MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 19 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 19 Mei 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Gejolak Timur Tengah Bikin Pasar Obligasi Dunia Bergejolak, Indonesia Diminta Waspada

Wahyu by Wahyu
Senin, 18 Mei 2026
in Ekonomi
Gejolak Timur Tengah Bikin Pasar Obligasi Dunia Bergejolak, Indonesia Diminta Waspada
13
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Pasar keuangan global kembali dibuat tegang di penghujung pekan lalu. Lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah di berbagai negara menjadi sinyal bahwa investor mulai mengantisipasi risiko inflasi yang lebih serius akibat memanasnya konflik geopolitik, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada Jumat (15/5), imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury (UST) tenor 10 tahun melonjak ke level 4,59 persen, sementara tenor 2 tahun naik ke 4,07 persen — menjadi level tertinggi dalam setahun terakhir.

Tekanan serupa juga terjadi di Jepang, di mana yield Japanese Government Bond (JGB) tenor 30 tahun menyentuh 4 persen untuk pertama kalinya sejak 1999. Di Inggris, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun bahkan menembus 5,17 persen, level tertinggi sejak 2008.

Di saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) ikut menguat ke posisi 99,28 seiring meningkatnya aksi flight-to-quality, ketika investor berbondong-bondong mencari aset yang dianggap lebih aman.

Tekanan di pasar dipicu konflik AS-Iran yang belum menunjukkan tanda mereda. Kondisi ini membuat harga minyak Brent bertahan tinggi di kisaran USD110 per barel dan memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi global.

“Pasar kini mulai melihat tekanan inflasi bukan lagi sekadar sementara, melainkan berpotensi menjadi lebih struktural dan bertahan lama,” ujar Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi Mediaprofesi.id hari ini, Senin (18/5/2026) di Jakarta.

Data inflasi Amerika Serikat yang dirilis beruntun semakin memperkuat kekhawatiran tersebut. Akibatnya, ekspektasi pasar berubah cukup drastis — dari sebelumnya berharap adanya pelonggaran suku bunga, kini bergeser pada kemungkinan suku bunga global akan tetap tinggi dalam waktu lebih lama.

Situasi ini tentu menjadi perhatian bagi negara berkembang, termasuk Indonesia. Repricing di pasar global berpotensi memicu arus keluar dana asing dari pasar obligasi maupun saham domestik. Dampaknya bisa terasa pada kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), pelemahan nilai tukar rupiah, hingga tekanan terhadap IHSG pada awal perdagangan pekan ini.

Selain itu, pemerintah juga perlu mencermati potensi tekanan fiskal, terutama terkait risiko meningkatnya beban subsidi energi apabila harga minyak dunia terus bertahan tinggi.

“Pasar kini mulai menyesuaikan ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga global di tengah tekanan inflasi dan tensi geopolitik yang meningkat,” tutup Rully. * (Syam/Wah)

Post Views12 Views
Tags: BIIHSGinflasi amerika serikatInvestorMirae AssetPasar ObligasiPasar SahamRupiahSBNSekuritasSuku BungaUSD

Related Posts

MSCI Pangkas 19 Saham RI, Tapi Tekanan Terburuk Dinilai Sudah Lewat
Ekonomi

MSCI Pangkas 19 Saham RI, Tapi Tekanan Terburuk Dinilai Sudah Lewat

by Pratama
Rabu, 13 Mei 2026
29
IHSG Masih Tertekan, Rupiah Melemah dan Asing Terus Jual Saham
Ekonomi

IHSG Masih Tertekan, Rupiah Melemah dan Asing Terus Jual Saham

by Pratama
Rabu, 13 Mei 2026
16

RECOMMENDED

nubia Neo 5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Smartphone Gaming dengan Kipas Pendingin Internal dan Bonus 99 Emas

nubia Neo 5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Smartphone Gaming dengan Kipas Pendingin Internal dan Bonus 99 Emas

18 Mei 2026
10
Gejolak Timur Tengah Bikin Pasar Obligasi Dunia Bergejolak, Indonesia Diminta Waspada

Gejolak Timur Tengah Bikin Pasar Obligasi Dunia Bergejolak, Indonesia Diminta Waspada

18 Mei 2026
13

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    570 shares
    Share 228 Tweet 143
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    368 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    360 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    326 shares
    Share 130 Tweet 82
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    326 shares
    Share 130 Tweet 82
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM