Jakarta, Mediaprofesi.id – Pengunjung pameran fotografi biasanya datang untuk menikmati karya visual. Namun di ajang Social Perspective – Photography Exhibition & Seminar, mereka diajak melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar melihat foto: memahami realitas sosial dari sudut pandang yang berbeda.
Kegiatan yang digelar oleh Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) bersama Institut Bisnis dan Komunikasi (SWINS) ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, kepedulian, dan refleksi mereka terhadap berbagai fenomena yang terjadi di sekitar melalui medium fotografi.
Pameran ini merupakan bagian dari mata kuliah Fotografi dan Visual Content yang dirancang untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam menciptakan konten visual sekaligus menyampaikan pesan yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Kolaborasi antara UNDIRA dan SWINS menjadi warna baru dalam penyelenggaraan pameran tahun ini. Setelah rutin menghadirkan pameran fotografi dengan beragam tema setiap tahunnya, kerja sama tersebut diharapkan mampu memperluas ruang kreativitas mahasiswa sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih kaya bagi pengunjung.

Tiga Zona, Tiga Cara Memahami Kehidupan
Melalui tema besar Social Perspective, pengunjung akan diajak menjelajahi tiga zona pameran dengan karakter yang berbeda.
Zona pertama bertajuk Street, yang menampilkan dinamika kehidupan masyarakat melalui momen-momen autentik yang tertangkap di ruang publik. Berbagai aktivitas keseharian, interaksi sosial, hingga potret kehidupan kota tersaji dalam bingkai yang sederhana namun sarat makna.
Di zona kedua, Zine, mahasiswa mengeksplorasi kreativitas melalui media independen yang memadukan fotografi, ilustrasi, dan narasi personal. Zona ini menghadirkan karya yang lebih ekspresif dan reflektif, memperlihatkan bagaimana pengalaman pribadi dapat diterjemahkan menjadi pesan visual yang kuat.
Sementara itu, zona ketiga, Trash Logic and Industrial, mengangkat isu lingkungan, limbah, dan perkembangan industri. Melalui pendekatan fotografi konseptual, pengunjung diajak merenungkan hubungan manusia dengan lingkungan serta dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas industri.
Belajar Mengubah Cara Pandang

Tak hanya menghadirkan pameran fotografi, acara ini juga dilengkapi seminar inspiratif bertajuk The Power of Perspective bersama Tasya Ghonia Alma, LCPC, ACC.
Dalam sesi tersebut, peserta akan diajak memahami bagaimana perubahan cara pandang dapat membuka peluang baru dalam kehidupan, sekaligus membantu seseorang melihat tantangan dari perspektif yang lebih positif melalui pendekatan coaching.
Acara berlangsung di Rumah Perubahan Jakarta Escape, sebuah ruang kreatif yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Selain menikmati pameran dan seminar, pengunjung juga dapat mengeksplorasi area Garden dan Breezy Cafe yang tersedia di lokasi.
Ketua Pameran, Zein, mengatakan tema Social Perspective dipilih karena setiap orang memiliki cara pandang yang berbeda terhadap suatu peristiwa, sementara fotografi mampu menjadi jembatan yang menyatukan berbagai perspektif tersebut.
“Kami berharap pengunjung tidak hanya datang untuk melihat foto-foto yang dipamerkan, tetapi juga pulang dengan perspektif baru. Setiap karya yang ditampilkan merupakan hasil proses berpikir, observasi, dan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. Inilah yang ingin kami bagikan kepada masyarakat melalui Social Perspective,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, UNDIRA dan SWINS ingin menunjukkan bahwa fotografi bukan sekadar karya visual yang indah dipandang. Lebih dari itu, fotografi dapat menjadi bahasa universal yang membangun empati, meningkatkan kesadaran sosial, dan menginspirasi masyarakat untuk melihat berbagai persoalan dari sudut pandang yang berbeda. * (Syam/Pra)





