MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 21 Agustus 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Jumat, 21 Agustus 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Sosialita

Samsung: Di Era AI, Memahami Masalah Lebih Penting daripada Sekadar Punya Ide

Pratama by Pratama
Kamis, 2 Juli 2026
in Sosialita
Samsung: Di Era AI, Memahami Masalah Lebih Penting daripada Sekadar Punya Ide
31
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), tantangan terbesar dalam berinovasi kini bukan lagi menghasilkan ide sebanyak-banyaknya. Yang jauh lebih penting adalah memastikan ide tersebut mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan memberikan dampak yang relevan.

Berangkat dari pemikiran itu, Samsung melalui program Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 membekali 2.600 siswa dan mahasiswa terpilih dengan pelatihan Design Thinking, sebuah metode yang membantu peserta memahami akar masalah sebelum menciptakan solusi berbasis STEM dan AI.

Antusiasme terhadap program ini terbilang tinggi. Lebih dari 4.000 pelajar dan mahasiswa dari 27 provinsi mendaftar untuk mengikuti Samsung Solve for Tomorrow 2026. Peserta yang lolos berasal dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi ternama, seperti SMA Negeri 1 Yogyakarta, SMA Kolese Gonzaga, SMA Negeri 10 Malang, Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, hingga Binus University.

Dalam workshop tersebut, peserta mengikuti empat tahapan utama Design Thinking, yakni Introduction & Empathize, Define & Ideate, Prototyping, serta Testing. Seluruh materi menjadi bekal untuk menyusun concept paper dalam tiga kategori utama, yaitu Sustainability & Environment, Education, serta Sport & Technology.

“Indonesia memiliki generasi muda dengan potensi yang luar biasa. Tantangan saat ini bukan lagi menghasilkan lebih banyak ide, melainkan memastikan ide tersebut berkembang menjadi solusi yang memberikan dampak nyata. Melalui Samsung Solve for Tomorrow, kami ingin mendorong generasi muda Indonesia untuk mengubah potensi tersebut menjadi inovasi berbasis STEM dan AI yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia.

Menariknya, hampir separuh peserta atau 47,83% memilih tema Sustainability & Environment. Angka ini menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu keberlanjutan dan lingkungan hidup, yang juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional terkait pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Jangan Terlalu Cepat Jatuh Cinta pada Ide

Menurut Kusuma Sukma, Partner Coach UD Impact Korea sekaligus AI Innovation Coach Learnly Society yang menjadi trainer Samsung SFT 2026, kesalahan yang paling sering terjadi saat berinovasi adalah terlalu cepat fokus pada solusi tanpa memahami masalah secara mendalam.

“Banyak anak muda langsung fokus pada bentuk solusi yang terlihat menarik atau canggih, tetapi belum tentu sesuai dengan kebutuhan pengguna. Padahal, inovasi yang kuat selalu dimulai dari masalah yang nyata, penting, dan dirasakan langsung oleh orang yang terdampak,” jelasnya.

Melalui Design Thinking, peserta diajak melakukan observasi, membangun empati, melakukan brainstorming, hingga memvalidasi solusi yang dirancang. Pendekatan ini membantu mereka melihat persoalan dari sudut pandang pengguna, bukan semata-mata sebagai pencipta teknologi.

Saat AI Bertemu Empati

Kusuma menilai, kehadiran AI justru membuat kemampuan manusia seperti empati, kreativitas, dan problem solving semakin bernilai. AI memang mampu mempercepat proses analisis dan pengembangan ide, tetapi tetap membutuhkan manusia untuk memahami konteks sosial, kebutuhan pengguna, serta dampak yang ingin diciptakan.

Karena itu, kemampuan teknologi dan pola pikir yang berpusat pada manusia perlu berjalan beriringan agar inovasi yang lahir tidak hanya canggih, tetapi juga relevan.

Setelah tahap workshop dan penyempurnaan concept paper, sebanyak 40 tim terbaik akan melaju ke babak semifinal. Mereka akan mendapatkan pelatihan AI Amplification serta mentoring langsung dari para ahli Samsung dan mitra program.

Pengalaman serupa dirasakan Nathanael dari Tim KYGB, peraih juara ketiga Samsung Solve for Tomorrow 2025. Menurutnya, Design Thinking mengubah cara pandang tim dalam berinovasi.

“Design Thinking sangat penting karena mengharuskan kita menggunakan empati untuk melihat isu sosial. Metode ini membantu kami menemukan akar masalah dari sudut pandang mereka yang terdampak,” ujarnya.

Melalui Samsung Solve for Tomorrow, Samsung berharap semakin banyak generasi muda Indonesia tumbuh menjadi problem solver yang mampu mengubah kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat menjadi inovasi nyata. Dengan memadukan Design Thinking, STEM, dan AI, program ini diharapkan melahirkan solusi yang lebih inklusif, relevan, dan siap menjawab tantangan masa depan. * (Syam/Pra)

Post Views108 Views
Tags: Design Thinkingera AISamsung Electronics IndonesiaSamsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026

Related Posts

Bukan Sekadar Pamer Mobil, GIIAS 2026 Kini Punya Layanan Cek Kesehatan Gratis Berbasis AI
Ekonomi

Bukan Sekadar Pamer Mobil, GIIAS 2026 Kini Punya Layanan Cek Kesehatan Gratis Berbasis AI

by Wahyu
Jumat, 31 Juli 2026
22
Era AI Ubah Medan Perang Siber, F5 Luncurkan Solusi yang Bikin Patch Lebih Efektif
Teknologi

Era AI Ubah Medan Perang Siber, F5 Luncurkan Solusi yang Bikin Patch Lebih Efektif

by Syamhudi
Jumat, 31 Juli 2026
56

RECOMMENDED

Bukan Sekadar Ngopi, Indonesia Coffee Expo 2026 Siapkan Bisnis hingga Kompetisi Barista

Bukan Sekadar Ngopi, Indonesia Coffee Expo 2026 Siapkan Bisnis hingga Kompetisi Barista

20 Agustus 2026
4
Kewirausahaan Indonesia Baru 3,29%, Waralaba Jadi Jalan Pintas?

Kewirausahaan Indonesia Baru 3,29%, Waralaba Jadi Jalan Pintas?

20 Agustus 2026
8

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    592 shares
    Share 237 Tweet 148
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    393 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    385 shares
    Share 154 Tweet 96
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    355 shares
    Share 142 Tweet 89
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    352 shares
    Share 141 Tweet 88
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM