MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 10 Agustus 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 10 Agustus 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Red Hat Perkuat Sovereign Cloud dan Private AI, Kendali Data Kembali ke Organisasi

Wahyu by Wahyu
Senin, 10 Agustus 2026
in Teknologi
Red Hat Perkuat Sovereign Cloud dan Private AI, Kendali Data Kembali ke Organisasi
12
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Red Hat memperluas kapabilitas sovereign cloud dan private AI untuk membantu organisasi mendapatkan kendali lebih besar atas teknologi, data, dan arah transformasi digital mereka.

Langkah ini hadir di tengah meningkatnya kebutuhan akan kemandirian operasional, baik karena tuntutan regulasi maupun pertimbangan strategis. Red Hat menawarkan pendekatan yang menempatkan pilihan, kontrol, dan transparansi sebagai fondasi utama, sehingga organisasi tidak sekadar mengikuti perubahan pasar atau kebijakan vendor.

Menurut Red Hat, kedaulatan digital bukan hanya persoalan memenuhi regulasi. Lebih dari itu, kedaulatan berarti kemampuan organisasi menentukan sendiri bagaimana teknologi dan data dikelola, tanpa terlalu bergantung pada perubahan geopolitik, dinamika pasar, maupun kebijakan penyedia teknologi.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Red Hat menyediakan arsitektur terstandarisasi bagi infrastruktur sovereign generasi baru. Pendekatan ini diperkuat layanan lokal Red Hat Confirmed Stateside Support serta Red Hat Confirmed Sovereign Support untuk Uni Eropa.

Fondasinya mencakup Red Hat OpenShift, Red Hat Enterprise Linux, Red Hat Ansible Automation Platform, dan Red Hat AI. Kombinasi tersebut memungkinkan organisasi membangun dan mengembangkan infrastruktur cloud maupun AI di wilayah mereka sendiri, sesuai kebutuhan dan aturan yang berlaku.

Red Hat juga memperkenalkan sejumlah kapabilitas baru.

Pertama, penyederhanaan kepatuhan melalui perluasan compliance framework. Compliance Profiles terbaru untuk Red Hat OpenShift Compliance Operator bersama Red Hat Advanced Cluster Security for Kubernetes membantu mengotomatisasi proses tinjauan teknis. Dengan begitu, tim IT dapat lebih mudah menyiapkan bukti kepatuhan untuk regulasi seperti NIS2, GDPR, dan DORA.

Kedua, landing zone siap produksi yang telah dilengkapi konfigurasi dan guardrails operasional sejak awal. Infrastruktur ini mencakup Red Hat Enterprise Linux, OpenShift, dan Ansible Automation Platform untuk mempercepat penerapan workload yang aman dan memenuhi standar kepatuhan.

Ketiga, penyediaan sovereign AI dan cloud yang lebih cepat. Melalui provisioning interface terbaru, pelanggan dan mitra dapat melakukan deploy virtual machine, cluster, hingga layanan AI di OpenShift. Kapabilitas ini membuka peluang hadirnya layanan seperti GPU-as-a-service, models-as-a-service, dan inferencing-as-a-service dalam lingkungan private cloud berbasis AI.

Red Hat juga menghadirkan telemetri manajemen biaya OpenShift melalui Red Hat Lightspeed yang seluruh prosesnya dapat berjalan di lingkungan yang dikendalikan pelanggan. Langkah ini memberikan visibilitas biaya cloud tanpa harus memindahkan data operasional keluar dari wilayah yang ditentukan.

Di sisi lain, Red Hat mulai melokalkan rantai pasokan software. Dimulai dari Uni Eropa, mekanisme in-region content delivery memungkinkan pelanggan mengunduh Red Hat Enterprise Linux secara lokal, sekaligus meningkatkan ketahanan distribusi software dan kontrol terhadap alur pembaruan.

Diperkuat Ekosistem Global

Pengembangan sovereign cloud dan private AI Red Hat juga diperkuat kolaborasi dengan sejumlah pemain teknologi global.

Red Hat telah memperoleh status AI Cloud Ready dalam program NVIDIA Cloud Partner untuk menghadirkan platform tervalidasi bagi sovereign AI cloud dan neocloud. Kolaborasi dengan Google juga menghadirkan Red Hat OpenShift di Google Cloud Dedicated, yang menyediakan infrastruktur terisolasi untuk organisasi dengan kebutuhan kontrol internal yang ketat.

Sementara melalui IBM Sovereign Core, Red Hat OpenShift, Red Hat Enterprise Linux, Red Hat Ansible Automation Platform, dan Red Hat AI menjadi fondasi bagi solusi sovereign cloud dan private cloud IBM.

Ekosistem tersebut turut diperkuat mitra seperti Telenor, Core42, DataCom, Fujitsu, NxtGen, dan Sopra Steria. Mereka menghadirkan keahlian lokal untuk membangun layanan AI dan cloud berperforma tinggi sekaligus menjaga pengelolaan serta otoritas data tetap berada di wilayah masing-masing.

Ashesh Badani, Senior Vice President dan Chief Product Officer Red Hat, menegaskan bahwa inovasi tidak seharusnya mengorbankan kontrol.

“Baik untuk memenuhi mandat regulasi maupun mengambil kembali kendali atas data dari silo proprietary, kami menghadirkan kapabilitas dan platform yang memungkinkan organisasi membangun masa depan digital yang lebih mandiri,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, Red Hat ingin mendorong organisasi memasuki era AI dan cloud yang tidak hanya semakin canggih, tetapi juga lebih transparan, fleksibel, dan berada di bawah kendali mereka sendiri. * (Syam/Wah)

Post Views15 Views
Tags: Private AIRed Hatsovereign cloud

Related Posts

AI Bukan Sekadar Prompt, Fondasi Teknologi Jauh Lebih Penting
Teknologi

AI Bukan Sekadar Prompt, Fondasi Teknologi Jauh Lebih Penting

by Wahyu
Senin, 3 Agustus 2026
25
Virtualisasi Tak Lagi Cukup, Saatnya Infrastruktur TI Bersiap Hadapi Era AI
Teknologi

Virtualisasi Tak Lagi Cukup, Saatnya Infrastruktur TI Bersiap Hadapi Era AI

by Syamhudi
Rabu, 22 Juli 2026
25

RECOMMENDED

Tak Perlu Simpan Emas Fisik, Syailendra Buka Akses Investasi Emas di BEI

Tak Perlu Simpan Emas Fisik, Syailendra Buka Akses Investasi Emas di BEI

10 Agustus 2026
11
AI Makin Pintar, Ancaman Siber Ikut Mengintai: Ini Celah Barunya

AI Makin Pintar, Ancaman Siber Ikut Mengintai: Ini Celah Barunya

10 Agustus 2026
10

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    588 shares
    Share 235 Tweet 147
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    389 shares
    Share 156 Tweet 97
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    382 shares
    Share 153 Tweet 96
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    351 shares
    Share 140 Tweet 88
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    349 shares
    Share 140 Tweet 87
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM