaca kondisi usaha saya,” kata Irfan.

Dengan DANA, Irfan bisa memantau transaksi langsung dari ponsel dan memahami ritme usahanya: kapan ramai, kapan perlu hemat, dan kapan bisa menambah kebutuhan operasional. Pengelolaan Mau Laundry pun jadi lebih terkendali. Keputusan tidak lagi didasarkan atas rasa khawatir semata, melainkan dari data yang ia lihat sendiri. Bagi Irfan, ini penting karena usaha kecil seperti laundry sangat bergantung pada perputaran harian. Jika salah langkah, dampaknya bisa langsung terasa.

“Sejak digitalisasi, transaksi dan arus kas lebih tertata, pekerjaan repetitif berkurang, risiko kesalahan menipis, dan layanan bisa berjalan lebih stabil terutama di hari-hari paling ramai. Sekarang, Mau Laundry beroperasi di Jakarta Timur dan Bekasi, dan juga mulai membuka peluang franchise untuk ekspansi,” tutupnya. * (Syam/Pra)

Post Views116 Views
Tags: DANALaundryQRIS

Related Posts

Tembus Rp3 Miliar dalam Tiga Hari, Pameran Kopi Ini Buktikan Bisnis Kopi Nusantara Makin Menggeliat
Ekonomi

Tembus Rp3 Miliar dalam Tiga Hari, Pameran Kopi Ini Buktikan Bisnis Kopi Nusantara Makin Menggeliat

by Syamhudi
Senin, 8 Juni 2026
12
Bye Dompet Tebal, Simak Cara Liburan Cashless yang Praktis
Ekonomi

Bye Dompet Tebal, Simak Cara Liburan Cashless yang Praktis

by Wahyu
Kamis, 1 Januari 2026
20

RECOMMENDED

Dari Ratu Drift ke Balap Touring, Mampukah Rachel Cia Bersinar di Mandalika?

Dari Ratu Drift ke Balap Touring, Mampukah Rachel Cia Bersinar di Mandalika?

13 Juni 2026
7
Tak Sekadar Lomba, Kompetisi Daihatsu Ini Siapkan Generasi Siap Kerja di Industri Otomotif

Tak Sekadar Lomba, Kompetisi Daihatsu Ini Siapkan Generasi Siap Kerja di Industri Otomotif

13 Juni 2026
8

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    575 shares
    Share 230 Tweet 144
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    365 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    330 shares
    Share 132 Tweet 83
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM