Jakarta, Mediaprofesi.id – Samsung Art Store kembali memperkuat posisinya sebagai platform seni digital terdepan dengan menghadirkan 22 karya eksklusif Tamara de Lempicka, salah satu seniman paling berpengaruh dalam sejarah Art Deco. Kehadiran koleksi ini bertepatan dengan bangkitnya tren estetika Art Deco di berbagai belahan dunia, yang kini populer dengan sebutan “Neo-Deco”.
Fenomena tersebut membuat karya-karya Lempicka kembali menjadi sorotan dan relevan bagi generasi baru yang menggemari desain, mode, hingga seni kontemporer. Gaya khasnya yang memadukan garis tegas, bentuk geometris, dan sentuhan elegan menjadikan karya-karyanya tetap terasa modern meski diciptakan hampir satu abad lalu.
Lempicka dikenal sebagai seniman yang mampu menangkap semangat modernitas awal abad ke-20 melalui komposisi yang berani dan visual yang kuat. Tak heran jika karyanya terus menjadi sumber inspirasi bagi dunia seni, desain interior, hingga industri fesyen.
Dalam koleksi terbaru Samsung Art Store ini, pengguna dapat menikmati sejumlah karya paling ikonik milik Lempicka. Salah satunya adalah Autoportrait (1929), potret diri legendaris yang dibuat di Paris atas pesanan majalah mode Jerman Die Dame. Lukisan tersebut menjadi simbol kemandirian dan kebebasan perempuan modern pada masanya.
Karya lain yang turut hadir adalah St. Moritz, sebuah potret dengan komposisi kuat yang menampilkan gaya visual khas Lempicka. Selain itu, beberapa karya bertema still life juga melengkapi koleksi, menunjukkan kemampuan sang seniman dalam mengeksplorasi beragam subjek tanpa kehilangan identitas artistiknya yang khas.

“Inti dari karya Tamara de Lempicka adalah identitas, keanggunan, dan modernitas yang kuat,” ujar Marisa de Lempicka, Presiden Tamara de Lempicka Estate. Menurutnya, kolaborasi dengan Samsung Art Store membuka kesempatan bagi karya-karya Lempicka untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan hadir di ruang-ruang baru.
Hadirnya koleksi ini juga memperkaya portofolio Samsung Art Store yang terus berkembang mengikuti tren seni dan desain global. Melalui platform tersebut, pengguna dapat mempersonalisasi ruang hidup mereka dengan karya seni yang memiliki nilai budaya dan sejarah tinggi.
“Karya Tamara de Lempicka memiliki kualitas yang abadi dan terasa semakin relevan saat Art Deco kembali menjadi perhatian dunia,” kata Marta Di Gioia, Kurator Samsung Art Store Eropa. Ia menilai karya-karya Lempicka tetap memancarkan ketegasan dan semangat modern tanpa kehilangan karakter orisinalnya.
Samsung sendiri telah hampir satu dekade menghadirkan pengalaman seni di rumah melalui inovasi teknologi. Sejak peluncuran The Frame pada 2017 sebagai Art TV pertama di dunia, perusahaan terus mengembangkan cara baru menikmati karya seni melalui layar televisi.
Kini, Samsung Art Store tersedia di lebih banyak lini TV Samsung, termasuk The Frame, Micro LED, Micro RGB, Neo QLED, serta Mini LED dan OLED S95H yang mulai bergabung pada 2026. Dengan katalog yang terus bertambah dari berbagai genre dan era, pengguna dapat menikmati pengalaman menjelajahi galeri seni kelas dunia langsung dari ruang keluarga mereka. * (Syam/Pra)





