MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 27 Juli 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 27 Juli 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Gejolak Timur Tengah Bikin Pasar Obligasi Dunia Bergejolak, Indonesia Diminta Waspada

Wahyu by Wahyu
Senin, 18 Mei 2026
in Ekonomi
Gejolak Timur Tengah Bikin Pasar Obligasi Dunia Bergejolak, Indonesia Diminta Waspada
15
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Pasar keuangan global kembali dibuat tegang di penghujung pekan lalu. Lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah di berbagai negara menjadi sinyal bahwa investor mulai mengantisipasi risiko inflasi yang lebih serius akibat memanasnya konflik geopolitik, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada Jumat (15/5), imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury (UST) tenor 10 tahun melonjak ke level 4,59 persen, sementara tenor 2 tahun naik ke 4,07 persen — menjadi level tertinggi dalam setahun terakhir.

Tekanan serupa juga terjadi di Jepang, di mana yield Japanese Government Bond (JGB) tenor 30 tahun menyentuh 4 persen untuk pertama kalinya sejak 1999. Di Inggris, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun bahkan menembus 5,17 persen, level tertinggi sejak 2008.

Di saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) ikut menguat ke posisi 99,28 seiring meningkatnya aksi flight-to-quality, ketika investor berbondong-bondong mencari aset yang dianggap lebih aman.

Tekanan di pasar dipicu konflik AS-Iran yang belum menunjukkan tanda mereda. Kondisi ini membuat harga minyak Brent bertahan tinggi di kisaran USD110 per barel dan memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi global.

“Pasar kini mulai melihat tekanan inflasi bukan lagi sekadar sementara, melainkan berpotensi menjadi lebih struktural dan bertahan lama,” ujar Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi Mediaprofesi.id hari ini, Senin (18/5/2026) di Jakarta.

Data inflasi Amerika Serikat yang dirilis beruntun semakin memperkuat kekhawatiran tersebut. Akibatnya, ekspektasi pasar berubah cukup drastis — dari sebelumnya berharap adanya pelonggaran suku bunga, kini bergeser pada kemungkinan suku bunga global akan tetap tinggi dalam waktu lebih lama.

Situasi ini tentu menjadi perhatian bagi negara berkembang, termasuk Indonesia. Repricing di pasar global berpotensi memicu arus keluar dana asing dari pasar obligasi maupun saham domestik. Dampaknya bisa terasa pada kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), pelemahan nilai tukar rupiah, hingga tekanan terhadap IHSG pada awal perdagangan pekan ini.

Selain itu, pemerintah juga perlu mencermati potensi tekanan fiskal, terutama terkait risiko meningkatnya beban subsidi energi apabila harga minyak dunia terus bertahan tinggi.

“Pasar kini mulai menyesuaikan ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga global di tengah tekanan inflasi dan tensi geopolitik yang meningkat,” tutup Rully. * (Syam/Wah)

Post Views106 Views
Tags: BIIHSGinflasi amerika serikatInvestorMirae AssetPasar ObligasiPasar SahamRupiahSBNSekuritasSuku BungaUSD

Related Posts

Pariwisata Indonesia Diuji Tekanan Ekonomi Global, Ini Strategi agar Tetap Kompetitif
Gaya Hidup

Pariwisata Indonesia Diuji Tekanan Ekonomi Global, Ini Strategi agar Tetap Kompetitif

by Syamhudi
Sabtu, 25 Juli 2026
17
Usai Rebound, Apa yang Akan Menentukan Nasib IHSG di Semester II-2026?
Ekonomi

Usai Rebound, Apa yang Akan Menentukan Nasib IHSG di Semester II-2026?

by Syamhudi
Rabu, 22 Juli 2026
14

RECOMMENDED

Bos Vietjet Buka Perdagangan di Bursa London, Sinyal Kuat Vietnam Makin Dilirik Investor Global

Bos Vietjet Buka Perdagangan di Bursa London, Sinyal Kuat Vietnam Makin Dilirik Investor Global

26 Juli 2026
9
Tabungan Bareng Makin Ngetren, Pengguna blu Punya Nama Pocket yang Unik dan Relate

Tabungan Bareng Makin Ngetren, Pengguna blu Punya Nama Pocket yang Unik dan Relate

26 Juli 2026
11

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    583 shares
    Share 233 Tweet 146
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    384 shares
    Share 154 Tweet 96
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    376 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    345 shares
    Share 138 Tweet 86
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    343 shares
    Share 137 Tweet 86
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM